• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Diabetes

Diabetes

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Diabetes

Pengertian Diabetes

Diabetes adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Baca juga: Diabetes karena Faktor Genetik, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Diabetes

Diabetes disebabkan karena adanya gangguan dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel, sehingga glukosa menumpuk dalam darah.

Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin. Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.

Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.

Faktor Risiko Diabetes

Faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain:

1.Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.

2.Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.

3.Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 47 tahun, kemudian pada anak-anak usia 1014 tahun.

4.Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.

Faktor risiko diabetes tipe 2, antara lain:

1.Berat badan berlebih atau obesitas.

2.Distribusi lemak perut yang tinggi.

3.Gaya hidup tidak aktif dan jarang beraktivitas atau berolahraga.

4.Riwayat penyakit diabetes tipe 2 dalam keluarga.

5.Ras kulit hitam, hispanik, Native American, dan Asia-Amerika, memiliki angka pengidap lebih tinggi dibandingkan dengan ras kulit putih.

6.Usia di atas 45 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan dapat terjadi sebelum usia 45 tahun.

7.Kondisi prediabetes, yaitu ketika kadar gula darah lebih tinggi dari normal, tapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes.

8.Riwayat diabetes saat hamil.

9.Wanita dengan sindrom ovarium polikistik, yang ditandai dengan menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan obesitas.

Gejala Diabetes

Nyatanya, gejala diabetes akan dialami berbeda-beda oleh tiap pengidapnya. Namun, secara umum ada beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2, seperti peningkatan rasa haus, peningkatan frekuensi buang air kecil, kelelahan terus menerus, gangguan penglihatan, dan terjadinya infeksi terus menerus. Infeksi yang terjadi umumnya terjadi pada bagian gusi maupun kulit. Sedangkan pada wanita, waspada infeksi bagian bagian vagina yang bisa menjadi tanda penyakit diabetes.

Diagnosis Diabetes

Dokter akan mendiagnosis diabetes pada seseorang dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan darah dan urine.

Baca juga: Diabetes Terjadi saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Pengobatan Diabetes

Pengobatan akan disesuaikan dengan jenis diabetes yang kamu alami. Terapi insulin menjadi salah satu pengobatan yang bisa dilakukan oleh pengidap diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Bahkan, pada diabetes tipe 1 yang cukup berat, tranplantasi pankreas bisa dilakukan guna mengatasi kerusakan pada pankreas. Sedangkan, pengidap diabetes tipe 2 akan diberikan beberapa jenis obat-obatan untuk menangani diabetes tipe 2.

Namun, umumnya ada beberapa perawatan yang harus dilakukan untuk menurunkan risiko diabetes, seperti:

1.Melakukan Pola Makan Sehat

Jika kamu mengalami penyakit diabetes, sebaiknya atur kembali pola makan yang sehat. Fokuskan pada pengonsumsian buah, sayur, protein tanpa lemak, dan juga biji-bijian. Tidak hanya itu, kamu juga perlu mengonsumsi serat dan mengurangi beberapa jenis makanan, seperti makanan yang mengandung lemak jenuh, karbohidrat olahan, hingga pemanis buatan. Kamu bisa tanyakan langsung pada dokter melalui Halodoc untuk pola makan tepat bagi pengidap diabetes.

2.Rutin Melakukan Aktivitas Fisik

Setiap orang tentunya membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tetap optimal. Termasuk pengidap diabetes. Olahraga menjadi satu kegiatan yang bisa dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah dengan mengubahnya menjadi energi. Kamu bisa memilih untuk melakukan olahraga ringan, seperti berjalan kaki, berenang, atau bersepeda. Jadikan kegiatan tersebut sebagai rutinitas harian untuk membantu kamu menghindari kondisi diabetes menjadi lebih buruk.

Pencegahan Diabetes

Lakukan beberapa gaya hidup sehat ini untuk mencegah penyakit diabetes:

1.Mempertahankan berat badan ideal dengan mengonsumsi makanan rendah lemak.

2.Mengonsumsi makanan tinggi serat seperti buah dan sayur.

3.Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis.

4.Berolahraga secara rutin dan banyak melakukan aktivitas fisik.

5.Mengurangi waktu duduk diam terlalu lama, seperti ketika menonton televisi.

6.Menghindari atau berhenti merokok.

Baca juga: Diabetes dan Asam Urat Sama-Sama Perlu Atur Pola Makan

Komplikasi Diabetes

Baik diabetes tipe 1 maupun 2 dapat menyebabkan komplikasi berupa kerusakan retina mata, kerusakan saraf, penyakit stroke dan jantung koroner, kerusakan ginjal, disfungsi seksual, keguguran, atau bayi lahir mati dari ibu yang mengidap diabetes.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter untuk mendapatkan solusi terbaik jika mengalami gejala-gejala di atas.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. Diabetes: Symptoms, Treatment, and Early Diagnosis.
WebMD. Diakses pada 2021.Diabetes Center: Types, Cause, Symptoms, Test, and Treatments.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diabetes.

Diperbarui pada 25 Mei 2021.

Showing response for:

Jul 7, 2020
Dok kan saya doyan yang manis-manis, nah saya jadi suka khawatir kena diabetes. Kira-kira ada gak gejala awal yang perlu diwaspadai? Apakah kalau ngidap diabetes gak boleh sama sekali makan makanan manis?
Beberapa gejala diabetes melitus atau kencing manis, antara lain:

- Sering merasa haus.
- Sering merasa lapar.
- Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
- Massa otot berkurang.
- Sering merasa lemas.
- Pandangan kabur.
- Luka yang sulit sembuh.
- Sering mengalami infeksi, seperti pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.


Pengidap diabetes sebetulnya masih diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan manis, namun dengan aturan yang ketat, seperti:

- Batasi hanya sesekali saja dan dalam porsi kecil. Batasi konsumsi makanan manis hanya pada momen khusus saja.
- Seimbangkan dengan makanan lain seperti sayur, kacang-kacangan, dan protein sehat seperti ikan.
- Konsumsi makanan tinggi serat, seperti kedelai yang tinggi protein dan serat, yang lambat dicerna sehingga membuat kenyang lebih lama.
- Kurangi konsumsi sumber karbohidrat dari nasi putih, pasta terigu, roti putih, kentang, dan jagung.
- Periksa label nutrisi pada kemasan makanan untuk mengetahui berapa jumlah gula dan karbohidrat yang terkandung di dalamnya.
Jul 7, 2020
Selain jaga makanan, apa ada cara lain buat cegah diabetes dok? Apa olahraga ampuh buat nyegahnya?
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah diabetes, antara lain:

- Menerapkan pola makan sehat bergizi seimbang. Batasi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, serta perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
- Melakukan olahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap harinya.
- Menjaga berat badan ideal dengan konsumsi makanan sehat dan berolahraga rutin.
- Mengelola stres dengan baik untuk membantu hormon tetap seimbang dan tidak melampiaskan stres dengan makan berlebihan.
- Melakukan pemeriksaan gula darah puasa secara rutin.
- Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol atau bersoda.
- Tidur malam dengan cukup setidaknya 7 jam setiap hari.
Jul 7, 2020
Halo dok, saya mau nanya. Beberapa waktu ini saya baru tau saya kena diabetes, sebenarnya ini diabetes masih bisa disembuhin gak sih dok?
Sangat disayangkan, diabetes tidak dapat disembuhkan, sehingga penyakit ini akan berlangsung seumur hidup. Namun demikian, diabetes dapat ditangani dan dikontrol. Pengidapnya dapat mempertahankan kadar gula darah tetap dalam kadar normal, sehingga tidak menyebabkan komplikasi (penyakit lanjutan yang lebih berat dari penyakit awal), dengan rutin memeriksakan kadar gula darah, serta minum obat sesuai dengan anjuran dokter.