• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Gangguan Tidur

Gangguan Tidur

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Gangguan Tidur

Pengertian Gangguan Tidur

Gangguan tidur adalah kondisi ketika seseorang mengalami kelainan pada tidurnya dan memengaruhi kualitas tidur. Meski penyebabnya beragam, gangguan tidur pada umumnya disebabkan oleh stres atau beberapa kondisi medis yang menyebabkan seseorang sulit untuk mengatur pola tidurnya.

Gangguan tidur memiliki bermacam-macam jenis, sampai sejauh ini, terdapat sekitar 80 jenis gangguan tidur. Meski terdapat sekitar 80 jenis gangguan tidur, umumnya orang yang mengalami gangguan tidur, mengidap obstructive sleep apnea, parasomnia, insomnia, gangguan tidur berjalan, dan sebagainya. Gangguan tidur adalah kondisi yang tidak dapat dianggap sepele, karena dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan juga kesehatan seseorang.

 

Faktor Risiko Gangguan Tidur

Meski penyebab gangguan tidur bisa diakibatkan oleh berbagai macam faktor, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat menjadi pemicu gangguan tidur, antara lain:

  • Lingkar leher.
  • Pembesaran jaringan hidung, mulut, atau tenggorokan.
  • Kelainan bentuk tulang.
  • Konsumsi alkohol.
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Konsumsi berlebihan bahan makanan yang kadar gulanya tinggi atau sugar rush.
  • Tidur telentang dan menggunakan bantal.
  • Kebiasaan tidur yang buruk.
  • Kelainan hormon.

Baca juga: Daya Ingat Menurun karena Kurang Tidur, Benarkah?

 

Penyebab Gangguan Tidur

Gangguan tidur disebabkan oleh berbagai macam hal. Beberapa penyebab dari gangguan tidur, antara lain:

  • Gangguan fisik, seperti nyeri perut.
  • Kondisi medis, seperti sesak napas.
  • Obat-obatan, seperti kafein, antidepresan, atau stimulan.
  • Gangguan kejiwaan, seperti depresi atau cemas.
  • Kondisi lingkungan, seperti pekerja shift malam hari.
  • Usia lanjut.
  • Pecandu alkohol.
  • Faktor genetik.

 

Gejala Gangguan Tidur

Berikut adalah beberapa gejala yang dapat dialami seseorang yang mengidap gangguan tidur, antara lain:

  • Tidur berjalan atau somnabulisme (sleepwalking) adalah salah satu kondisi gangguan tidur yang ditandai dengan seseorang bangun dan berjalan saat sedang tidur. Gangguan ini tidak selalu terjadi dengan gestur berjalan saja, mereka yang sedang tidur, lalu terbangun dan duduk di tempat tidur
  • Sleep apnea merupakan gangguan tidur yang disebabkan oleh gangguan pernapasan dan disertai dengan periode henti napas secara berulang ketika tidur. Gangguan tidur sleep apnea termasuk kondisi berbahaya, karena menyebabkan otak dan bagian tubuh lain tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup.
  • Obstructive slee apnea merupakan gangguan pernapasan yang terjadi saat tidur. Pengidap OSA akan mengalami napas berhenti sesaat, baik secara total maupun parsial, hal ini disebabkan oleh obstruksi. OSA sangat berbahaya karena pengidap dapat kekurangan oksigen ketika tidur dan berkali-kali terjaga. Selain itu, pengidap akan merasakan sensasi tercekik ketika tidur.
  • Insomnia, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan tidur. Gangguan tidur ini membuat dirinya tak memiliki waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuh. Keadaan tersebut menyebabkan kondisi fisik pengidap insomnia menjadi tidak cukup fit untuk melakukan aktivitas keesokan harinya.
  • Parasomnia. Pengidap gangguan tidur parasomnia akan makan dan minum dengan lahapnya tanpa sadar karena dalam kondisi tidur. Parasomnia berbahaya karena dapat menyebabkan obsesitas dan juga penyakit lain yang berhubungan dengan pencernaan jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca juga: Benarkah Anak-Anak Rentan Mengalami Gangguan Tidur Berjalan?

 

Diagnosis Gangguan Tidur

Dokter akan mendiagnosis gangguan tidur dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang, seperti:

  • Polisomnografi, yaitu studi tidur yang menilai kadar oksigen, pergerakan tubuh, dan gelombang otak untuk menentukan cara mereka mengganggu tidur.
  • Electroencephalogram, yaitu pemeriksaan yang dilakukan untuk menilai aktivitas elektrik di dalam otak dan mendeteksi potensi masalah.
  • Pemeriksaan darah genetik, umumnya berguna untuk mendiagnosis narkolepsi dan kondisi kesehatan lainnya yang mungkin menyebabkan gangguan tidur.

 

Komplikasi Gangguan Tidur

Beberapa komplikasi gangguan tidur, antara lain:

  • Lemas dan mengantuk.
  • Mudah marah.
  • Sulit berkonsentrasi saat beraktivitas.

 

Pengobatan Gangguan Tidur

Pengobatan gangguan tidur harus berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Pengobatan umumnya merupakan kombinasi antara perawatan medis dan perubahan gaya hidup.

 

Pencegahan Gangguan Tidur

Beberapa upaya untuk mencegah gangguan tidur, antara lain:

  • Mengonsumsi banyak sayuran dan ikan.
  • Mengurangi asupan gula.
  • Mengurangi stres dan kecemasan dengan aktivitas fisik.
  • Mengikuti jadwal tidur yang teratur dan konsisten.
  • Minum air putih lebih sedikit sebelum tidur.
  • Membatasi asupan kafein, terutama pada sore atau malam hari.
  • Mengurangi penggunaan rokok dan alkohol.
  • Mengurangi asupan karbohidrat menjelang tidur.

Baca juga: Sama-Sama Gangguan Tidur, Ini Beda Insomnia dan Parasomnia

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapat penanganan yang tepat. Pilih dokter atau rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan kamu.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. Insomnia
Diperbarui pada 11 September 2019

 

Showing response for:

Jul 7, 2020
Halo dok, saya mau nanya. Beberapa minggu ini saya suka insomnia gitu gabisa tidur. Saya suka gelisah gitu kalo tidur dan jadi gabisa tidur akhirnya. Itu kenapa ya dok dan gimana cara ngatasinnya?
Penyebab dari insomnia sangat bervariasi, antara lain akibat gaya hidup yang tidak sehat, ruangan kamar yang tidak nyaman, gangguan psikologi, masalah kesehatan fisik, bahkan efek samping obat-obatan. Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, antara lain:

- Perbaiki gaya hidup. Kebiasaan merokok, konsumsi kafein berlebihan, makanan tidak sehat, hingga kurang aktivitas, dapat meningkatkan risiko insomnia.
- Atur jadwal tidur. Waktu tidur yang berubah-ubah dapat memicu insomnia, karena mengganggu ritme sirkadian yang mengatur metabolisme tubuh.
- Jaga kenyamanan kamar. Dapat dengan mengubah pengaturan kamar, mengganti lampu tidur menjadi lebih redup, atau mengatur suhu kamar agar tubuh lebih hangat.
- Konsumsi makan sehat. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein sebelum tidur, karena dapat mempengaruhi kualitas tidur.
- Berolahraga secara rutin. Berolahraga dapat membantu menjaga suasana hati, menurunkan berat badan, serta membuat tidur lebih berkualitas.
- Minum segelas susu hangat. Coba konsumsi segelas susu hangat menjelang waktu tidur, karena kalsium dalam susu akan membantu otak memproduksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur pola tidur dan bangun tubuh.
Jul 7, 2020
Kalo misalkan susah tidur itu bisa jadi pertanda penyakit gak ya dok?
Beberapa penyakit yang dapat memicu kesulitan tidur, antara lain sinusitis, gastroesophageal reflux disease (GERD), hipertiroid, artritis, fibromialgia, masalah sleep apnea, diabetes, demensia, gagal jantung, dsb. Jika ragu dengan kondisi kesehatan Anda, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih menyeluruh.
Jul 7, 2020
Dok kalo saya tidur tuh suka kebangun gitu dan suka jadi gelisah. Itu kenapa ya dok?
Beberapa penyebab seseorang sering terbangun dari tidur dan merasa gelisah, antara lain:
- Sleep apnea. Sleep apnea adalah gangguan pernapasan saat tidur, yang dapat membuat pengidapnya terbangun. Gejala lainnya adalah mendengkur, terengah-engah atau sakit kepala ketika bangun, atau kesulitan berkonsentrasi di siang hari. Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala tersebut.
- Bermain gadget sebelum waktu tidur. Menghabiskan banyak waktu dengan gadget dapat mempengaruhi tidur kita, akibat lampu biru yang dipancarkan dari ponsel tersebut. Usahakan untuk tidak menonton televisi atau tidak gunakan ponsel sebelum tidur.
- Depresi atau kecemasan. Depresi dan kecemasan dapat memicu sulit tidur dan kelelahan. Kecemasan, depresi, dan insomnia dapat berjalan beriringan. Pikiran yang gelisah dapat memicu gangguan tidur, sedangkan tidur yang bermasalah dapat memicu kecemasan dan depresi.