• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penyakit Infeksi Saluran Kemih

Pengertian Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih adalah kondisi di mana terjadinya infeksi pada organ yang termasuk di dalam sistem kemih, yaitu ureter, ginjal, kandung kemih, dan juga uretra. Umumnya, infeksi tersebut menyerang dua area, yaitu uretra dan juga kandung kemih.

Baca Juga:  Bolehkah Pengidap Infeksi Saluran Kemih Berhubungan Intim?


Penyebab Infeksi Saluran Kemih

Apabila wanita tidak menyeka area kemaluan setelah buang air kecil dari arah depan ke belakang, maka ia beresiko untuk terserang penyakit ini. Ini karena area uretra, yaitu organ yang berbentuk selang yang mengangkut urine dari kandung kemih ke luar tubuh, terletak dekat dengan anus.

Jika wanita tidak membersihkan area tersebut dengan benar, maka bakteri dari usus besar, seperti E coli, bisa berpindah dari anus menuju uretra. Bakteri tersebut akan melakukan perjalanan sampai ke kandung kemih. Jika tidak diberikan penanganan dan pengobatan, hal yang lebih parah seperti infeksi ginjal akan terjadi. Berhubungan intim juga bisa menyebabkan bakteri masuk ke saluran kemih, selain dari kebiasaan jorok setelah buang air kecil. Berdasarkan hal tersebut, membersihkan area kemaluan setelah melakukan hubungan intim merupakan hal yang sangat penting.


Gejala Infeksi Saluran Kemih

Berikut ini gejala-gejala infeksi saluran kemih, yaitu:

  • Kemaluan terasa terbakar ketika buang air kecil;
  • Sering ingin buang air kecil, meskipun urine yang keluar sedikit;
  • Nyeri atau tekanan di punggung atau perut bagian bawah;
  • Kencing berdarah atau berwarna lebih gelap;
  • Merasa lelah atau gemetar; dan
  • Demam atau kedinginan (mengindikasikan infeksi mungkin sudah mencapai ginjal).

Baca Juga:  Inilah Cara Mengatasi Infeksi Saluran Kemih pada Anak


Pengobatan Infeksi Saluran Kemih

Untuk mengobati kondisi ini, maka antibiotik dapat digunakan untuk membunuh bakteri, sehingga menuntaskan infeksi yang terjadi. Selain itu, pastikan untuk menghabiskan antibiotik yang diresepkan dokter dengan benar, bahkan setelah kondisi mulai membaik.

Menghilangkan bakteri di area berkemih merupakan langkah penanganan yang paling penting terhadap penyakit ini. Ini karena jika tidak dilakukan secara tuntas, bakteri akan rentan menginfeksi lagi dan menguatkan serangan bakteri, sehingga terjadilah suatu resistensi antibiotik. Biasakan juga untuk mendapatkan antibiotik sesuai dengan resep dokter.

Minum banyak air putih juga seharusnya dilakukan agar bakteri bisa hilang dari sistem saluran kemih. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk meredakan rasa sakit, serta penurun demam jika memang ada keluhan nyeri dan demam. Jika kondisi ini terjadi sebanyak tiga kali dalam setahun atau lebih, periksakan diri ke dokter untuk merekomendasikan rencana perawatan khusus. Beberapa pilihan pengobatan yang dapat dijalankan, antara lain:

  • Mengonsumsi dosis rendah antibiotik dalam periode yang lebih lama untuk membantu mencegah infeksi berulang;
  • Mengonsumsi dosis tunggal antibiotik setelah berhubungan intim, untuk mencegah pemicu infeksi umum; dan
  • Mengonsumsi antibiotik selama 1 atau 2 hari setiap pengidap merasakan gejala.


Pencegahan Infeksi Saluran Kemih

Berikut ini cara mencegah infeksi saluran kemih, meliputi:

  • Tidak menahan kencing;
  • Selalu membersihkan area kemaluan dari depan ke belakang setelah berkemih;
  • Minum banyak air;
  • Semprotan kebersihan area wanita, pewangi area kewanitaan, dan produk-produk lain untuk area kewanitaan harus dihindari karena hanya akan mengiritasi mukosa;
  • Bersihkan area genital sebelum melakukan hubungan intim;
  • Setelah berhubungan intim, buang air kecil. Hal ini bertujuan untuk menyingkirkan bakteri yang mungkin telah masuk ke uretra;
  • Jangan menggunakan celana dalam selama berhari-hari; dan
  • Jangan menggunakan pakaian bawahan yang ketat karena akan meningkatkan kelembapan.

Jika infeksi ini tidak segera diatasi, kondisi ini akan memicu urosepsis, yaitu kondisi ketika bakteri di ginjal yang terinfeksi menyebar ke darah. Hal tersebut berbahaya jika urosepsis terjadi karena tekanan darah turun, hingga syok sampai kematian, jika urosepsis terjadi.

Baca Juga:  Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil


Kapan Harus ke Dokter?

Segera hubungi dokter ketika dirimu merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dan cepat akan semakin baik demi proses pengobatan dan penyembuhan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung memeriksakan diri di rumah sakit terdekat.

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2021. Urinary tract infections (UTIs)
Web MD. Diakses pada 2021. Urinary Tract Infections (UTIs)

Diperbarui pada 25 Maret 2021