Infeksi Shigella (Shigellosis)

Pengertian Shigellosis

Shigellosis merupakan kondisi penyakit akibat infeksi dari kuman bakteri shigella. Penyakit ini merupakan penyakit menular.

Gejala Shigellosis

Orang yang terinfeksi kuman Shigella bisa mengalami gejala seperti demam, diare,  dan juga sakit perut, mual, terkadang muntah. Diare yang dialami seringkali disertai darah.  Gejala dapat dialami 1-7 hari setelah terinfeksi kuman.

Penyebab Shigelosis

Seperti dijelaskan sebelumnya, shigellosis terjadi karena infeksi kuman shigella dimana kuman ini sangat kecil dan tidak terlihat. Bakteri shigella dapat menular melalui makanan atau air  yang terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi sebelumnya.

Faktor Risiko Shigellosis

Beberapa orang terbilang rentan untuk mengalami infeksi dari kuman shigella diantaranya:

  • Bayi dan anak-anak yang memang lebih lemah daya tahan tubuhnya.
  • Para travellers yang berkunjung ke negara berkembang yang memiliki higienitas lingkungan yang kurang baik.
  • Gay atau orang dengan biseksual karena kuman shigella pada kotoran dapat menular dan berpindah ke mulut saat aktivitas seks.
  • Orang dengan imunitas yang rendah seperti orang dengan HIV.
  • Pada lingkungan yang memang sedang terjadi wabah maka kecenderungan terjadinya shigellosis lebih tinggi.
  • Orang yang tinggal di tempat yang tidak terjaga sanitasinya.

Diagnosis Shigellosis

Ketika mengalami diare, belum tentu shigellosis menjadi penyebabnya. Ada banyak kuman penyebab penyakit diare. Jika diperlukan dokter akan meminta pemeriksaan laboratorium khusus untuk mengetahui kuman khusus penyebab diare dengan pemeriksaan kotoran.

Pengobatan dan Efek Samping Shigellosis

Diare yang disebabkan oleh bakteri shigella akan membutuhkan antibiotik sebagai obat utama. Pastikan selalu konsumsi antibiotik dengan resep dokter.  Dokter juga mungkin akan meresepkan obat-obat pengurang gejala demam dan nyeri perut. Beritahu dokter jika ada riwayat alergi obat karena beberapa orang dapat mengalami hipersensitif atau alergi pada antibiotik tertentu.

Hal lain yang penting diperhatikan jika mengalami diare adalah mengganti cairan tubuh dengan minum yang banyak, bisa dengan minum oralit. Jika sudah minum obat tetapi tidak membaik dalam 2-3 hari segera kontrol lagi untuk mendeteksi adanya resistensi antibiotik atau adanya komplikasi lain.

Dengan pengobatan yang tepat umumnya shigellosis bisa sembuh tuntas. Waspadai beberapa kondisi yang dapat terjadi jika terkena shigellosis diantaranya:

Dehidrasi, kondisi ini sering terjadi ketika orang yang terinfeksi tidak mendapat penggantian cairan yang cukup. Pantau tanda dehidrasi diantaranya air kencing sedikit, merasa lemah/ sangat kehausan, pada anak dapat dilihat dari  ubun-ubun cekung dan tidak adanya air mata saat menangis.

  • Demam disertai kejang.
  • Leher terasa kaku.
  • Nyeri perut hebat.
  • Tubuh terasa lemah.
  • Sesak nafas.

Pencegahan Shigellosis

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mencegah infeksi shigella dan diare karena penyebab lainnya, diantaranya:

  1. Mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet, bersihkan tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun.
  2. Jangan minum air yang belum dimasak, hindari menelan air kolam, air keran dan sumber air lain yang tidak higienis.
  3. Hindari beraktivitas seksual dengan orang yang sedang mengalami diare.
  4. Sebaiknya orang yang sedang diare tidak mempersiapkan makanan untuk mencegah terkontaminasinya makanan, biasakan mencuci tangan sebelum memasak.
  5. Pastikan alat masak bersih, cuci buah dan sayur sebelum dimakan, masak dengan memerhaatikan kebersihan saat pengolahan.
  6. Orang yang terkena diare sebaiknya istirahat di rumah dan hindari beraktifitas di luar untuk mencegah penularan ke orang lain.

Kapan Harus ke Dokter?

Kondisi diare yang berlendir atau berdarah disertai demam dan juga nyeri perut sebaiknya segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan medis