
DAFTAR ISI
- Apa Itu Levonorgestrel?
- Merek Dagang Levonorgestrel
- Studi tentang Levonorgestrel
- Peringatan sebelum Menggunakan Levonorgestrel
- Dosis Levonorgestrel
- Cara Menggunakan Levonorgestrel
- Efek Samping Levonorgestrel
- Interaksi Levonorgestrel
- Kontraindikasi Levonorgestrel
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Levonorgestrel?
Levonorgestrel adalah hormon progesteron sintetik generasi kedua yang memiliki aktivitas biologis sangat kuat.
Obat ini bekerja sebagai kontrasepsi dengan cara mencegah ovulasi (pelepasan sel telur), meningkatkan viskositas lendir serviks sehingga menghalangi penetrasi sperma, serta mengubah struktur endometrium untuk menghambat implantasi jika pembuahan telah terjadi.
Levonorgestrel umum digunakan sebagai kontrasepsi darurat pasca hubungan seksual tanpa pengaman atau sebagai bagian dari regimen kontrasepsi jangka panjang.
- Golongan: Hormon progesteron (antikonsepsi).
- Kategori: Obat resep.
- Manfaat: Mencegah terjadinya kehamilan setelah hubungan seksual tanpa pengaman atau kegagalan metode kontrasepsi lainnya.
- Digunakan oleh: Wanita usia subur.
- Levonorgestrel untuk ibu hamil: Kategori X, tidak boleh digunakan jika sudah positif hamil karena tidak akan menghentikan kehamilan yang sudah berjalan.
- Levonorgestrel untuk ibu menyusui: Kandungan obat dapat terserap ke dalam ASI, konsultasikan ke dokter sebelum menggunakan obat ini.
- Bentuk obat: Tablet.
Merek Dagang Levonorgestrel
Berikut adalah beberapa merek dagang yang mengandung Levonorgestrel:
- Postinor-2 0.75 mg 2 Tablet. Pil kontrasepsi darurat dengan kandungan levonorgestrel untuk mencegah terjadinya kehamilan, saat berhubungan seksual tanpa kondom atau pengaman.
- Valenor 2 0.75 mg 2 Tablet. Mengandung levonorgestrel 0.75 mg, yaitu hormon sintetis yang mirip dengan progesteron alami tubuh. Bisa digunakan sebagai kontrasepsi darurat setelah hubungan seksual tanpa kondom atau jika metode KB gagal (misalnya kondom bocor).
- Andalan Postpil 2 Tablet. Kontrasepsi darurat yang mengandung levonorgestrel, dapat digunakan untuk mencegah kehamilan.
- Microlut 0.03 mg 35 Tablet. Mengandung levonorgestrel 30 mikrogram, bisa digunakan untuk mencegah kehamilan tanpa mengganggu siklus menstruasi normal.
Studi Tentang Levonorgestrel
Studi StatPearls (2025) mengungkapkan bahwa, Levonorgestrel bekerja optimal dengan cara menghambat atau menunda ovulasi pada fase pra-ovulasi.
Levonorgestrel sangat efektif untuk mencegah kehamilan, jika digunkaan di fase pra-ovulasi. Pada tahap tersebut, levonorgestrel dapat mencegah pecahnya folikel serta pelepasan sel telur yang siap dibuahi, sehingga mencegah terjadinya pembuahan.
Selain itu, efektivitas obat ini juga dinilai lebih tinggi jika dikonsumsi sesegera mungkin, setelah hubungan seksual tanpa pelindung, khususnya sebelum terjadinya ovulasi
Peringatan sebelum Menggunakan Levonorgestrel
Perhatikan beberapa hal berikut ini sebelum menggunakan Levonorgestrel:
- Obat ini tidak boleh digunakan sebagai kontrasepsi rutin harian, hanya untuk keadaan darurat.
- Informasikan kepada dokter jika kamu memiliki riwayat asma, penyakit hati berat, atau sindrom malabsorpsi.
- Waspadai penggunaan pada pasien dengan riwayat kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan).
- Konsumsi obat ini tidak melindungi pasien dari infeksi menular seksual (IMS).
Yuk, Perhatikan Hal Ini Sebelum Mengonsumsi Pil Kontrasepsi Darurat.
Dosis Levonorgestrel
Dosis disesuaikan dengan jenis sediaan dan indikasi tubuh:
- Kontrasepsi darurat: Dosis tunggal 1,5 mg segera setelah berhubungan (paling lambat 72 jam), atau dosis terbagi 0,75 mg (2 dosis) dengan jeda 12 jam.
Cara Menggunakan Levonorgestrel
Berikut ini cara menggunakan Levonorgestrel:
- Untuk kontrasepsi darurat, minumlah tablet sesegera mungkin. Semakin cepat dikonsumsi, semakin tinggi tingkat keberhasilannya.
- Jika terjadi muntah dalam waktu 2 jam setelah meminum obat, segera konsumsi dosis pengganti.
- Gunakan air putih untuk menelan tablet, jangan menghancurkan tablet kecuali disarankan oleh dokter.
- Penting bagi pasien untuk tetap memantau siklus menstruasi berikutnya. Jika terlambat lebih dari 7 hari, segera lakukan tes kehamilan.
Efek Samping Levonorgestrel
Berikut ini efek samping umum yang mungkin terjadi saat menggunakan obat:
- Mual dan muntah.
- Kelelahan (fatigue) dan pusing kepala.
- Nyeri tekan pada payudara.
- Perubahan siklus menstruasi (bercak atau menstruasi lebih awal/lambat).
- Nyeri perut bagian bawah.
Interaksi Levonorgestrel
Levonorgestrel dapat berinteraksi dengan obat lain seperti:
- Penginduksi enzim hati (rifampisin, fenitoin, karbamazepin, primidon). Dapat menurunkan efektivitas Levonorgestrel dalam mencegah kehamilan.
- Vorikonazol, ketoconazole, itraconazole, verapamil, diltiazem, eritromicin, klaritromisin. Dapat meningkatkan konsentrasi serum dan penghambat CYP3A4.
- Penurunan konsentrasi serum dengan St.John’s Wort.
Kamu bisa Catat, Ini Cara Kerja dan Kisaran Harga Pil KB Darurat.
Kontraindikasi Levonorgestrel
Levonorgestrel tidak direkomendasikan untuk kondisi berikut:
- Kehamilan yang sudah terkonfirmasi.
- Perdarahan vagina yang penyebabnya belum diketahui.
- Penyakit hati akut atau tumor hati ganas.
- Riwayat kanker payudara atau neoplasma yang sensitif terhadap progestogen.
Evaluasi penggunaan kontrasepsi darurat sangat bergantung pada ketepatan waktu konsumsi.
Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis kandungan di Halodoc jika kamu memiliki keluhan atau pertanyaan lain seputar masalah kesehatan.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


