• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Penyakit Asam Lambung

Penyakit Asam Lambung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penyakit Asam Lambung

Pengertian Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung terjadi karena naiknya asam lambung menuju esofagus atau kerongkongan. Kondisi ini terjadi pada saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dan lambung mengalami iritasi. Naiknya asam lambung merupakan kondisi yang umum, tetapi bisa menimbulkan nyeri pada ulu hati atau mulas pada area dada bagian bawah. Masalah ini disebut juga dengan Gastroesophageal reflux disease (GERD).

Banyak orang yang mengalami gangguan refluks asam beberapa kali dalam seminggu. Seseorang dengan GERD dapat mengidap refluks asam yang ringan paling tidak dua kali seminggu, serta gangguan yang parah paling tidak sekali dalam seminggu. Maka dari itu, setiap orang dengan masalah ini perlu mengetahui beberapa cara untuk meredam gejalanya dengan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan.


 

Gejala Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung dapat menyebabkan rasa terbakar yang tidak nyaman di dada bahkan menjalar ke leher yang disebut juga dengan mulas. Hal ini dapat menjadi lebih buruk saat berbaring atau membungkuk. Saat penyakit ini kambuh, gejala yang dirasakan dapat berlangsung dalam beberapa jam dan terasa lebih buruk setelah makan.

Saat ini terjadi, kamu juga dapat mengalami perasaan asam atau pahit di bagian belakang mulut dan bahkan memuntahkan makanan atau cairan dari perut. Selain itu, GERD juga dapat menyebabkan kesulitan untuk menelan. Terkadang dapat mengakibatkan masalah pernapasan, seperti batuk kronis atau asma. Beberapa gejala lainnya yang dapat terjadi, yaitu batuk kering secara terus-menerus di malam hari, sakit pada bagian dada, adanya bau tidak sedap pada napas, dan gigi menjadi rusak.

Umumnya, penyakit asam lambung dengan kadar yang ringan hanya akan terjadi satu atau dua kali dalam sebulan dengan tidak memerlukan penanganan medis khusus. Gejala tersebut dapat diatasi dengan cara mengubah pola makan serta membeli obat di apotek. Namun, jika gejala menjadi lebih parah, disarankan untuk langsung temui dokter untuk penanganannya.

Baca juga: Tips Nyaman Puasa Bagi Pengidap Asam Lambung

 

Penyebab Penyakit Asam Lambung

Saat menelan, pita otot melingkar di bagian bawah kerongkongan yang disebut juga dengan sfingter esofagus bagian bawah akan rileks. Hal ini untuk memungkinkan makanan dan cairan mengalir ke perut, setelahnya sfingter akan menutup kembali. Saat bagian ini mengendur karena gangguan atau melemah, asam lambung dapat mengalir kembali ke kerongkongan yang menimbulkan iritasi dan radang. 

Salah satu penyebab yang paling umum dari penyakit asam lambung adalah hernia hiatus. Masalah ini terjadi ketika bagian atas perut dan sfingter bergerak di atas diafragma, yaitu otot yang memisahkan perut dari dada. Biasanya, diafragma membantu untuk menjaga asam di perut. Namun karena gangguan ini, asam dapat naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala dari penyakit ini.

 

Faktor Risiko Penyakit Asam Lambung

Penyakit asam lambung dapat memengaruhi semua orang di segala usia, terkadang terjadi tanpa alasan yang pasti. Umumnya, hal ini terjadi karena faktor gaya hidup, tetapi bisa juga karena beberapa penyebab yang sulit untuk dicegah. Salah satu penyebab yang tidak dapat dicegah adalah hernia hiatus, yaitu bagian atas lambung yang masuk ke rongga dada. 

Faktor risiko lainnya yang dapat menyebabkan gangguan ini, antara lain obesitas, sedang hamil, berusia lanjut, mengalami gastroparesis, yakni kondisi melemahnya otot dinding lambung, sehingga pengosongan lambung melambat, serta scleroderma, yaitu penyakit yang menyerang jaringan ikat.

Penyakit asam lambung juga bisa menyerang bayi, biasanya terjadi karena otot LES masih dalam tahap pertumbuhan. Gejala asam lambung naik pada bayi, yaitu gumoh atau sendawa setelah menyusu atau makan, penting untuk mewaspadainya jika gejala tak kunjung hilang setelah anak menginjak usia satu tahun.

Baca juga: Kebiasaan-Kebiasaan yang Harus Dihindari Pengidap Asam Lambung

 

Pencegahan Penyakit Asam Lambung

Salah satu cara yang paling ampuh untuk mengobati penyakit asam lambung adalah dengan menghindari makanan dan minuman yang dapat memicu gejalanya. Kamu juga harus tahu beberapa metode lainnya yang dapat dilakukan sebagai pencegahan, antara lain:

  1. Makan dengan porsi yang lebih kecil, tetapi lebih sering dan ubah jenis makanan yang dikonsumsi.
  2. Berhenti merokok.
  3. Tidur dengan menggunakan alas kepala yang lebih tinggi dari badan.
  4. Makan paling tidak 2–3 jam sebelum tidur.
  5. Cobalah untuk tidur di kursi saat tidur siang.
  6. Saat alami obesitas, ada baiknya kurangi berat badan dengan berolahraga dan mengatur pola makan.
  7. Hindari makanan berlemak dan asam.
  8. Batasi asupan cokelat.
  9. Jauhi makanan pedas.
  10. Kurangi minuman berkarbonasi.


Diagnosis Penyakit Asam Lambung

Untuk mendiagnosis penyakit asam lambung, terdapat beberapa langkah yang akan dilakukan oleh dokter. Gejala asam lambung naik atau refluks asam lambung ini dianggap sebuah penyakit jika gejalanya bisa muncul paling tidak hingga dua kali dalam kurun waktu satu pekan. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa langkah diagnosis lainnya. Pemeriksaan lanjutan yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Elektrokardiogram (EKG). Pemeriksaan ini ditujukan untuk melihat apakah ada penyakit jantung koroner atau serangan jantung. Kedua penyakit ini menimbulkan gejala yang mirip dengan GERD, yaitu nyeri dada.
  2. Gastroskopi. Pemeriksaan ini memanfaatkan alat khusus seperti selang berkamera, untuk mendeteksi peradangan pada esofagus atau kerongkongan (esofagitis) akibat asam lambung naik. Melalui pemeriksaan ini, sampel jaringan dari esofagus akan diambil dan diperiksa di bawah mikroskop (biopsi esofagus).
  3. Manometri Esofagus. Tes ini dilakukan untuk memeriksa irama gerakan otot saat pengidapnya tengah menelan serta mengukur kekuatan otot kerongkongan.
  4. Foto Rontgen. Pemeriksaan ini atau foto rontgen saluran pencernaan bagian atas (foto Rontgen OMD) dilakukan untuk melihat rongga saluran pencernaan atas dan lapisannya. Jika ada peradangan atau penyempitan kerongkongan, maka akan tampak hasilnya pada hasil pemeriksaan.
  5. Pengukuran Tingkat Keasaman (pH) Kerongkongan. Tes ini dilakukan dengan memasukkan selang atau kateter ke dalam kerongkongan. Selang ini terhubung ke komputer untuk mengukur tingkat keasaman kerongkongan saat pengidapnya tengah melakukan aktivitas sehari-hari.

 

Pengobatan Penyakit Asam Lambung

Ada berbagai macam cara untuk mengobati asam lambung, seperti penanganan oleh diri sendiri dan menggunakan obat khusus penyakit asam lambung. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala penyakit asam lambung:

  1. Makan dengan porsi yang kecil, tetapi sering.
  2. Berhenti merokok.
  3. Hindari cokelat, tomat, serta makanan berlemak dan pedas
  4. Turunkan berat badan, jika memang diperlukan.
  5. Tidur menggunakan bantal yang lebih tinggi.

Jika masih tidak ada perubahan pada kesehatan dalam waktu beberapa minggu, dokter mungkin saja merekomendasikan obat resep atau operasi. Nah, beberapa metode ini juga dapat dilakukan jika gangguan yang terjadi sudah parah, antara lain:

  1. Obat Pengurang Produksi Asam: Salah satu obat penyakit asam lambung yang berguna untuk mengurangi produksi asam di tubuh dikenal sebagai penghambat reseptor H-2. Obat ini dapat memberikan perasaan lega lebih lama dan dapat menurunkan produksi asam dari perut selama 12 jam.
  2. Obat Penghambat Produksi Asam: Obat penyakit asam lambung ini dapat menghalangi produksi asam dan menyembuhkan kerongkongan. Obat ini disebut sebagai penghambat pompa proton, jenis obat yang lebih kuat dibandingkan penghambat reseptor H-2. Metode pilihan ini juga dapat memberikan waktu bagi jaringan esofagus yang rusak untuk sembuh.

Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Mencegah Asam Lambung Kambuh

 

Komplikasi Penyakit Asam Lambung

Tanpa dilakukan pengobatan, penyakit asam lambung dapat menyebabkan komplikasi serius dalam jangka panjang, termasuk juga peningkatan risiko kanker. Paparan asam lambung pada bagian kerongkongan secara terus-menerus dapat menimbulkan beberapa komplikasi, antara lain:

  1. Esofagitis: Lapisan esofagus yang mengalami peradangan, menyebabkan iritasi, perdarahan, hingga ulserasi pada beberapa kasus.
  2. Striktur: Adanya kerusakan yang disebabkan oleh asam lambung sehingga membentuk bekas luka yang mengakibatkan kesulitan untuk menelan, karena makanan dapat tersangkut saat melewati kerongkongan.
  3. Esofagus Barrett: Gangguan yang menyebabkan paparan berulang karena asam lambung yang menyebabkan perubahan pada sel dan jaringan lapisan esofagus. Hal ini mampu berkembang menjadi sel kanker.


Kapan Harus ke Dokter?

Jika cara penanganan dan pencegahan di atas tidak berhasil, bisa langsung memeriksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan melalui Halodoc. Caranya mudah saja, cukup dengan download aplikasi Halodoc dan dapatkan segala kemudahan dalam akses kesehatan tanpa batas cukup dengan menggunakan smartphone. Unduh aplikasinya sekarang juga!

 

 

Referensi:
American Gastroenterological Association. Diakses pada 2021. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Gastroesophageal Reflux Disease.
Web MD. Diakses pada 2021. Heartburn Surgery.
Medical News Today. Diakses pada 2021. What is acid reflux?
 

Diperbarui pada 25 Maret 2021.

Showing response for:

Jul 7, 2020
Dok mau nanya, kalo maag sama asam lambung itu beda atau sama ya?
Secara harfiah, asam lambung merupakan cairan dalam lambung (HCl) yang memiliki tingkat kadar keasaman tertentu berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pencernaan. Sedangkan maag, merupakan serapan dari bahasa belanda yang berarti lambung. Dalam bahasa sehari-hari, kedua istilah ini sering dikonotasikan sebagai rasa nyeri pada daerah ulu hati atau perut bagian atas. Keduanya dapat berkaitan dengan produksi asam lambung yang berlebih. Penyakit asam lambung biasanya diidentikkan dengan penyakit GERD (Gastro Esofageal Refluks Disease) atau penyakit naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan. Sedangkan maag biasanya diidentikkan dengan penyakit gastritis, atau iritasi pada lapisan lambung akibat jumlah asam lambung yang berlebih.
Jul 7, 2020
Ada gak ya dok obat alami buat ngatasin asam lambung naik?
Sebelum membahas obat alami, ada beberapa tindakan yang dapat kita lakukan untuk mencegah peningkatan asam lambung, yaitu:
- Tidak terlambat makan, usahakan memiliki jam makan yang tetap (sarapan, makan siang, dan makan malam)
- Memiliki jam makan snack diantara jam makan besar.
- Tidak berbaring atau tidur sesaat setelah makan, usahakan tidur minimal 2 jam setelah makan terakhir.
- Tidak makan terlalu banyak sampai perut terasa penuh.
- Menghindari makanan berlemak seperti santan dan jeroan, makanan pedas, dan makanan yang terlalu asam.
- Menghindari meminum kopi atau teh
Nah, beberapa bahan alami berikut ini, dapat digunakan apabila kita mengalami peningkatan asam lambung. Meskipun beberapa penelitian awal telah menunjukkan manfaat, namun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menunjukkan keefektifan bahan bahan tersebut. Bahan tersebut antara lain:
- Susu
- Pisang
- Jahe
- Kacang-kacangan
Jul 7, 2020
Dok kalo GERD sama asam lambung itu sama atau enggak ya?
Secara harfiah, asam lambung merupakan cairan dalam lambung (HCl) yang memiliki tingkat kadar keasaman tertentu berfungsi untuk membunuh mikroorganisme dan mengaktifkan enzim pencernaan. Penyakit asam lambung biasanya diidentikkan dengan penyakit GERD (Gastro Esofageal Refluks Disease) atau penyakit naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan. Jadi bisa dibilang kedua penyakit ini hampir sama. GERD merupakan istilah baku pada medis, sedangkan asam lambung biasanya merupakan istilah umum dan awam untuk penyakit yang ditimbulkan akibat peningkatan asam lambung.