• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Penyakit Jantung
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Penyakit Jantung

Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
penyakit-jantung-halodocpenyakit-jantung-halodoc

Penyakit jantung adalah kondisi ketika jantung mengalami gangguan. Beberapa jenis penyakit jantung, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner, merupakan suatu penyakit jantung yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah di jantung.
  • Penyakit jantung bawaan, merupakan suatu masalah jantung yang ditemukan sejak bayi, yang paling umum ditemukan adalah kebocoran katup jantung.
  • Infeksi jantung (endokarditis), merupakan suatu infeksi pada lapisan dalam jantung.
  • Gagal jantung, merupakan suatu kegagalan otot jantung untuk memompakan darah secara memadai ke seluruh tubuh.
  • Aritmia, merupakan suatu gangguan irama jantung yang menyebabkan denyut jantung tidak normal.

Penyebab Penyakit Jantung

Penyebab dan faktor risiko dari penyakit jantung tergantung pada jenis gangguan yang diidap, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner, disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah di jantung. 
  • Penyakit jantung bawaan, hingga saat ini tidak diketahui dengan pasti penyebabnya. Beberapa faktor risikonya, antara lain ibu terinfeksi rubella saat hamil, ibu mengonsumsi obat tertentu saat hamil, atau adanya kelainan gen.
  • Infeksi jantung (endokarditis), umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri. Bakteri yang paling umum ditemui sebagai penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus beta hemolyticus grup A.
  • Gagal jantung, umumnya disebabkan oleh penyakit jantung koroner, infeksi, atau adanya kelainan katup jantung.
  • Aritmia, umumnya disebabkan oleh kelainan bawaan, adanya otot jantung yang mati karena penyakit jantung koroner, konsumsi alkohol atau kafein yang berlebihan, stres, atau efek samping obat tertentu.

Faktor Risiko Penyakit Jantung

Beberapa faktor risiko penyakit jantung antara lain gaya hidup tidak sehat, seperti makan makanan tinggi karbohidrat atau lemak, obesitas, jarang melakukan aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok. Riwayat keluarga juga memainkan peran besar akan risiko penyakit jantung.

Gejala Penyakit Jantung

Beberapa gejala penyakit jantung, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner, gejala utamanya adalah nyeri dada, yang dapat disertai dengan sesak napas, nyeri yang menjalar ke lengan kiri, atau ke rahang.
  • Penyakit jantung bawaan, gejalanya dapat berupa sesak dan terlihat membiru saat menangis atau menyusu, bengkak di sekitar mata dan di tungkai, serta berat badan tidak bertambah.
  • Infeksi jantung (endokarditis), gejalanya berupa demam, denyut jantung tidak teratur, sesak napas, bengkak di perut atau tungkai, serta batuk-batuk.
  • Gagal jantung, gejalanya berupa sesak napas yang makin berat saat beraktivitas, sesak napas yang makin berat saat berbaring, tungkai bengkak, dan perut membesar.
  • Aritmia, gejala yang dapat timbul berupa jantung berdebar-debar, rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, sensasi melayang, bahkan hingga pingsan.

Diagnosis Penyakit Jantung

Dokter akan mendiagnosis penyakit jantung dengan diawali wawancara medis lengkap, yang diikuti dengan pemeriksaan fisik yang menyeluruh, serta pemeriksaan penunjang jika diperlukan. Beberapa pemeriksaan penunjang tersebut, antara lain:

  • Elektrokardiogram (EKG), yaitu pemeriksaan untuk melihat aliran listrik dan irama jantung. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memasang beberapa sadapan (berbentuk seperti penjepit) ke tubuh pasien. EKG merupakan pemeriksaan yang paling umum dilakukan pada mereka yang diduga mengalami gangguan jantung.
  • Ekokardiografi, yaitu pemeriksaan untuk melihat bagian dalam jantung, fungsi pompa jantung, dan fungsi katup jantung. Pemeriksaan ini terutama dilakukan pada mereka yang diduga mengalami gagal jantung, penyakit jantung bawaan, dan kelainan katup jantung.
  • Treadmill test, yaitu pemeriksaan irama jantung yang dilakukan sembari pasien melakukan aktivitas fisik (treadmill). Pemeriksaan ini umumnya dilakukan untuk mendeteksi dini penyakit jantung koroner.
  • Angiografi, yaitu pemeriksaan jantung yang dilakukan dengan cara memasukkan suatu alat yang berfungsi sebagai kamera ke dalam pembuluh darah jantung untuk melihat adanya sumbatan di dalam pembuluh darah jantung.

Pengobatan Penyakit Jantung

Pengobatan penyakit jantung tergantung pada gangguan yang diidap, antara lain:

  • Penyakit jantung koroner, pengobatan bertujuan untuk mencegah terjadi sumbatan lebih berat di pembuluh darah jantung, dengan memberikan pengidap obat pengencer darah (seperti aspirin atau clopidogrel) dan nitrat. Jika sumbatan sudah sangat berat, dokter akan membuka sumbatan di pembuluh darah melalui tindakan percutaneous coronary intervention (PCI).
  • Penyakit jantung bawaan, pengobatan dilakukan dengan tindakan pembedahan untuk menutup kebocoran pada katup atau sekat jantung.
  • Penyakit infeksi jantung, pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik yang sesuai dengan jenis kuman yang menginfeksi, antiradang, serta pengencer darah.
  • Penyakit gagal jantung, pengobatan bertujuan untuk mengurangi cairan di dalam tubuh, sehingga menurunkan kerja jantung. Dokter akan memberikan obat untuk meningkatkan kekuatan jantung dalam memompa darah.
  • Penyakit jantung aritmia, pengobatan bertujuan untuk mengendalikan irama jantung, dengan memberikan obat-obatan yang mempengaruhi irama jantung, seperti beta blocker, diltiazem, dan verapamil. Jika tidak ada perbaikan, dokter akan melakukan tindakan ablasi jantung untuk mengontrol aliran listrik yang tidak sesuai di jantung.

Komplikasi Penyakit Jantung 

Penyakit jantung harus mendapatkan penanganan medis dan perawatan yang tepat, untuk menurunkan risiko komplikasi. Ada beberapa komplikasi penyakit jantung yang bisa muncul, antara lain: 

  • Aneurisma, yaitu pembesaran dinding pembuluh arteri. 
  • Arteri perifer, kondisi yang terjadi karena tersumbatnya aliran darah ke kaki. 
  • Stroke iskemik.
  • Gagal jantung. 
  • Serangan jantung. 
  • Henti Jantung Mendadak. 

Pencegahan Penyakit Jantung

Pada penyakit jantung bawaan, upaya pencegahan yang efektif belum ditemukan hingga saat ini. Namun demikian, pada penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan aritmia, beberapa upaya pencegahan dapat dilakukan, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan tinggi serat, rendah gula, dan rendah lemak.
  • Menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari paparan asap rokok.
  • Memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala.
  • Melakukan latihan fisik, seperti joging, bersepeda, dan berenang, setidaknya 30 menit setiap hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejala seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar-debar, serta sesak napas atau kulit kebiruan pada bayi terutama ketika menyusu, sebaiknya segera periksakan diri ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Biar lebih mudah, buat janji medis melalui aplikasi Halodoc. Semakin cepat ditangani, risiko komplikasi berbahaya bisa semakin diturunkan. Download aplikasi Halodoc sekarang di App store atau Google Play! 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Heart Disease.
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Heart Disease.
WebMD. Diakses pada 2022. Anatomy and Circulation of the Heart.
Diperbarui pada 21 Juni 2022.