
DAFTAR ISI
- Apa Itu Terbutaline?
- Merek Dagang Terbutaline
- Studi tentang Terbutaline
- Peringatan sebelum Menggunakan Terbutaline
- Dosis Terbutaline
- Cara Menggunakan Terbutaline
- Efek Samping Terbutaline
- Interaksi Terbutaline
- Kontraindikasi Terbutaline
Perhatian Penting
1. Artikel ini bersifat edukasi dan ditujukan hanya untuk tenaga kesehatan.
2. Pasien tidak diperbolehkan menggunakan informasi ini untuk penggunaan mandiri.
3. Semua keputusan terapi harus berdasarkan pemeriksaan dokter.
Apa Itu Terbutaline?
Terbutaline adalah obat kelompok bronkodilator dari golongan agonis reseptor beta-2 adrenergik selektif kerja pendek (short-acting beta-agonist atau SABA).
Obat ini bekerja dengan cara merangsang reseptor beta-2 pada otot polos bronkus, yang memicu peningkatan siklik adenosin monofosfat.
Proses ini menyebabkan relaksasi otot polos saluran pernapasan sehingga saluran napas yang menyempit dapat melebar.
- Golongan: Bronkodilator.
- Kategori: Obat keras (resep)
- Manfaat: Meringankan gejala sesak napas akibat penyempitan saluran udara pada penderita asma, bronkitis, atau emfisema.
- Digunakan oleh: Dewasa dan anak-anak.
- Terbutaline untuk ibu hamil: Kategori C, studi pada hewan menunjukkan adanya risiko efek samping. Obat hanya digunakan jika benar-benar diperlukan atas saran dokter.
- Terbutaline untuk ibu menyusui: Terbutaline dapat terserap ke dalam ASI.
- Bentuk obat: Tablet, sirup, cairan inhalasi atau nebuliser, dan injeksi (suntik).
Merek Dagang Terbutaline
Beberapa merek dagang Terbutaline:
- Forasma Sirup 60 ml. Obat asma dalam bentuk sirup yang mengandung Terbutaline Sulfate, dirancang untuk memudahkan pemberian dosis bagi anak-anak yang mengalami sesak napas atau batuk akibat penyempitan saluran napas.
- Astherin 2.5 mg 10 Tablet. Obat bronkodilator dalam bentuk tablet yang digunakan untuk terapi jangka panjang maupun pencegahan serangan asma, bronkitis kronis, dan emfisema pada orang dewasa maupun anak-anak.
- Bricasma Inhaler 2.5 mg 5 Respules. Sediaan cairan inhalasi dalam unit dosis (respules) yang digunakan menggunakan alat nebuliser, untuk memberikan efek lega secara cepat pada saluran pernapasan saat terjadi serangan asma akut.
- Lasmalin 2.5 mg 10 Tablet. Mengandung Terbutaline yang bekerja merelaksasi otot-otot di saluran pernapasan, membantu pasien bernapas lebih lega saat terjadi gangguan pernapasan obstruktif.
- Nairet 2.5 mg 10 Tablet. Obat tablet yang berfungsi sebagai bronkodilator untuk membantu membuka saluran napas yang tersumbat, umumnya diresepkan untuk manajemen gejala asma bronkial dan penyakit paru obstruktif kronik.
Cari tahu selengkapnya Apa itu Asma? Gejala, Penyebab & Pengobatan.
Studi Tentang Terbutaline
Riset yang dipublikasikan dalam The Journal of Allergy and Clinical Immunology (2020) menjelaskan bahwa, Terbutaline adalah obat yang efektif meredakan serangan asma secara cepat.
Penelitian ini menekankan bahwa, bagi penderita asma berat, penggunaan Terbutaline melalui suntikan (injeksi subkutan) memberikan hasil yang lebih baik dalam membuka saluran pernapasan dibandingkan hanya mengandalkan obat minum.
Studi tersebut juga menyoroti pentingnya dosis yang tepat agar obat bekerja maksimal tanpa menimbulkan efek samping jantung berdebar yang berlebihan.
Secara keseluruhan, riset ini mempertegas posisi Terbutaline sebagai standar pengobatan darurat yang aman dan ampuh untuk mengembalikan fungsi pernapasan normal saat terjadi serangan.
Peringatan sebelum Menggunakan Terbutaline
Sebelum meresepkan atau memberikan Terbutaline, penting bagi tenaga kesehatan untuk mengevaluasi riwayat medis pasien secara mendalam demi keamanan terapi.
- Penyakit jantung: Hati-hati penggunaan pada pasien dengan riwayat aritmia, penyakit jantung iskemik, atau hipertensi berat.
- Diabetes melitus. Terbutaline dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia), sehingga pasien diabetes memerlukan pemantauan ketat.
- Hipokalemia. Penggunaan dosis tinggi berisiko menurunkan kadar kalium darah, terutama jika dikombinasikan dengan obat diuretik.
- Hipertiroidisme. Pasien dengan kelenjar tiroid yang terlalu aktif lebih rentan terhadap efek samping kardiovaskular dari obat ini.
Dosis Terbutaline
Penentuan dosis sangat bergantung pada bentuk sediaan obat serta kondisi klinis yang sedang ditangani oleh dokter.
Bronkospasme akut (oral)
- Dewasa dan anak di atas 15 tahun: Dosis awal 2.5 -3 mg, tiga kali sehari, hingga 5 mg tiga kali sehari sesuai kebutuhan.
- Anak di bawah 12 tahun: Dosis awal 0.05 mg/kg/dosis tiga kali sehari. Dapat ditingkatkan secara bertahap maksimal 5 mg/hari.
- Anak usia 12-15 tahun: 2.5 mg, tiga kali sehari.
Cara Menggunakan Terbutaline
Kepatuhan terhadap tata cara penggunaan obat menjamin efektivitas bronkodilatasi maksimal dan meminimalkan risiko efek samping sistemik.
- Tablet atau sirup. Konsumsi secara teratur di waktu yang sama setiap hari. Obat ini dapat diminum sebelum atau sesudah makan.
- Nebuliser. Pastikan pasien bernapas secara normal melalui masker atau mouthpiece hingga cairan obat dalam wadah habis teruapkan.
- Penyimpanan. Simpan pada suhu ruangan, jauh dari cahaya matahari langsung, dan jangan membekukan sediaan cairan.
- Evaluasi. Jika sesak napas tidak membaik atau justru memburuk setelah pemakaian, segera lakukan tindakan medis darurat.
Efek Samping Terbutaline
Terbutaline dapat memengaruhi berbagai sistem organ, terutama jika diberikan dalam dosis tinggi atau secara sistemik.
Efek samping umum:
- Tremor (getaran halus pada tangan).
- Jantung berdebar (palpitasi).
- Sakit kepala dan pusing.
- Kram otot.
- Mual dan muntah.
- Kecemasan.
- Berkeringat.
- Nyeri dada.
Efek samping serius:
- Peningkatan denyut jantung.
- Hiperglikemia sementara.
- Hipokalemia.
- Aritmia jantung.
- Edema paru.
- Iskemia miokard.
Ketahui selengkapnya, Ini 5 Cara Mencegah agar Asma Tidak Kambuh.
Interaksi Terbutaline
Risiko efek samping atau perubahan efektivitas obat dapat terjadi jika Terbutaline digunakan bersamaan dengan substansi medis lainnya.
- Dapat meningkatkan risiko perdarahan dan gangguan irama ventrikel serius, jika digunakan bersama dengan anestesi halogenasi.
- Mengurangi efek penggunaan obat antidiabetes.
- Meningkatkan risiko hipokalemia jika digunakan dengan obat diuretik (penurun kalium).
- Memicu edema paru jika digunakan bersama dengan agonis beta dan kortikosteroid.
Ketika asma menyerang, jangan panik dulu. Kamu bisa memilih salah satu dari beberapa rekomendasi obat asma dalam artikel ini: Ini 5 Rekomendasi Obat Asma Inhaler yang Bagus dan Efektif.
Kontraindikasi Terbutaline
Terdapat beberapa batasan di mana Terbutaline tidak boleh diberikan karena risiko bahaya yang tinggi bagi pasien.
- Hipersensitivitas terhadap Terbutaline atau obat simpatomimetik lainnya.
- Penderita dengan riwayat kardiomiopati obstruktif hipertrofik.
Pemantauan fungsi paru dan kadar elektrolit disarankan pada penggunaan jangka panjang atau dosis tinggi.
Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc, jika kamu memiliki keluhan atau pertanyaan lain seputar masalah kesehatan.
Tak perlu bingung cari obat, kamu bisa dapatkan di apotek 24 jam terdekat dari rumah, karena ada Apotek Online Halodoc.
Obat dan produk kesehatan di Toko Kesehatan Halodoc dijamin 100% asli dan tepercaya. Produk dikirim dari apotek terdekat dari rumahmu, diantar dalam waktu 1 jam.
Segera download Halodoc untuk pengalaman belanja obat online dengan praktis!


