• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kesulitan Bicara pada Anak Jadi Gejala Sindrom Rett
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Kesulitan Bicara pada Anak Jadi Gejala Sindrom Rett

Kesulitan Bicara pada Anak Jadi Gejala Sindrom Rett

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Februari 2021
Kesulitan Bicara pada Anak Jadi Gejala Sindrom Rett

Halodoc, Jakarta - Namanya mungkin asing, tetapi sindrom Rett perlu diwaspadai setiap orangtua karena bisa membuat anak sulit bicara. Sindrom ini adalah kelainan perkembangan dan saraf genetik langka yang memengaruhi cara otak berkembang, menyebabkan hilangnya kemampuan motorik dan bicara secara progresif.

Sebagian besar bayi dengan sindrom Rett tampaknya berkembang secara normal selama 6 hingga 18 bulan pertama, dan kemudian kehilangan keterampilan yang sebelumnya mereka miliki, seperti kemampuan merangkak, berjalan, berkomunikasi, atau menggunakan tangan. Lebih lanjutnya, simak ulasan berikut!

Baca juga: Si Kecil Alami Retardasi Mental, Ibu Lakukan Ini

Gejala Sindrom Rett: Anak Sulit Bicara hingga Berbagai Masalah Kesehatan

Bayi dengan sindrom Rett biasanya terlihat tumbuh dan berperilaku normal selama enam bulan pertama. Setelah itu, tanda dan gejala mulai terlihat. Perubahan yang paling mencolok biasanya terjadi pada usia 12 sampai 18 bulan, selama beberapa minggu atau bulan. Namun, gejala dan tingkat keparahannya dapat sangat bervariasi dari anak ke anak.

Salah satu gejala sindrom Rett adalah hilangnya kemampuan komunikasi, sehingga membuat anak sulit bicara. Anak-anak dengan sindrom Rett juga bisa kehilangan kemampuan untuk melakukan kontak mata, dan berkomunikasi dengan cara lain. 

Mereka mungkin tidak tertarik pada orang lain, mainan, dan lingkungannya. Beberapa anak mengalami perubahan yang cepat, seperti kehilangan kemampuan bicara secara tiba-tiba. Seiring waktu, anak-anak secara bertahap dapat memperoleh kembali kontak mata dan mengembangkan keterampilan komunikasi nonverbal.

Baca juga: Inilah 4 Cacat Lahir yang Bisa Terjadi pada Si Kecil

Selain anak sulit bicara, ada berbagai gejala lain yang ditimbulkan oleh sindrom Rett, yaitu:

  • Pertumbuhan melambat. Pertumbuhan otak melambat setelah lahir. Lebih kecil dari ukuran kepala normal (mikrosefali) biasanya merupakan tanda pertama bahwa seorang anak mengidap sindrom Rett.
  • Kehilangan gerakan dan kemampuan koordinasi. Termasuk kontrol tangan yang berkurang dan kemampuan merangkak atau berjalan normal menurun. Awalnya, hilangnya kemampuan ini terjadi dengan cepat dan kemudian berlanjut secara bertahap. 
  • Gerakan tangan yang tidak normal. Anak dengan sindrom Rett biasanya mengembangkan gerakan tangan berulang tanpa tujuan yang mungkin berbeda untuk setiap orang. Misalnya, meremas-remas tangan, bertepuk tangan, mengetuk atau menggosok tangan.
  • Gerakan mata yang tidak biasa. Anak dengan sindrom Rett cenderung memiliki gerakan mata yang tidak biasa, seperti menatap tajam, berkedip, mata juling, atau menutup satu mata pada satu waktu.
  • Masalah pernapasan. Termasuk menahan napas, pernapasan cepat yang tidak normal (hiperventilasi), menghembuskan udara atau air liur secara paksa, dan menelan udara.
  • Mudah marah dan menangis. Anak dengan sindrom Rett mungkin menjadi mudah gelisah dan tersinggung seiring bertambahnya usia. Beberapa anak mungkin mengalami ketakutan dan kecemasan.
  • Perilaku abnormal. Termasuk ekspresi wajah yang tiba-tiba dan aneh dan tawa yang panjang, menjilat tangan, dan menjepit pakaian.
  • Cacat kognitif. Kehilangan keterampilan dapat disertai dengan hilangnya fungsi intelektual.
  • Kejang. Kebanyakan orang yang memiliki sindrom Rett mengalami kejang pada suatu waktu selama hidupnya. 
  • Skoliosis. Umum terjadi pada anak dengan sindrom Rett. Ini biasanya dimulai antara usia 8 dan 11 tahun dan meningkat seiring bertambahnya usia. 
  • Detak jantung tidak teratur. Ini adalah masalah yang mengancam jiwa bagi banyak anak dan orang dewasa dengan sindrom Rett dan dapat mengakibatkan kematian mendadak.
  • Gangguan tidur. Dapat berupa waktu tidur yang tidak teratur, tertidur di siang hari dan terjaga di malam hari, atau terbangun di malam hari dengan menangis atau menjerit.

Baca juga: Cara Tepat Pilih Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus

Tanda dan gejala sindrom Rett bisa jadi tidak kentara pada tahap awal. Gunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter anak di rumah sakit segera, jika ibu mulai melihat masalah fisik atau perubahan perilaku setelah perkembangan anak yang tampak normal, seperti yang dijelaskan tadi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Rett Syndrome.
WebMD. Diakses pada 2021. Rett Syndrome: What to Know.