• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 10 Fakta tentang Penyakit Kulit Rosacea
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 10 Fakta tentang Penyakit Kulit Rosacea

Ketahui 10 Fakta tentang Penyakit Kulit Rosacea

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 17 September 2021
Ketahui 10 Fakta tentang Penyakit Kulit Rosacea

“Ketimbang pria, penyakit kulit rosacea lebih rentan dialami oleh wanita, terutama pada mereka yang berkulit terang. Gejalanya sendiri hilang dan timbul dalam beberapa minggu atau bulan, dan dapat diatasi dengan beberapa langkah mandiri di rumah.”

Halodoc, Jakarta – Baru-baru ini, Maia Estianty berbicara lewat kanal YouTube Maia AlElDul Tv mengenai penyakit kulit langka yang dialaminya. Penyakit kulit langka tersebut dikenal dengan sebutan rosacea. Jika sudah terkena, penyakit tidak dapat disembuhkan. Langkah penanganannya pun hanya sebatas mengontrol gejala agar tidak mudah kambuh.

Baca juga: Awas, Konsumsi Gula Berlebih Bisa Memicu Masalah Kulit

Fakta Penyakit Kulit Rosacea

Rosacea ditandai dengan ruam kemerahan pada area hidung, dagu, pipi dan dahi. Jika tidak diatasi dengan langkah yang tepat, gejala akan memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Pembuluh darah di wajah pun akan semakin terlihat jelas. Gejala kadang diikuti dengan bintil kemerahan yang berisi nanah. Berikut ini fakta penyakit kulit rosacea yang perlu kamu ketahui:

  1. Rosacea adalah penyakit kulit kronis, tidak dapat disembuhkan, mudah dikontrol dan dikelola secara medis.
  2. Rosacea umumnya mempengaruhi area pipi dan hidung, sehingga tampak seperti kupu-kupu.
  3. Ruam dan kemerahan tampak berbeda pada masing-masing pengidap, tergantung pada kondisi dan faktor risiko pemicu munculnya gejala.
  4. Hidung tampak membengkak dan kemerahan.
  5. Diikuti dengan masalah pada mata, seperti pembengkakan, kemerahan pada kelopak mata, dan mata merah. 
  6. Sering disalah artikan sebagai ruam pipi, terlalu lama terpapar sinar matahari, atau jerawat.
  7. Gejala yang muncul dipicu oleh konsumsi alkohol, makanan panas atau pedas, stres, merokok, dan hawa panas.
  8. Rosacea tidak menular.
  9. Rosacea yang tidak diobati cenderung memburuk dari waktu ke waktu.
  10. Jika diidentifikasi sedari dini, perawatan yang tepat memungkinkan pengidap dapat menjalani hidup seperti layaknya orang normal.

Jika kamu ingin bertanya lebih lanjut seputar fakta penyakit kulit rosacea yang telah disebutkan, diskusikan hal tersebut dengan dokter kulit di aplikasi Halodoc, ya. Jika belum memiliki aplikasinya, silahkan download terlebih dulu di sini.

Baca juga: Hati-Hati, Ini Gejala Penyakit Kulit Kronis yang Bisa Dialami Orang Dewasa

Atasi Rosacea dengan Langkah Mandiri di Rumah

Orang yang memiliki riwayat rosacea perlu mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Jika gejala muncul, kamu bisa mengatasi dengan beberapa langkah sederhana berikut ini:

1. Gunakan tabir surya. Pengidap rosacea memiliki kulit wajah yang sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari. Oleh karena itu, kamu disarankan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30.

2. Jangan gosok terlalu keras. Seseorang dengan riwayat penyakit rosacea dilarang menggosok kulit wajahnya terlalu keras. Hal tersebut dapat memicu iritasi kulit.

3. Gunakan pelembap. Pengidap rosacea biasanya memiliki kulit sangat kering. Pelembap digunakan agar kulit tidak semakin kering dan terasa perih.

4. Gunakan produk non-komedogenik. Bagi seseorang dengan riwayat rosacea, memilih perawatan wajah yang berlabel non-komedogenik disarankan. Produk tersebut tidak akan menyumbat pori-pori yang memicu munculnya bintil merah.

5. Batasi minuman beralkohol. Minuman jenis ini dapat meningkatkan sirkulasi darah di area wajah. Hal tersebut akan membuat kemerahan di wajah semakin parah.

6. Hindari makanan pedas. Dilansir dari jurnal Dermatology Practical & Conceptual, mengonsumsi makanan pedas dapat memperburuk gejala hingga 75 persen.

7. Jangan sembarangan menggunakan krim. Untuk mengatasi rosacea, jangan gunakan krim bebas di pasaran. Pasalnya, krim-krim yang dijual bebas mengandung steroid dapat memperburuk gejala.

Baca juga: Siapa Saja yang Berisiko Mengidap Rosacea?

Langkah terakhir untuk meminimalkan munculnya gejala adalah menghindari sejumlah faktor risikonya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pengidap perlu menghindari konsumsi minuman panas, makanan panas dan pedas, konsumsi alkohol.

Di samping itu, pengidapnya juga perlu menghindari suhu ekstrim dan paparan langsung sinar matahari, olahraga berlebihan, kosmetik tertentu, serta obat yang memberikan efek melebarkan pembuluh darah.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi:

Detik. Diakses pada 2021. Curhat Maia Estianty Punya Penyakit Kulit Rosacea, Apa Itu?

MedicineNet. Diakses pada 2021. What Is the Main Cause of Rosacea?

National Rosacea Society. Diakses pada 2021. All About Rosacea.

American Academy of Dermatology. Diakses pada 2021. HOW TO PREVENT ROSACEA FLARE-UPS.