• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 10 Gejala Awal Tifus yang Sering Diabaikan

Ketahui 10 Gejala Awal Tifus yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Penting untuk lebih memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi di luar rumah, seperti jajanan pinggir jalan. Hal ini berkaitan dengan kebersihan makanan. Jika kamu mengonsumsi makanan yang kotor, tercemar, dan mengandung bakteri, maka sangat memungkinkan berdampak pada kesehatan.

Penyakit yang disebabkan oleh makanan tidak higienis salah satunya penyakit tifus. Jika penyakit tifus menyerang, maka berpotensi pada komplikasi yang berbahaya. Maka itu, penting untuk mengetahui gejala penyakit tifus. Lantas, seperti apa gejala awal penyakit tifus?

Baca juga: Rentan Terjadi saat Banjir, Ini 9 Gejala Penyakit Tifus

Gejala Tifus yang Harus Diketahui

Seseorang yang terserang tifus bisa mengalami beragam keluhan pada tubuhnya. Gejala tifus pada anak-anak dan orang dewasa umumnya tidak terlalu berbeda. Gejala tifus yang muncul ini bisa ringan maupun berat. Nah, gejala yang umumnya ini bergantung pada kesehatan, usia, dan riwayat vaksinasi pengidapnya. 

Masa inkubasi bakteri penyebab tifus (Salmonella typhi) berkisar 7-14 hari. Masa ini dihitung ketika bakteri masuk ke dalam tubuh hingga menimbulkan gejala. Lantas, seperti apa gejala umum yang terjadi saat seseorang terserang virus? 

Berikut ini gejala tifus menurut WHO dan National Institutes of Health - MedlinePlus:

  1. Gejala awal termasuk demam, perasaan tidak enak badan dan sakit perut. Demam tinggi (39.5 derajat Celcius) atau diare yang parah terjadi karena penyakit semakin memburuk.
  2. Beberapa orang mengembangkan ruam yang disebut "bintik-bintik mawar," yaitu bintik-bintik merah kecil di perut dan dada.
  3. Mimisan.
  4. Feses berdarah.
  5. Kesulitan memperhatikan (attention deficit).
  6. Perasaan lambat, lamban, lemah.
  7. Sembelit atau kadang-kadang diare.
  8. Kelelahan yang parah.
  9. Kebingungan, delirium, melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada (halusinasi)
  10. Penyakit akut ditandai oleh demam berkepanjangan, sakit kepala, mual, kehilangan nafsu makan.

Baca juga: Kena Tifus, Bolehkah Tetap Beraktivitas Berat?

Hal yang perlu dipahami, sering kali gejala tifus tidak spesifik dan sering diabaikan. Bahkan, secara klinis tidak dapat dibedakan dari penyakit demam lainnya. Oleh karena itu, segera temui dokter apabila ibu, Si Kecil, atau anggota keluarga lainnya mengalami gejala-gejala di atas.

Apalagi bila demam tidak hilang pada hari ketiga hingga kelima. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan, mungkin saja tes darah untuk membantu menegakkan diagnosisnya. Jika dokter meresepkan obat, maka kamu bisa beli obat melalui aplikasi Halodoc.

Penyebaran dan Pencegahan Penyakit Tifus

Penyakit tifus bisa menyebar melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Seseorang yang mengidap tipes akut, akan mencemari air di sekitarnya melalui tinja yang sudah mengandung bakteri. Pada akhirnya, air dapat mencemari makanan. Bakteri secara bertahap hidup selama berminggu-minggu di air atau limbah kering. 

Setiap orang bisa saja menjadi pembawa bakteri dalam jangka panjang meski tidak mengalami gejala tifus. Hal itu menyebabkan dirinya menjadi sumber wabah tifus. Itulah pentingnya membuang air kecil dan besar di tempat seharusnya supaya tidak menyebarkan penyakit ke orang lain. 

Baca juga: Yang Terjadi Jika Orang Dewasa Terkena Tifus

Cara mudah mencegah penyakit tifus yaitu menghindari hama yang menyebarkannya, antara lain:

  • Menjaga kebersihan diri.
  • Mengendalikan populasi hewan pengerat (yang membawa arthropoda).
  • Menghindari perjalanan ke daerah yang pernah terjangkit tifus, atau ke negara yang berisiko tinggi.
  • Menggunakan chemoprophylaxis dengan doksisiklin, hanya pada mereka yang berisiko tinggi.

Gunakan penolak kutu, tungau, dan serangga. Lakukan pemeriksaan rutin terhadap kutu. Saat bepergian ke daerah yang rawan penyakit tifus, selalu kenakan baju berlengan panjang. 

Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada Januari 2020. Typhoid Fever
WHO. Diakses pada Januari 2020. Typhoid Fever
Mayo Clinic. Diakses pada Januari 2020. Diseases & Condition. Typhoid Fever.