• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 2 Hal yang Dapat Menyebabkan Glaukoma

Ketahui 2 Hal yang Dapat Menyebabkan Glaukoma

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Glaukoma adalah penyakit mata yang umum terjadi di kalangan orang tua. Bahkan, glaukoma merupakan salah satu penyebab utama kebutaan pada orang-orang yang berusia di atas 60 tahun. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab glaukoma? Yuk, cari tahu jawabannya di bawah ini. 

Glaukoma adalah sekelompok kondisi yang merusak saraf optik mata. Kerusakan tersebut sering dikaitkan dengan tingginya tekanan di dalam mata. Peningkatan tekanan di mata atau yang disebut tekanan intraokular, dapat merusak saraf optik yang berfungsi mengirimkan gambar ke otak, sehingga kamu bisa melihat dengan baik. Bila kerusakan semakin memburuk, glaukoma dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen atau kebutaan total dalam beberapa tahun.

Baca juga: Inilah Bedanya Katarak dengan Glaukoma

2 Hal yang Menjadi Penyebab Glaukoma

Glaukoma terjadi akibat kerusakan saraf optik. Ketika saraf tersebut berangsur-angsur memburuk, bintik-bintik buta dapat berkembang di bidang visual pengidap. Dokter masih belum mengetahui penyebab glaukoma secara pasti, tetapi penyakit mata ini biasanya dikaitkan dengan peningkatan tekanan pada mata. Berikut 2 hal utama yang menyebabkan glaukoma:

1.Tingginya Tekanan pada Mata

Peningkatan tekanan pada mata disebabkan oleh menumpuknya cairan (aqueous humor) yang mengalir ke seluruh bagian dalam mata. Cairan internal ini biasanya mengalir keluar melalui jaringan yang disebut mesh trabecular pada sudut di mana iris dan kornea bertemu. Ketika cairan diproduksi secara berlebihan atau sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, cairan tidak bisa mengalir dengan kecepatan normal. Sebagai akibatnya, tekanan pada mata meningkat. 

2.Genetik

Glaukoma cenderung diwariskan dalam keluarga. Pada beberapa orang, para ilmuwan telah menemukan adanya gen yang berkaitan dengan tekanan mata tinggi dan kerusakan saraf optik.

Sementara penyebab glaukoma yang kurang umum, antara lain:

  • Cedera tumpul atau kimiawi pada mata.
  • Infeksi mata yang parah.
  • Penyumbatan pembuluh darah di dalam mata.
  • Kondisi peradangan.

Meskipun jarang terjadi, tetapi operasi untuk memperbaiki kondisi mata lainnya juga dapat menyebabkan glaukoma.

Faktor Risiko Glaukoma

Selain 2 penyebab di atas, ada juga beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami glaukoma, yaitu:

  • Berusia di atas 60 tahun.
  • Memiliki tekanan mata internal yang tinggi (tekanan intraocular).
  • Berasal dari ras kulit hitam, Asia, atau Hispanik.
  • Memiliki riwayat keluarga dengan glaukoma.
  • Mengidap kondisi medis tertentu, seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan anemia sel sabit.
  • Memiliki kornea yang tipis di tengah.
  • Mengalami rabun jauh atau rabun dekat.
  • Pernah mengalami cedera mata atau menjalani jenis operasi mata tertentu.
  • Minum obat kortikosteroid, terutama menggunakan obat tetes mata untuk waktu yang lama.

Penting untuk mewaspadai faktor-faktor risiko glaukoma di atas, karena penyakit mata tersebut biasanya dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang signifikan.

Baca juga: Hipertensi Tingkatkan Risiko Glaukoma, Kok Bisa?

Waspadai Gejala Glaukoma

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, banyak bentuk glaukoma yang tidak menimbulkan gejala peringatan terlebih dahulu. Hal ini karena efek kondisi tersebut terjadi secara bertahap, sehingga kamu mungkin tidak menyadari perubahan dalam penglihatan sampai kondisinya sudah berada pada stadium lanjut.

Gejala glaukoma sangat bervariasi yang tergantung pada jenis dan tahap kondisi pengidap. Contohnya, gejala glaukoma sudut terbuka, antara lain:

  • Muncul blind spots di sisi penglihatan (perifer) atau di bagian tengah penglihatan, seringkali terjadi di kedua mata.
  • Tunnel vision (penyempitan area pandang) pada tingkat lanjut.

Sementara glaukoma sudut penutupan akut menimbulkan gejala-gejala, seperti:

  • Sakit kepala parah,
  • Sakit mata,
  • Mual dan muntah,
  • Penglihatan kabur,
  • Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu,
  • Mata merah.

Bila glaukoma bisa dideteksi lebih dini, kehilangan penglihatan bisa dicegah atau setidaknya diperlambat. Itulah mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara teratur untuk mengetahui tekanan pada mata, apalagi bila kamu memiliki faktor risiko glaukoma. Selain itu, segera periksakan diri ke dokter bila kamu mengalami gejala-gejala glaukoma seperti di atas.

Baca juga: Inilah 5 Jenis Glaukoma yang Perlu Diwaspadai

Untuk melakukan pemeriksaan terkait gejala kesehatan yang kamu alami, kamu juga bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihanmu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Glaucoma.
WebMD. Diakses pada 2020. Glaucoma.