• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 3 Faktor Risiko Alami Hepatitis Akut Misterius
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 3 Faktor Risiko Alami Hepatitis Akut Misterius

Ketahui 3 Faktor Risiko Alami Hepatitis Akut Misterius

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Mei 2022

“Anak-anak berusia di bawah 6 tahun rentan mengalami hepatitis akut misterius karena sistem imun tubuhnya belum terbentuk sempurna. Hal ini harus dicegah dengan tepat.

Ketahui 3 Faktor Risiko Alami Hepatitis Akut Misterius

Halodoc, Jakarta – Hepatitis akut misterius menjadi wabah yang hampir ada di setiap negara saat ini. Hepatitis akut misterius masih menjadi misteri yang belum terpecahkan hingga sekarang. 

Sejauh ini informasi yang berhasil dikumpulkan tim medis dunia adalah hepatitis misterius dipicu oleh adenovirus. Adenovirus adalah sekelompok virus yang bisa menyebabkan flu dan pilek yang biasa dialami anak-anak. 

Seperti apakah faktor risiko seseorang bisa mengalami hepatitis akut misterius, baca selengkapnya di sini!

Kelompok yang Rentan Hepatitis Akut Misterius

Hepatitis akut misterius yang masih menjadi tanda tanya besar membuat siapa pun terutama yang memiliki anak kecil perlu mewaspadainya. 

Selain usia, ada beberapa risiko lain yang bisa menempatkan seseorang pada kondisi ini.

1. Anak Berusia di Bawah 6 Tahun

Anak-anak berusia di bawah 6 tahun rentan mengalami hepatitis akut misterius karena sistem imun tubuhnya belum terbentuk sempurna. Pada rentang usia 6 hingga 18 bulan, anak-anak sangat rentan terhadap infeksi. 

Hal ini dikarenakan antibodi pelindung yang diwarisi dari ibu mereka berkurang dan anak-anak pada usia tersebut belum mengembangkan antibodinya sendiri. 

Biasanya anak-anak usia 8 sampai 10 bulan rentan terkena flu dikarenakan pada masa-masa inilah mereka terpapar banyak virus. Namun justru, infeksi flu ini membangun imun tubuh anak secara alami. 

2. Anak dengan Kondisi Gizi Buruk

Anak dengan kondisi gizi buruk rentan mengalami gangguan kekebalan tubuh. Gizi buruk membuat anak-anak menjadi kurus, lemah, kurang nutrisi, yang membuat mereka rentan terkena infeksi dan paparan virus. 

Anak-anak dengan kondisi gizi buruk rentan mengalami diare yang pada akhirnya memicu pengalihan nutrisi untuk respon imun. Demam sebagai kondisi yang kerap mengiringi gizi buruk juga meningkatkan kebutuhan energi dan mikronutrien. 

Kondisi gizi buruk ditandai dengan berat badan di bawah garis merah Kartu Menuju Sehat (KMS), kekurangan vitamin A, C, D, E, mineral zinc, zat besi, dan yodium. Kekurangan nutrisi-nutrisi tersebut membuat anak rentan terhadap infeksi.

3. Mengidap HIV

Orang dengan HIV juga menempatkan risiko terhadap hepatitis C ketimbang mereka yang tidak mengidap HIV. HIV memengaruhi sistem kekebalan, sehingga membuat orang yang terinfeksi HIV rentan akan infeksi apa pun termasuk hepatitis C. 

Menerapkan Pola Hidup Bersih

Walaupun sampai saat ini belum ada orang dewasa yang didiagnosis terinfeksi hepatitis akut misterius, namun ada kemungkinan orang dewasa dengan HIV bisa juga terkena hepatitis akut misterius. Terkait dengan imun tubuh yang lemah tersebut. 

Semenjak kemunculan kasus pertama di Oktober 2021, di rumah sakit Alabama hingga sekarang hepatitis akut misterius terjadi secara global, tercatat anak-anak yang terinfeksi berusia 1 bulan hingga 16 tahun. Kebanyakan yang terkena hepatitis akut misterius berusia di bawah 10 tahun.

Anak-anak berusia muda memang menjadi yang paling berisiko mengalami hepatitis misterius. Beberapa gejala mencolok dari hepatitis akut ini adalah sakit perut, diare, muntah, diikuti dengan penyakit kuning, yang ditandai dengan kulit atau bagian putih mata yang menguning. 

Hasil tes dari mereka yang terinfeksi hepatitis akut misterius adalah peradangan hati yang parah dengan kadar enzim hati sangat tinggi. Sangat jarang demam mengiringi gejala-gejala yang disebutkan tadi.

Menyikapi situasi hepatitis akut misterius yang masih belum diketahui penyebab pastinya, orang tua dengan anak di usia 6 tahun diimbau untuk waspada dan selalu menjaga kesehatan anak.

Adenovirus mudah menular dan menyebar melalui batuk, bersin, dan kontak dekat dengan orang yang terinfeksi. Kebersihan yang baik dan mencuci tangan yang benar sangat penting dalam mencegah penularan penyakit, terutama yang dapat menyebabkan hepatitis akut.

Pastikan anak mandi setidaknya dua kali sehari, imbau anak untuk selalu mencuci tangan setiap kali sehabis bepergian, disinfeksi permukaan yang biasa digunakan anak di rumah, dan selalu kenakan masker wajah. 

Itulah informasi mengenai faktor risiko alami hepatitis akut misterius. Kalau anak mengalami diare, muntah, dan pilek, segera buat janji pemeriksaan ke rumah sakit lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Channel New Asia.com. Diakses pada 2022. Acute hepatitis: What is the mysterious liver disease hurting children?
Livi.co.uk. Diakses pada 2022. How to boost children’s immunity this winter: 7 tips
Oxford University Press. Diakses pada 2022. The Interaction between Nutrition and Infection
Medical News Today. Diakses pada 2022. Hepatitis C and HIV coinfection
Detik Health. Diakses pada 2022. Pakar Ungkap Faktor Risiko Hepatitis Misterius Akut, Apa Saja?