Ketahui 3 Gejala dari Jantung Koroner Sejak Dini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
gejala jantung koroner

Halodoc, Jakarta - Jantung koroner merupakan penyakit jantung yang disebabkan oleh adanya penumpukan kolesterol, lemak, atau zat lain pada pembuluh darah. Untuk menghindarinya, berikut ini  3 gejala jantung koroner yang wajib kamu ketahui:

Baca juga: Benarkah Penyakit Jantung Koroner Tidak Dapat Disembuhkan?

1. Angina

Angina merupakan nyeri dada yang terjadi secara intens akibat otot jantung tidak mendapat pasokan darah yang cukup. Rasa sakitnya bisa digambarkan seperti tertimpa benda berat. Sensasi rasa sakit ini akan menyebar pada bagian lain pada tubuh, misalnya lengan, rahang, pundak, dan punggung sebelah kiri. Perlu diketahui, gejala yang muncul pada laki-laki dan wanita akan berbeda.

Pada wanita, rasa nyeri akan dirasakan pada bagian bawah dada dan perut bagian bawah. Namun, perlu diketahui bahwa tidak semua nyeri dada merupakan gejala penyakit jantung koroner. Untuk memastikannya, silahkan membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk menentukan langkah pengobatan selanjutnya.

2. Keringat Dingin

Keringat dingin terjadi ketika pembuluh darah menyempit, sehingga otot jantung akan kekurangan oksigen dan menyebabkan iskemia. Nah, iskemia inilah yang akan memicu terjadinya sensasi pada tubuh yang disebut dengan keringat dingin. Tak hanya keringat dingin, kondisi yang satu ini juga dapat memicu terjadinya mual dan muntah.

3. Sesak Napas

Sesak napas terjadi ketika jantung tidak berfungsi dengan normal, sehingga jantung kesulitan untuk memompa darah ke paru-paru, yang menjadi pemicu dari sesak napas. Biasanya, sesak napas pada pengidap jantung koroner akan disertai dengan nyeri pada dada. 

Gejala-gejala tersebut biasanya akan muncul pada pengidap di awal kemunculan penyakit. Untuk itu, segera periksakan diri ke dokter jika kamu mengalami nyeri dada yang terasa sangat intens. Terkadang orang keliru dan sering mengartikan nyeri dada sebagai “masuk angin”, yang berakibat telat mendapatkan pertolongan. 

Baca juga: 3 Pilihan Pengobatan untuk Atasi Penyakit Jantung Koroner

Penyebab dan Faktor Risiko Terjadinya Jantung Koroner

Jantung koroner terjadi karena adanya kerusakan pembuluh darah jantung atau arteri koroner yang disebabkan oleh penumpukan kolesterol, lemak, atau zat sisa hasil metabolisme tubuh. Selain itu, sejumlah faktor risiko dapat memicu terjadinya jantung koroner. Berikut ini d iantaranya:

  • Merokok. Hal ini menjadi faktor pemicu utama terjadinya penyakit jantung koroner. Kandungan nikotin dan karbon monoksida dalam asap rokok akan membebani kerja jantung, sehingga jantung bekerja lebih cepat.

  • Penyakit diabetes. Diabetes akan membuat dinding pembuluh darah menebal dan menghambat aliran darah. Pengidap diabetes memiliki risiko 2 kali lipat terserang penyakit jantung koroner.

  • Penyakit trombosis. Penyakit ini merupakan pembekuan darah yang terbentuk di pembuluh darah vena atau arteri. Jika pembekuan ini terjadi di arteri, aliran darah menuju jantung akan terhambat dan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung.

  • Kolesterol tinggi. Kolesterol adalah lemak yang dihasilkan oleh hati dan memiliki peran penting untuk proses pembentukan sel sehat. Namun, ketika kadarnya terlalu tinggi, akan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

Baca juga: 8 Pola Makan untuk Pengidap Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner sebenarnya dapat dicegah dengan menjalani pola hidup sehat, seperti berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol, kelola stres dengan baik, dan konsumsi makanan sehat bergizi seimbang. Jika dirasa kamu memiliki sejumlah kondisi yang dapat menjadi pemicu, rutin menjalani pemeriksaan gula darah dan kolesterol merupakan langkah terbaik yang dapat dilakukan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Coronary Artery Disease.
WebMD. Diakses pada 2019. Coronary Artery Disease.