• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 3 Gejala Hernia yang Bisa Terjadi pada Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 3 Gejala Hernia yang Bisa Terjadi pada Bayi

Ketahui 3 Gejala Hernia yang Bisa Terjadi pada Bayi

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 21 September 2022

“Ada beberapa gejala hernia yang bisa terjadi pada bayi. Seperti misalnya pembengkakan di dekat pusar atau tonjolan dekat pusar yang mengeras dan membesar ketika bayi menangis.”

Ketahui 3 Gejala Hernia yang Bisa Terjadi pada BayiKetahui 3 Gejala Hernia yang Bisa Terjadi pada Bayi

Halodoc, Jakarta –  Hernia adalah benjolan yang berkembang di bawah kulit, di daerah perut atau selangkangan dalam ukuran yang bervariasi. Kondisi ini paling sering terjadi di daerah perut, tapi juga bisa ditemukan di daerah seperti paha atas, pusar, dan selangkangan.

Umumnya, otot-otot di daerah perut dan daerah panggul membentuk dinding yang bisa menahan organ-organ seperti usus untuk tetap berada dalam batas-batasnya. Namun, hernia terjadi ketika ada tekanan yang mendorong organ atau jaringan melalui lubang atau titik yang lemah.

Yuk simak gejala hernia pada bayi baru lahir berikut ini!

Gejala Hernia Bayi Baru Lahir

Secara umum, ada dua jenis hernia yang bisa terjadi pada bayi, yaitu hernia inguinalis dan umbilikalis. Hernia inguinalis terjadi ketika ada benjolan pada selangkangan atau area di dekat kemaluan, sementara hernia umbilikalis terjadi saat muncul benjolan pada area sekitar pusar. 

Hernia yang terjadi pada bayi biasanya disebabkan karena usus atau organ lain dalam perut bayi mendorong pada bagian otot perut yang tidak menutup secara sempurna. Meski begitu, penyebab dari gangguan medis ini bisa lebih spesifik bergantung pada jenisnya.

Penting bayi ayah dan ibu mengenali apa saja gejala dari hernia, karena baik hernia umbilikalis maupun inguinalis cenderung memiliki gejala yang tidak jauh berbeda. Berikut ini beberapa di antaranya: 

  • Muncul Benjolan

Ini adalah gejala hernia yang paling terlihat. Benjolan pada kasus hernia umbilikalis muncul pada bagian lubang pusar sehingga sering menjadikan pusar bodong. Sementara pada kondisi hernia inguinalis, benjolan muncul pada lipatan paha bagian dalam atau testis. Ketika bayi menangis, batuk atau bersin, benjolan akan sangat menonjol. 

  • Mengalami Masalah Pencernaan

Munculnya benjolan bisa membuat proses pencernaan bayi menjadi terganggu. Sering kali, gangguan pencernaan ini berupa BAB berdarah, nafsu makan mengalami penurunan, sembelit, kembung, muntah, dan perut terasa kencang ketika ditekan. 

  • Bayi Menjadi Tidak Tenang

Hernia yang tidak berbahaya sebenarnya jarang menimbulkan rasa sakit. Namun, jika ada bagian hernia yang terjepit, sudah pasti akan menimbulkan rasa sakit sehingga anak pun menjadi rewel, sering menangis, dan tidak tenang. Jadi, kenali dengan cermat tandanya agar hernia pada bayi bisa segera tertangani.

Penanganan Hernia pada Bayi Baru Lahir 

Hernia inguinalis sering terjadi pada bayi baru lahir, terutama pada bayi yang lahir prematur atau memiliki riwayat keluarga dengan hernia. Operasi hernia adalah salah satu jenis operasi yang paling umum pada anak. 

Bayi baru lahir yang mengalami hernia perlu segera mendapatkan penanganan tepat. Bila tidak, komplikasi hernia bisa mengakibatkan bagian dari usus tersangkut di otot perut ataupun kerusakan seumur hidup pada usus karena aliran darah yang tidak cukup.

Setelah hernia terdiagnosis, dokter akan merujuk orang tua untuk memeriksakan bayi baru lahir ke ahli bedah anak atau ahli urologi anak untuk mendapatkan informasi ataupun rekomendasi medis terkait kondisi hernia anak. 

Waktu operasi tergantung pada tingkat keparahan gejala dan jenis hernia. Hernia inkarserata (usus terjebak di dinding perut) membutuhkan operasi sesegera mungkin. Operasi hernia pada bayi baru lahir umumnya memakan waktu antara 30 menit sampai 1 jam.

Hernia umbilikalis biasanya bisa sembuh tanpa memerlukan penanganan seiring dengan bertambahnya usia bayi hingga ia menginjak 1 atau 2 tahun. Namun, jika hernia ini tidak membaik hingga usia anak beranjak 4 tahun, ini waktunya ibu memeriksakan kondisi anak ke dokter.

Itulah informasi mengenai gejala hernia pada bayi baru lahir dan penanganannya. Ingin memeriksakan kondisi hernia anak, segera buat janji pemeriksaan rumah sakit lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Nation Wide Childrens.org. Diakses pada 2022. Umbilical Hernia: When Should You Worry?
University of Rochester Medical Center. Diakses pada 2022.  Inguinal Hernia in Children.
Kids Health.org. Diakses pada 2022. Umbilical Hernias.
Healthy Children.org. Diakses pada 2022. Inguinal Hernia in Infants & Children.
Stanford Medicine. Diakses pada 2022. Inguinal and Umbilical Hernias in Children.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Hernia.