Ketahui 3 Komplikasi Otitis Eksterna yang Enggak Ditangani

Ketahui 3 Komplikasi Otitis Eksterna yang Enggak Ditangani

Halodoc, Jakarta – Otitis eksterna masuk dalam jenis gangguan kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Sebab, kondisi ini bisa memicu terjadinya komplikasi berbahaya. Otitis eksterna adalah penyakit yang terjadi karena adanya peradangan pada daun telinga atau liang telinga, yaitu saluran dari lubang telinga sampai gendang telinga. Umumnya, peradangan ini terjadi karena masuknya air ke telinga dan tidak dikeringkan.

Masuknya air ke dalam telinga meningkatkan risiko bakteri serta jamur tumbuh dan berkembang. Otitis eksterna umumnya terjadi karena infeksi bakteri Staphylococcus aureus atau Pseudomonas aeruginosa. Telinga menjadi lebih mudah mengalami infeksi karena air atau debu yang masuk merusak lapisan kulit di liang telinga. Padahal, bagian tersebut memiliki peran penting, yaitu mencegah bakteri atau jamur menempel pada liang telinga.

Kondisi ini menyebabkan lapisan kulit pada liang telinga menjadi lembab. Rusaknya lapisan kulit ini bisa menyebabkan bakteri atau jamur menempel pada liang telinga dan menyebabkan infeksi. Penyakit ini bisa dikenali melalui beberapa gejala yang ditunjukkan, termasuk keluarnya cairan dari telinga.

Meski begitu, pada awalnya, gejala yang muncul sebagai tanda dari penyakit ini bersifat ringan dan tidak terlalu disadari. Namun, seiring berjalannya waktu biasanya gejala akan menjadi lebih buruk, terutama jika tidak ditangani dengan tepat. Otitis eksterna membutuhkan penanganan yang tepat dan segera untuk menghindari infeksi menyebar dan menjadi lebih buruk.

Baca juga: 4 Hal Ini Terjadi pada Telinga yang Terinfeksi Bakteri

Otitis eksterna yang masih bersifat ringan memiliki gejala berupa rasa gatal dan kemerahan pada liang telinga. Kondisi ini juga memicu gejala berupa sakit pada daun telinga, terutama saat ditarik atau ditekan dan keluar cairan bening yang tidak berbau. Pada kondisi yang lebih berat, otitis eksterna menyebabkan liang telinga menjadi semakin merah dan muncul rasa gatal yang tak tertahankan. Otitis eksterna berat juga menyebabkan rasa sakit yang lebih parah dibanding otitis eksterna ringan.

Cairan telinga yang keluar pada otitis eksterna juga lebih banyak, bahkan bisa dibarengi dengan keluarnya nanah. Otitis eksterna yang sudah berat akan menyebabkan liang telinga terasa penuh akibat penyumbatan karena cairan atau kotoran. Pada tahap yang paling parah, penyakit ini bisa menyebabkan gejala yang lebih luas, mulai dari nyeri hebat yang menjalar ke wajah, leher, dan kepala, serta pembengkakan daun telinga.

Baca juga: Benarkah Perenang Rentan Terserang Otitis Eksterna?

Komplikasi Otitis Eksterna yang Harus Diwaspadai

Jika tidak ditangani dengan tepat, otitis eksterna bisa memicu komplikasi yang berbahaya. Di antaranya:

1. Pendengaran Hilang

Otitis eksterna bisa membuat pengidapnya kehilangan pendengaran, tapi biasanya hanya bersifat sementara. Pendengaran akan kembali normal setelah infeksi ditangani.

2. Infeksi Jangka Panjang

Otitis eksterna yang tidak ditangani bisa bertahan hingga 3 bulan, dan masuk dalam tahap kronis. Biasanya, infeksi jangka panjang pada otitis eksterna terjadi karena jenis bakteri yang langka, alergi, atau kombinasi keduanya.

3. Infeksi Jaringan Dalam

Komplikasi parah yang bisa terjadi karena penyakit ini adalah infeksi jaringan dalam alias selulitis. Kondisi ini menyebabkan otitis eksterna menyebar sampai ke lapisan dalam kulit. Namun, komplikasi yang satu ini relatif jarang terjadi.

Baca juga: Telinga Berdenging Bisa Jadi Tanda Infeksi Telinga Tengah

Cari tahu lebih lanjut seputar otitis eksterna dan komplikasi yang bisa terjadi dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!