• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 3 Obat Sariawan Bayi yang Aman Dikonsumsi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 3 Obat Sariawan Bayi yang Aman Dikonsumsi

Ketahui 3 Obat Sariawan Bayi yang Aman Dikonsumsi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 27 Januari 2022
Ketahui 3 Obat Sariawan Bayi yang Aman Dikonsumsi

"Sariawan pada bayi tentu akan membuat ia menjadi tidak nyaman saat menyusu atau makan. Rasa perih yang muncul pasti sangat mengganggu kenyamanannya, bu. Meski bisa sembuh dengan sendirinya, ibu bisa membantu meringankan rasa nyerinya dengan beberapa pilihan obat berikut ini."


Halodoc, Jakarta - Banyak hal yang bisa menyebabkan bayi sariawan. Keberadaan sariawan yang dialami bayi sering kali membuatnya tidak nafsu makan atau menyusu. Sariawan dapat membuat bayi merasa perih setiap kali ada benda masuk ke mulutnya.


Di dalam dunia medis, sariawan dikenal dengan stomatitis, yaitu luka kecil di mulut yang berwarna putih atau kekuningan serta kemerahan di sekitarnya. Sariawan pada bayi bisa terjadi di pipi maupun bibir bagian dalam, lidah, dan gusi yang terasa sakit. Lantas, adakah obat sariawan bayi yang aman dikonsumsi?

Obat Sariawan Bayi yang Aman Dikonsumsi

Pada dasarnya, sariawan pada bayi bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari atau minggu. Hanya saja, ayah dan ibu tentu tidak tega menunggu selama itu dan melihat bayi kesakitan. Ada obat yang bisa digunakan untuk bayi dan aman digunakan, yaitu:

1. Obat Topikal

Salah satu obat sariawan bayi yang bisa dibeli di apotek manapun yaitu obat topikal dengan kandungan hyaluronic acid 0,2 persen. Hyaluronic acid mengobati dengan melapisi lapisan paling luar sariawan sehingga saraf yang terbuka akibat sariawan tidak terlalu sensitif. 

Proses pengobatannya pun tidak menimbulkan nyeri, sehingga bayi bisa menyusu atau makan tanpa rasa sakit dalam waktu tertentu. Obat ini meningkatkan hidrasi pada jaringan mulut yang sariawan, dengan begitu bisa mempercepat penyembuhan sariawan bayi. Tidak perlu khawatir, obat ini aman digunakan pada sariawan bayi, baik yang berukuran kecil hingga berukuran agak besar. 

2. Obat Oles

Obat oles penciclovir dan acyclovir juga termasuk obat sariawan bayi yang aman digunakan. Cara kerja obat, yaitu menghilangkan bakteri dan virus penyebab sariawan. Ibu bisa mengoleskan obat di di area sariawan setiap 2 jam (kecuali selama tidur) selama 4 hari atau sesuai arahan dokter. 

3. Obat Pereda Nyeri

Obat sariawan bayi lainnya, yaitu obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen. Dosis dan cara pemakaian obat ini sebaiknya mengikuti anjuran dari dokter, terutama jika diberikan pada bayi.

Jika sariawan belum juga sembuh setelah beberapa minggu atau kembali muncul di tempat yang sama atau tempat lain, sebaiknya periksa ke dokter anak. Ayah dan ibu bisa membuat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. 

Pastikan Bayi Terhidrasi selama Pengobatan 

Selain memberikan obat sariawan, ayah dan ibu juga perlu memperbanyak asupan cairan pada bayi. Asupan cairan juga penting untuk proses pemulihan sariawan bayi dan untuk tubuh Si kecil. Jika Si Kecil masih ASI eksklusif, ibu bisa memberikan ASI kapanpun Si Kecil menginginkannya. 

Sementara jika Si Kecil sudah MPASI, ibu bisa memberikan ia minuman seperti jus buah atau susu dingin. Perhatikan juga kebutuhan cairan disesuaikan dengan usia Si kecil. Hindari memberikan jus buah yang bisa memperparah sariawan. Selain itu, beberapa hal berikut ini juga perlu diperhatikan saat bayi sedang sariawan:

  • Hindari memberi makan bayi dengan bahan makanan yang bisa melukai gusi, yang justru bisa melukai jaringan mulut dan membuat proses penyembuhan sariawan semakin lama. 
  • Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan hindari menyikat gigi bayi terlalu keras. 
  • Hindari penggunaan dot, sebaiknya gunakan gelas minum.
  • Hindari memberikan makanan yang pedas, asin, asam yang dikhawatirkan bisa membuat sariawan semakin perih.

Nah, itulah yang perlu ayah dan ibu ketahui mengenai pengobatan sariawan bayi yang aman dilakukan. Pastikan juga untuk selalu melihat perkembangan penyembuhan sariawan pada bayi. 


Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Painful Sensation? Could Be a Canker Sore
Raising Children. Diakses pada 2021. Mouth ulcers