• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 4 Penyebab Munculnya Halusinasi Penglihatan

Ketahui 4 Penyebab Munculnya Halusinasi Penglihatan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui 4 Penyebab Munculnya Halusinasi Penglihatan

Halusinasi penglihatan merupakan kondisi yang tidak dapat disepelekan. Pasalnya, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas dan menimbulkan masalah dalam kehidupan pengidapnya. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat menjadi penyebabnya.  

Halodoc, Jakarta – Halusinasi banyak jenisnya, salah satunya adalah halusinasi penglihatan atau visual. Kondisi tersebut membuat pengidapnya seolah melihat sesuatu, tetapi sebenarnya tidak ada. Akibatnya, halusinasi penglihatan dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari-hari pengidapnya. Di samping itu, mengalami halusinasi juga indikasi akan adanya gangguan pada kesehatan baik mental maupun fisik yang tidak boleh disepelekan. 

Namun, sebenarnya apa saja penyebab dari halusinasi penglihatan? Simak informasinya di sini!

 Baca juga: Halusinasi Jadi Gejala Awal Gangguan Identitas Disosiatif

Penyebab Umum Munculnya Halusinasi Penglihatan

Halusinasi penglihatan dapat disebabkan oleh berbagai faktor pemicu, antara lain:  

  1. Konsumsi Minuman Beralkohol dan Penggunaan Narkoba

Halusinasi penglihatan dapat disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan disertai penggunaan narkoba. Jenis obat-obatan terlarang seperti ekstasi, kokain, dan golongan psikedelik layaknya LSD dapat menimbulkan efek halusinasi ketika efek sampingnya sedang bekerja. 

Kombinasi minuman beralkohol dan narkoba dapat menyebabkan seseorang melihat kilatan cahaya hingga berbicara dengan seseorang yang sebenarnya tidak ada. Halusinasi penglihatan yang timbul sebagai efek samping obat-obatan tersebut juga dapat kembali muncul suatu saat meskipun pemakaian sudah berhenti.

  1. Gangguan Kejiwaan

Gangguan pada mental dapat menjadi salah satu penyebab dari munculnya halusinasi penglihatan sebagai gejalanya. Ada beberapa kondisi yang dapat menjadi pemicunya, seperti misalnya gangguan kepribadian bipolar, skizofrenia, delirium hingga depresi berat.

  1. Gangguan pada Otak dan Saraf

Gangguan pada otak dan saraf dapat menjadi pemicu munculnya halusinasi penglihatan. Ada beberapa penyakit yang berkaitan dengan kondisi tersebut, seperti misalnya penyakit parkinson, demensia, stroke, epilepsi, penyakit alzheimer hingga tumor otak. Di samping itu, mengalami cedera berat pada kepala juga dapat menjadi faktor pemicu munculnya halusinasi penglihatan.

  1. Gangguan Penglihatan

Tidak hanya pengidap skizofrenia yang dapat mengalami halusinasi penglihatan, mereka yang memiliki gangguan penglihatan seperti pengidap sindrom Charles Bonnet juga dapat mengalaminya. Dalam beberapa kasus, mereka yang mengidap penyakit tersebut dapat melihat pemandangan kaya yang dipenuhi manusia dan hewan. 

Penyakit ini seringkali dialami oleh orang dengan usia lanjut (lansia) dan dipicu oleh masalah kondisi penglihatan yang serius, seperti degenerasi makula, katarak, atau glaukoma. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sistem penglihatan tidak dapat memproses gambar baru. Akibatnya, sistem visual pengidapnya tidak dapat memproses gambar baru. Tanpa data visual baru yang masuk dari mata, otak akan mengisi kekosongan dan membuat gambar atau mengingat gambar yang tersimpan.  

Baca juga: Delusi dan Halusinasi, Ini Gejala saat Alami Skizofrenia Paranoid

Meski begitu, penting untuk diketahui bahwa ada berbagai pemicu lain yang dapat menimbulkan halusinasi penglihatan. Kondisi seperti demam tinggi dan adanya infeksi juga dapat menjadi penyebabnya. Adanya gangguan pada tidur juga dapat memicu munculnya halusinasi penglihatan, seperti insomnia, atau mereka yang mengidap narkolepsi (mudah tertidur secara spontan).  Merasa terisolasi secara sosial dan kesepian juga berisiko mengalami  halusinasi penglihatan. 

Dalam beberapa kasus, timbulnya halusinasi merupakan indikasi akan adanya gangguan kesehatan yang serius pada diri pengidapnya. Untuk itu, bila kamu mengalaminya, ada baiknya untuk segera melakukan pemeriksaan agar segera bisa ditangani oleh psikiater. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko pengidapnya membahayakan diri sendiri dan juga orang lain di sekitarnya.  

Bagaimana Cara Mendiagnosisnya?

Penanganan dan pengobatan yang tepat terkait halusinasi visual tentu akan bervariasi, tergantung dari penyebabnya. Oleh sebab itu, pemeriksaan harus segera dilakukan bila seseorang mengalami halusinasi penglihatan. Umumnya psikiater akan memberikan beberapa pertanyaan terkait riwayat kesehatan dan gejala apa saja yang dirasakan. Selain itu, psikiater juga akan memberikan pertanyaan seperti:

  • Apa saja yang dilihat?
  • Kapan mulai mengalami halusinasi?
  • Apakah kondisi tersebut terjadi di waktu tertentu, seperti ketika akan tertidur?
  • Apakah ada gejala lain yang timbul ketika halusinasi terjadi?
  • Apakah halusinasi yang dilihat menakutkan atau menyenangkan?

Pertanyaan-pertanyaan umum yang diajukan oleh psikiater biasanya dapat memberikan petunjuk tes kejiwaan apa yang harus dijalani berikutnya. Bila penyebabnya dicurigai akibat gangguan kesehatan fisik, maka ada beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Pemeriksaan Electroencephalogram (EEG)

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi aktivitas listrik di otak, dengan menggunakan cakram logam kecil (elektroda) yang dilekatkan pada kulit kepala. Melalui pemeriksaan EEG, indikasi akan adanya epilepsi dapat dideteksi melalui sinyal listrik yang terpancar dari otak.

  • Pemeriksaan Mata

Salah satu penyebab umum timbulnya halusinasi visual adalah gangguan penglihatan. Oleh sebab itu, pemeriksaan mata juga mungkin akan dilakukan.

  • Pemeriksaan MRI

MRI atau magnetic resonance imaging adalah teknik pemindaian radiologi yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan komputer guna menghasilkan gambar struktur tubuh. Beberapa penyakit seperti tumor otak dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ini.

Baca juga: Sering Tidak Disadari, Ini 7 Gejala Tumor Otak

Bila kamu sedang merasakan stres dan bingung harus bercerita kepada siapa, kamu dapat menghubungi psikolog di aplikasi Halodoc. Nikmati kemudahan konsultasi secara langsung melalui chat/video call di aplikasinya. Psikolog yang berpengalaman dan terpercaya akan memberikan beberapa saran yang dapat digunakan untuk solusi atas masalah yang sedang kamu hadapi. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang! 

Referensi: 

WebMD. Diakses pada 2021. Why Am I Seeing Things That Aren’t Really There?
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Hallucinations
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2021. What Is Charles Bonnet Syndrome?