Ketahui 5 Gejala Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Ketahui 5 Gejala Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Halodoc, Jakarta – Sebaiknya jangan sepelekan rasa nyeri yang kamu alami ketika buang air kecil. Bisa jadi kamu mengalami obstruksi outlet kandung kemih. Kenali penyakit ini agar kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat terhadap penyakit ini.

Baca juga: Pengidap Batu Kandung Kemih Bisa Alami Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Obstruksi outlet kandung kemih adalah salah satu penyumbatan yang terjadi pada pangkal kandung kemih. Seseorang dengan kondisi ini akan mengalami pengurangan bahkan adanya penghentian aliran urine ke uretra. Kondisi ini sering terjadi pada seseorang yang telah memasuki usia lanjut. Penyakit ini juga sering menyerang para pria karena biasanya kondisi ini merupakan komplikasi dari penyakit pembesaran prostat yang hanya dialami oleh para pria.

Seseorang berisiko mengalami kondisi obstruksi outlet kandung kemih ketika mengalami beberapa penyakit, seperti:

  1. Pembesaran prostat.

  2. Batu kandung kemih.

  3. Kanker kandung kemih.

  4. Tumor di area panggul.

  5. Striktur uretra.

Gejala Obstruksi Outlet Kandung Kemih

Kenali gejala yang dialami ketika mengalami kondisi obstruksi outlet kandung kemih, yaitu:

  1. Nyeri pada perut yang terasa dalam jangka waktu yang cukup panjang.

  2. Pengidap obstruksi outlet kandung kemih memiliki frekuensi buang air kecil lebih sering dibandingkan ketika sehat, namun urine yang keluar akan sangat lambat atau kecil.

  3. Gejala lain dari kondisi ini adalah rasa nyeri ketika melakukan buang air kecil. Aliran urine yang keluar juga terputus-putus menyebabkan perasaan tidak lega ketika sedang buang air kecil.

  4. Pengidap lebih sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.

  5. Terkadang, pengidap merasakan sulit untuk memulai buang air kecil meskipun sudah terasa ingin buang air kecil. Terkadang pengidap memang tidak dapat buang air kecil.

Baca juga: Alasan Obstruktif Outlet Kandung Kemih Sering Terjadi pada Pria

Pemeriksaan Obstruktif Outlet Kandung Kemih

Ada beberapa pemeriksaan yang perlu dilakukan seseorang yang mengalami kondisi obstruktif outlet kandung kemih. Kondisi saluran kemih yang membesar menjadi diagnosis pertama untuk penyakit ini. Namun, untuk memastikannya biasa dokter menyarankan pengidap obstruktif outlet kandung kemih untuk melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan tersebut meliputi tes darah untuk mengecek fungsi ginjal, kultur urine untuk mengetahui terjadi infeksi atau tidak, tes pencitraan dengan USG bagian ginjal dan kandung kemih untuk menemukan lokasi terjadi penyumbatan urine. Tes urine juga dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya darah dalam urine.

Komplikasi Obstruktif Outlet Kandung Kemih

Pada kasus yang cukup parah, penyakit ini menyebabkan komplikasi seperti Infeksi saluran kemih berulang. Kondisi ini terjadi ketika saluran kemih mengalami infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Ada beberapa gejala yang ditimbulkan dari kondisi infeksi saluran kemih seperti demam, sakit perut dan panggul serta munculnya darah yang bercampur dengan urine.

Pengobatan Obstruktif Outlet Kandung Kemih

Pengobatan obstruktif outlet kandung kemih disesuaikan dengan penyakit yang menyebabkan komplikasi obstruktif outlet kandung kemih. Pada kebanyakan kasus, kateter dimasukkan ke uretra menuju kandung kemih untuk memperbaiki adanya penyumbatan.

Beberapa pengobatan seperti operasi dilakukan untuk pengobatan jangka panjang. Kebanyakan kondisi yang menyebabkan penyakit obstruktif outlet kandung kemih bisa ditangani dengan obat-obatan.

Tidak ada salahnya untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kondisi kesehatan dan seputar penyakit obstruktif outlet kandung kemih melalui aplikasi Halodoc. Gunakan Voice/Video Call atau Chat dengan dokter untuk memastikan kondisi kesehatanmu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadi Obstruktif Outlet Kandung Kemih