• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 6 Komplikasi pada Kehamilan Kembar
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 6 Komplikasi pada Kehamilan Kembar

Ketahui 6 Komplikasi pada Kehamilan Kembar

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 20 April 2022

“Banyak komplikasi yang mengintai pada kehamilan kembar. Termasuk peningkatan risiko keguguran, hipertensi, hingga kelahiran prematur.”

Ketahui 6 Komplikasi pada Kehamilan KembarKetahui 6 Komplikasi pada Kehamilan Kembar

Halodoc, Jakarta – Kabar duka datang dari Cristiano Ronaldo dan pasangannya, Georgina Rodriguez. Bayi laki-laki dari kehamilan kembar Georgina  meninggal dunia. Hal ini diungkapkan Ronaldo lewat akun media sosialnya baru-baru ini. 

Kehamilan kembar memang memiliki banyak risiko, baik bagi ibu maupun bayinya. Beberapa komplikasi kehamilan bisa terjadi, dan bahkan berujung fatal. Nah, berikut beberapa komplikasi kehamilan kembar yang perlu diwaspadai.

Berbagai Komplikasi pada Kehamilan Kembar

Meski tidak selalu terjadi, ada banyak risiko komplikasi yang bisa terjadi pada ibu dengan kehamilan kembar, yaitu:

  1. Hipertensi

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa terjadi pada setiap ibu hamil. Namun, risikonya meningkat pada ibu yang hamil kembar. Baik itu kembar dua, tiga, atau lebih. 

Penelitian pada 2021 yang diterbitkan di BMC Pregnancy and Childbirth dilakukan terhadap 362.821 ibu hamil. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa hipertensi lebih sering terjadi pada ibu dengan kehamilan kembar (5,95 persen) dibanding kehamilan tunggal (3,78 persen).

  1. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional adalah suatu kondisi di mana seorang ibu yang tidak menderita diabetes sebelum hamil, mengalami kesulitan mempertahankan kadar gula darah normal saat hamil. Kondisi ini dapat terjadi pada setiap ibu hamil, tetapi ibu dengan kehamilan kembar lebih berisiko tinggi mengalaminya.

  1. Persalinan dan Kelahiran Prematur

Menurut laman John Hopkins Medicine, lebih dari 60 persen bayi kembar terlahir prematur (lahir sebelum 37 minggu). Semakin tinggi jumlah janin dalam kehamilan, semakin besar risiko kelahiran dini. 

Bayi prematur lahir sebelum tubuh dan sistem organ mereka benar-benar matang. Bayi-bayi ini sering kali berukuran kecil, dengan berat lahir rendah (kurang dari 2.500 gram). 

Ini membuat para bayi memerlukan bantuan untuk bernapas, makan, melawan infeksi, dan tetap hangat. Bayi yang sangat prematur, yang lahir sebelum 28 minggu, lebih rentan lagi. 

Banyak organ mereka mungkin tidak siap untuk hidup di luar rahim ibu. Meski tidak selalu, banyak bayi kembar memerlukan perawatan di unit perawatan intensif neonatal (NICU) saat lahir.

Bayi yang lahir prematur juga berisiko mengalami komplikasi jangka panjang, berupa:

  • Displasia bronkopulmoner (BPD).
  • Masalah pernapasan umum, termasuk kemungkinan lebih tinggi terkena asma dan infeksi pernapasan.
  • Keterlambatan perkembangan.
  • Ketidakmampuan belajar, dan dalam kasus yang parah, cacat intelektual, yang mungkin tidak terlihat selama bertahun-tahun.
  • Cerebral palsy.
  • Masalah penglihatan.
  • Gangguan pendengaran.
  1. Keguguran

Ibu dengan kehamilan kembar juga rentan mengalami keguguran. Ini biasanya terjadi pada trimester pertama, dan risikonya meningkat pada kehamilan ganda. Risiko bayi lahir mati (stillbirth) juga meningkat pada trimester berikutnya.

  1. Cacat Lahir

Bayi yang lahir kembar memiliki risiko kelainan bawaan (hadir saat lahir) termasuk cacat tabung saraf (seperti spina bifida), kelainan gastrointestinal, dan kelainan jantung.

  1. Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS)

Twin to Twin Transfusion Syndrome (TTTS) adalah komplikasi yang hanya terjadi pada kehamilan kembar identik yang berbagi plasenta. Sindrom ini terjadi ketika ada ketidakseimbangan aliran darah pada janin kembar.

Hal ini membuat suplai nutrisi dan oksigen yang kedua janin butuhkan terganggu. Akibatnya, salah satu janin mendapatkan pasokan darah yang melimpah, sedangkan janin lainnya mengalami kekurangan pasokan darah.

TTTS terbilang jarang terjadi, tetapi perlu diwaspadai. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, dapat berdampak buruk pada kondisi kedua janin. Jadi, langkah penanganan perlu dilakukan dengan cepat.

Nah, itulah pembahasan mengenai risiko komplikasi kehamilan kembar yang perlu diwaspadai. Karena hanya risiko, tentunya semua kondisi tadi tidak selalu terjadi. 

Banyak juga ibu yang berhasil mempertahankan kehamilan kembar hingga bayi lahir dengan sehat. Hal ini bisa dicapai dengan rutin berkonsultasi pada dokter kandungan. 

Termasuk menjalani pemeriksaan kesehatan rutin yang diperlukan dan minum suplemen kehamilan yang disarankan. Jika dokter memberi resep, ibu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan obat dan suplemen dengan mudah, tanpa perlu keluar rumah.

Referensi:
BMC Pregnancy and Childbirth. Diakses pada 2022. Women with multiple gestations have an increased risk of development of hypertension in the future
John Hopkins Medicine. Diakses pada 2022. Complications of Multiple Pregnancy.
Very Well Family. Diakses pada 2022. Twin Pregnancy Risks and Prematurity.