• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 7 Gejala Tipes pada Lansia

Ketahui 7 Gejala Tipes pada Lansia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu pernah mendengar penyakit bernama demam tifoid? Kalau belum, bagaimana dengan tifus atau tipes? Tipes boleh dibilang sebagai penyakit “sejuta umat”, karena faktanya jutaan orang terserang penyakit ini tiap tahunnya. Mau bukti?

Menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 11-20 juta orang terserang tipes. Dari jumlah tersebut, 128.000 hingga 161.000 meninggal dunia akibat penyakit ini. Hmm, bikin khawatir kan? 

Hati-hati, tipes merupakan salah satu yang cepat menular. Penularan tipes umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi tinja yang mengandung bakteri Salmonella typhi. 

Pertanyaannya, seperti apa sih gejala tipes khususnya pada lansia?

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba


Kenali Gejala Penyakit Tipes

Terdapat beragam gejala tipes baik pada orang dewasa atau lansia. Salah satunya adalah demam yang untungnya akan cepat membaik dalam waktu tiga sampai lima hari dengan pengobatan.

Namun, jika tidak segera diobati, kondisi pengidapnya akan memburuk selama beberapa minggu, dan ada risiko signifikan dari komplikasi tipes yang mengancam jiwa. Nah, lansia dan anak-anak adalah kelompok yang rentan akan komplikasi tipes.

Seperti apa gejala tipes pada orang dewasa atau lansia? Nah, menurut National Health Service - UK dan WHO, gejala tipes bisa berupa:

  1. Demam yang bisa mencapai 39 hingga 40 derajat Celcius.
  2. Sakit kepala.
  3. Sakit dan nyeri umum.
  4. Batuk.
  5. Sembelit.
  6. Kemudian, saat infeksi berlanjut, pengidapnya mungkin kehilangan nafsu makan, merasa mual, sakit perut, dan diare. 
  7. Beberapa pasien mungkin mengalami ruam.

Ingat, dalam kasus yang parah tipes bisa menimbulkan komplikasi serius, bahkan kematian. Bagi kamu yang memiliki anggota keluarga lansia, jangan sepelekan penyakit tipes ini.

Jika mengalami gejala-gejala di atas, segera bawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Nah, kamu bisa membuat janji dengan dokter dan menemukan rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc

Baca juga: Ketahui 4 Faktor Penyebab Penyakit Tifus pada Anak

Cegah Dengan Vaksin dan Pola Hidup Sehat

Meski bisa berakibat fatal pada anak-anak dan lansia, bukan berarti penyakit tipes tidak dapat dicegah. Nah, untungnya terdapat berbagai cara untuk mencegah penyakit ini, salah satunya melalui vaksinasi. 

Vaksin tipes di Indonesia sebenarnya masuk masuk dalam jadwal imunisasi anak. Vaksin tipes amat dianjurkan bagi anak yang berusia dua tahun, kemudian diberikan kembali tiap tiga tahun sekali. 

Di samping itu, menurut ahli di National Institutes of Health, pemberian vaksin ini juga perlu dilakukan sebelum berkunjung ke daerah yang menjadi endemik penyakit tipes. Selain itu, mereka yang bekerja di bidang kuliner seperti koki, juga dianjurkan untuk memperoleh vaksin tipes. 

Hal yang perlu ditegaskan, pemberian vaksin tipes tidak menjamin 100 persen kebal terhadap bakteri penyebab tipes. Artinya, risiko untuk terserang tipes tetap ada, tapi gejala-gejala yang terjadi tidak separah gejala pada mereka yang belum mendapatkan vaksin sama sekali.

Selain vaksin, ada beberapa cara lainnya untuk mencegah penyakit tipes, yaitu melalui pola hidup sehat, yaitu:

  • Selalu menjaga kebersihan tangan.
  • Hindari mengonsumsi makanan atau sayuran mentah. 
  • Bila harus membeli minuman, belilah air minum dalam kemasan.
  • Kurangi membeli secara sembarangan.
  • Hindari buah dan sayuran mentah, kecuali dicuci terlebih dahulu hingga bersih. 
  • Hindari mengonsumsi es batu yang tidak dibuat sendiri.
  • Hindari makanan mentah.

Baca juga: Tifus Bisa Disebabkan oleh Makanan, Benarkah?

Bagaimana, tertarik untuk mencoba cara-cara di atas? Nah, bagi kamu yang ingin membeli obat atau vitamin untuk mengatasi keluhan kesehatan atau meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu repot keluar rumah. Sangat praktis, bukan? 



Referensi:
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Typhoid fever
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Typhoid fever
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Typhoid fever
WHO. Diakses pada 2021. Typhoid
Kementerian Pertanian Indonesia - Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner. Diakses pada Januari 2020. Dampak Salmonellosis Terhadap Kesehatan, Sosial, dan Ekonomi