Ketahui 8 Faktor yang Tingkatkan Risiko Kanker Testis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui 8 Faktor yang Tingkatkan Risiko Kanker Testis

Halodoc, Jakarta – Testis merupakan salah satu organ penting bagi pria. Testis berfungsi menghasilkan hormon seks dan sperma. Ketika ada gangguan pada testis, seorang pria tentu tidak dapat melakukan reproduksi dengan baik. Kanker testis adalah kondisi yang berisiko menghambat jalannya reproduksi. Ini terjadi ketika sel-sel di dalam skrotum bermetasis, sehingga berkembang secara abnormal dan membentuk sel kanker.

Baca Juga: Pria dengan Mr P Bengkok Rentan Terkena Kanker Testis, Benarkah?

Dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker testis jarang terjadi. Kalaupun terjadi, kanker biasanya menyerang pria berusia antara 15-35 tahun. Meski jarang terjadi, sebagian besar kasus kanker testis diobati bahkan jika kanker telah menyebar di luar testis. Terbentuknya sel kanker pada testis disebabkan oleh berbagai faktor. Sebagian faktornya dipicu oleh penyakit tertentu atau masalah yang berkaitan dengan kesuburan.

Faktor yang Meningkatkan Kanker Testis

Ketahui beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker testis, yaitu:

  1. Kriptorkismus

Laki-laki yang mengalami kriptorkismus atau testis yang tidak turun berpeluang tinggi mengidap kanker testis. Kondisi ini sering dialami bayi laki-laki akibat testis tidak berkembang sempurna di dalam rahim. Normalnya, testis berpindah ke skrotum saat lahir atau di tahun pertama kehidupan. Apabila tidak bergerak ke bawah biasanya anak laki-laki membutuhkan pembedahan untuk menurunkan testis.

  1. Karsinoma In Situ

Timbulnya sel-sel abnormal di dalam testis disebut karsinoma in situ. Sebetulnya, kondisi ini tidak bersifat kanker karena tidak menimbulkan benjolan dan tidak ada gejala lainnya. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi kanker. Karsinoma in situ sering muncul ketika seorang pria melakukan biopsi testis untuk memeriksa infertilitas.

  1. Pernah Mengidap Kanker

Pria yang punya riwayat kanker testis berisiko kembali mengidap kanker testis bahkan risikonya  dapat meningkat sampai 12-18 kali. Walaupun angkanya terlihat cukup tinggi tetapi faktanya hanya sebagian kecil pria yang mengalaminya.

Baca Juga: Apa yang Terjadi ketika Buah Zakar Diangkat Akibat Kanker Penis?

  1. Riwayat Keluarga Kanker

Pria yang memiliki orangtua dengan riwayat kanker, terutama kanker testis berpeluang memilikinya di kemudian hari. Jika saudara laki-laki yang mengidap kanker, maka peluangnya bisa meningkat sebesar 8 kali. Peningkatan risiko diduga disebabkan oleh perubahan gen.

  1. Hipospadia

Hipospadia adalah kondisi penis dan uretra mengalami kelainan sejak lahir. Pria yang mengalami hipospadia ternyata punya kecenderungan untuk mengembangkan kanker testis. 

  1. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis adalah benjolan di daerah selangkangan yang disebabkan oleh bagian usus (usus) yang menyelinap melalui kelemahan pada dinding perut (berok). Kondisi ini diduga juga memicu kanker testis.

  1. HIV atau AIDS

Pria yang mengidap HIV/AIDS memiliki peningkatan risiko kanker testis. Namun, sebagian besar kasus kanker testis tidak terkait dengan menjadi HIV positif.

  1. Mikrolitiasis Testis

Mikrolitiasis testis atau munculnya bintik kalsium dalam testis biasanya menimbulkan nyeri dan pembengkakan. Pengidap mikrolitiasis yang disertai masalah kesuburan atau kriptorkismus bisa mengembangkan kondisi kanker testis.

Itulah berbagai risiko yang dapat meningkatkan peluang terjadinya kanker testis. Kalau kamu ingin tahu lebih mendalam seputar penyakit ini, hubungi dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja.

Baca Juga: Kanker Testis Sebabkan Kemandulan, Mitos atau Fakta?

Kanker testis adalah salah satu kondisi yang sulit dicegah. Namun, kamu mungkin bisa mencegah beberapa faktor pemicunya. Lakukan pemeriksaan testis secara teratur untuk mencari masalah yang dapat mengembangkan kanker. Semakin awal dideteksi, maka kanker semakin mudah diobati.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Testicular cancer.
Cancer Research UK. Diakses pada 2019. Testicular cancer.