• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui 8 Penyakit yang Membutuhkan Donor Darah

Ketahui 8 Penyakit yang Membutuhkan Donor Darah

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui 8 Penyakit yang Membutuhkan Donor Darah

Selain untuk menggantikan darah yang hilang akibat operasi atau cedera, donor darah juga diperlukan oleh orang yang mengidap penyakit tertentu. Contohnya, penyakit ginjal atau kanker yang bisa menyebabkan anemia. Infeksi parah atau penyakit hati juga bisa membuat orang kekurangan darah, sehingga membutuhkan donor darah. Belum lagi, gangguan perdarahan seperti hemofilia atau trombositopenia.

Halodoc, Jakarta – Donor darah adalah tindakan yang bisa membantu menyelamatkan nyawa seseorang. Ada banyak orang yang memerlukan transfusi darah karena mengalami kondisi tertentu. Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, sekitar 5 juta orang Amerika membutuhkan transfusi darah setiap tahun.

Donor darah seringkali dibutuhkan untuk menggantikan darah yang hilang akibat operasi atau cedera. Namun, selain itu, sumbangan darah ini juga dibutuhkan bagi orang yang mengidap penyakit tertentu yang mencegah tubuhnya membuat darah atau beberapa komponen darah dengan benar. 

Beberapa orang perlu mendapatkan transfusi darah secara rutin akibat kondisi medis yang mereka miliki. Perawatan dengan transfusi darah disebut juga terapi transfusi. Lantas, penyakit apa saja yang membutuhkan donor darah? Berikut ulasannya.

Baca juga: Ketahui Cara Donor Darah yang Aman saat Pandemi

Memahami Donor Darah dan Manfaatnya

Darah terdiri dari beberapa komponen, antara lain:

  • Sel darah merah, yang bertugas membawa oksigen dan membantu membuang produk limbah.
  • Sel darah putih bertugas membantu tubuh melawan infeksi.
  • Plasma adalah bagian cair dari darah.
  • Trombosit membantu proses pembekuan darah.

Nah, donor darah membantu menyediakan bagian darah yang kamu butuhkan, dengan sel darah merah yang paling sering ditransfusikan. Kamu juga bisa menerima darah utuh yang mengandung semua bagian, tetapi transfusi darah utuh jarang dilakukan.

Sebelum donor darah bisa ditransfusikan kepada seseorang, darah terlebih dahulu perlu diuji di laboratorium untuk memastikan bahwa darah donor cocok dengan darah si penerima. Darah yang disumbangkan juga akan diskrining secara menyeluruh untuk melihat apakah ada agen infeksi atau faktor lain yang bisa membahayakan kesehatan penerima. Dengan begitu, darah dipastikan benar-benar aman untuk ditransfusikan kepada orang lain.

Baca juga: 7 Syarat Umum yang Harus Dipenuhi Sebelum Donor Darah

Ada beberapa kondisi di mana donor darah diperlukan, antara lain:

  • Orang yang menjalani prosedur operasi yang besar perlu mendapatkan donor darah untuk menggantikan darah yang banyak hilang selama operasi.
  • Donor darah juga digunakan untuk orang yang mengalami cedera serius akibat kecelakaan mobil atau bencana alam.
  • Orang yang mengidap penyakit yang menyebabkan tubuh mereka kekurangan darah juga sering menjadi penerima donor darah.

Penyakit yang Membutuhkan Donor Darah

Penyakit tertentu bisa membuat tubuh kamu sulit memproduksi darah yang sehat. Beberapa kondisi yang mungkin memerlukan terapi transfusi meliputi:

  1. Anemia

Pada pengidap anemia, darah tidak membawa oksigen sebanyak yang dibutuhkan ke sel-sel di seluruh tubuh. Alasannya adalah karena tidak ada cukup darah atau tidak ada cukup sel darah merah yang kaya hemoglobin dan berfungsi penuh untuk mengangkut oksigen. 

Penyebab paling umum anemia adalah kekurangan zat besi. Namun, para peneliti menganjurkan untuk membatasi penggunaan donor darah untuk jenis anemia ini. Donor darah bisa digunakan untuk mengelola dan mengobati jenis anemia, seperti anemia sel sabit, anemia aplastik, dan thalassemia.

  1. Kanker

Beberapa jenis kanker, terutama kanker sistem pencernaan, bisa menyebabkan perdarahan internal yang bisa mengakibatkan anemia. Jenis kanker, seperti kanker darah, jugabisa merusak dan mengurangi jumlah sel darah merah, putih dan trombosit. Selain itu, pengobatan kanker , seperti kemoterapi dan radioterapi juga bisa mengganggu produksi sel darah. Oleh karena itu, pengidap kanker terkadang memerlukan donor darah.

  1. Hemofilia

Hemofilia adalah kelainan perdarahan bawaan yang membuat seseorang kekurangan atau memiliki kadar rendah protein tertentu yang disebut “faktor pembekuan” dan akibatnya darah tidak membeku dengan baik. Hal ini bisa menyebabkan pendarahan yang berlebihan. Itulah mengapa donor darah terkadang diperlukan untuk menggantikan darah yang hilang.

  1. Penyakit Ginjal

Kebanyakan orang dengan penyakit ginjal biasanya mengalami anemia. Hal itu karena penyakit ginjal membuat organ tersebut tidak bisa membuat cukup eritropoietin (EPO) hormon penghasil darah. Kadar EPO yang rendah menyebabkan jumlah sel darah merah menurun yang akhirnya menyebabkan anemia. Pada pengidap gagal ginjal yang berat yang tubuhnya sudah tidak bisa lagi memproduksi sel darah merah yang cukup, ia perlu mendapatkan donor darah.

  1. Penyakit hati

Orang yang mengidap penyakit hati yang parah atau gagal hati akut berisiko mengalami perdarahan berlebihan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter akan memberikan transfusi darah.

  1. Infeksi parah

Infeksi berat atau sepsis yang bisa mencegah tubuh menghasilkan darah atau beberapa bagian darah dengan benar juga terkadang memerlukan donor darah.

  1. Penyakit sel sabit

Ini adalah jenis anemia yang memengaruhi hemoglobin dan mengubah bentuk sel darah merah. Donor darah bisa sangat membantu ketika pengidap penyakit sel sabit berada dalam krisis. Dokter mungkin akan melakukan transfusi darah untuk mengobati rasa sakit, masalah dada, atau luka kaki dan untuk mencegah stroke.

  1. Trombositopenia

Trombositopenia adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki cukup trombosit dalam darah yang menyulitkan pembekuan darah. Kondisi ini bisa berkisar dari ringan hingga berat. Sebagian orang bisa mengalami gejala berupa perdarahan hebat, sehingga donor darah perlu ditransfusikan.

Baca juga: Mengidap Trombositopenia, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Itulah penyakit yang membutuhkan donor darah. Bila kamu mengidap salah satu penyakit di atas, sebaiknya segera temui dokter untuk mendapatkan perawatan sebelum penyakit berkembang semakin parah. Kamu juga bisa beli obat-obatan yang kamu butuhkan untuk mengendalikan kondisi kesehatan yang kamu miliki melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, cukup order saja lewat aplikasi dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Transfusion Therapy.
American Red Cross. Diakses pada 2021. Why Patients Receive Blood Transfusions.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Blood transfusion.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything you need to know about blood transfusions and anemia.
American Cancer Society. Diakses pada 2021. Blood Transfusions for People with Cancer.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2021. Anemia and Chronic Kidney Disease.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Liver Failure.
Healthline. Diakses pada 2021. Low Platelet Count (Thrombocytopenia)