• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Aturan Penggunaan Pil KB yang Tepat dan Benar
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Aturan Penggunaan Pil KB yang Tepat dan Benar

Ketahui Aturan Penggunaan Pil KB yang Tepat dan Benar

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 10 Januari 2022

“Penggunaan pil KB menjadi salah satu cara paling efektif untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan. Faktanya, pil KB mencegah kehamilan sebesar 99,7 persen. Dengan kata lain, hanya 3 dari 1.000 wanita yang mendapatkan kehamilan saat menggunakan pil KB.”

Ketahui Aturan Penggunaan Pil KB yang Tepat dan Benar

Halodoc, Jakarta – Pil KB mengandung sejumlah hormon buatan manusia, seperti estrogen, progesteron, dan progestin. Keduanya berfungsi untuk menghambat aspek-aspek tertentu dari siklus menstruasi guna mencegah kehamilan. Selain itu, pil KB dapat mengentalkan lendir di sekitar leher rahim, sehingga menyulitkan sperma untuk memasuki rahim dan mencapai sel telur.

Aturan Tepat dalam Menggunakan Pil KB

Pil KB yang paling umum dipakai adalah kombinasi, yaitu pil yang berisi campuran hormon estrogen dan progesteron. Pil kombinasi ini tersedia dalam kemasan 28 hari, 21 hari, 90 hari, atau 365 hari. Sebagian besar pil dalam kemasan aktif, yang berarti mengandung hormon. 

Terdapat juga pil tidak aktif dalam beberapa paket. Pil KB non-hormonal ini disebut dengan pil plasebo atau sintetis yang berisi progestin. Jika mengonsumsinya, seorang wanita bisa saja mengalami perdarahan seperti saat menstruasi. Baik pil kombinasi atau non-hormonal, berikut ini aturan pakai yang tepat:

1. Pil Kombinasi

Seperti pada penjelasan sebelumnya, jenis pil KB ini tersedia dalam kemasan 28 hari, 21 hari, 90 hari, atau 365 hari. Berikut ini penjelasannya masing-masing:

  • Paket 28 hari. Paket ini berisi 21-26 pil aktif yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Sisanya tidak mengandung hormon aktif.
  • Paket 21 hari. Paket ini berisi 21 pil aktif yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Selama tujuh hari kemudian, jangan konsumsi pil KB untuk memicu datangnya menstruasi.
  • Paket 90 hari. Paket ini berisi 84 pil aktif yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Sisanya tidak mengandung hormon aktif. Pengguna akan mengalami menstruasi pada tujuh hari terakhir setiap tiga bulan.
  • Paket 365 hari. Paket ini diminum setiap hari selama satu tahun. Seiring berjalannya waktu, perdarahan menstruasi semakin sedikit, bahkan berhenti sama sekali.

2. Pil Plasebo

Pil plasebo ini hanya berisi satu hormon tidak aktif, yaitu progestin. Jenis pil KB ini biasanya diresepkan kepada beberapa kelompok orang berikut:

  • Mengalami efek samping penggunaan estrogen.
  • Seorang perokok dan berusia di atas 35 tahun.
  • Sedang menyusui.
  • Memiliki tekanan darah tinggi.
  • Mengidap dermatitis, yaitu peradangan pada kulit yang menyebabkan ruam gatal.

Sama seperti pil kombinasi, pil plasebo harus dikonsumsi setiap hari. Pil KB yang bisa juga disebut dengan minipil ini hadir dalam kemasan 28. Efek samping yang sering terjadi setelah penggunaan adalah perdarahan atau bercak darah dalam waktu singkat.

Bagaimana Jika Melewatkan Satu Dosis Penggunaan?

Jika diminum rutin sesuai jadwal, pil KB efektif mencegah kehamilan. Namun, terkadang beberapa orang lupa mengonsumsinya. Lantas, bagaimana jika melewatkan satu dosis penggunaan? Apakah langsung berdampak pada kehamilan tak terduga?

Jika terlewat satu dosis penggunaan, disarankan untuk memakai kondom untuk mencegah kehamilan. Tergantung dari jenis pil KB yang dikonsumsi. Jika menggunakan pil non-hormonal, kamu bisa langsung meminum pil sesegera mungkin. Kemudian, minum pil berikutnya.

Dengan kata lain, kamu mengonsumsi 2 pil dalam satu hari. Jika melewatkan 2 dosis, jangan minum langsung 3 dosis sekaligus dalam satu hari. Ikuti saja alur konsumsi seperti biasa. Kemungkinan besar kamu menghabiskan pil KB melebihi jadwal yang seharusnya.

Kamu juga tidak disarankan untuk berhubungan intim tanpa menggunakan kondom selama 7 hari ke depan. Hal tersebut meningkatkan risiko terjadi kehamilan yang tidak direncanakan. Namun, jika kamu menginginkan kehamilan, kamu bisa berhenti mengonsumsi pil KB.

Apa pun jenis yang dikonsumsi, kamu tetap bisa mendapatkan kehamilan setelah berhenti mengonsumsinya. Beberapa bulan ke depan, menstruasi kembali ke siklus alami. 

Hal yang perlu ditegaskan, jangan sembarangan untuk mengonsumsi pil KB. Pasalnya, orang dengan kondisi medis tertentu mungkin tak dianjurkan untuk menggunakan pil ini. Untuk lebih jelasnya tentang hal tersebut, silahkan bertanya pada dokter lewat aplikasi Halodoc, ya. Jika kamu ingin mengetahui informasi menarik lainnya seputar kehamilan, download Halodoc sekarang juga.

Referensi:
Planned Parenthood. Diakses pada 2021. How do I use the birth control pill?
WebMD. Diakses pada 2021. How and When to Take Birth Control Pills.
Flo. Diakses pada 2021. How to Take Birth Control Pills: A Step-by-Step Guide.
Queensland Government. Diakses pada 2022. 9 types of contraception you can use to prevent pregnancy (with pictures!).