• Home
  • /
  • Ketahui Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hepatitis A

Ketahui Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hepatitis A

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Bahaya Ibu Hamil yang Alami Hepatitis A

Halodoc, Jakarta - Hepatitis A adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV). Penyakit ini menular dan rentan terjadi di daerah-daerah padat penduduk yang sanitasinya buruk. Berbeda dengan hepatitis B dan C, hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis dan jarang berakibat fatal. 

Meskipun begitu, penyakit ini tetap tidak boleh disepelekan dan perlu segera diobati. Ibu hamil adalah salah satu kelompok individu yang rentan terserang infeksi. Lantas, apa bahayanya jika seorang ibu hamil mengidap hepatitis A? 

Baca juga: Lebih Bahaya Mana, Hepatitis A, B, atau C?

Bahaya Hepatitis A pada Kehamilan

Dilansir dari laman Healthline, infeksi hepatitis A selama kehamilan membuat ibu hamil berisiko mengalami persalinan prematur yang lebih tinggi, terutama jika infeksi terjadi selama trimester kedua atau ketiga. Peningkatan risiko lain yang terkait dengan infeksi hepatitis A, yaitu kontraksi uterus prematur, solusio plasenta, dan ketuban pecah dini.

Meskipun ada peningkatan risiko untuk komplikasi, hepatitis A biasanya bukan kondisi yang serius. Selain itu, belum ada bukti kalau hepatitis A menyebabkan kematian pada ibu atau anak. Selain itu, hepatitis A juga jarang menular ke bayi yang lahir dari ibu yang telah terinfeksi hepatitis A.

Bagaimana Penularan Infeksi Hepatitis A?

Virus HAV umumnya ditularkan melalui kotoran yang dikeluarkan oleh pengidap hepatitis A. Sebagian besar penyebarannya dilakukan melalui kontak langsung dari orang-ke-orang dan air atau persediaan makanan yang terkontaminasi. Hepatitis A juga dapat ditularkan melalui kontaminasi darah langsung, seperti berbagi jarum dengan orang yang terinfeksi.

Hepatitis A tidak menimbulkan risiko khusus bagi ibu hamil maupun sang bayi. Infeksi maternal tidak mengakibatkan cacat lahir dan seorang ibu biasanya tidak menularkan infeksi kepada bayinya. 

Baca juga: Pengobatan dan Pencegahan Hepatitis A

Gejala Hepatitis A yang Wajib Ibu Hamil Waspadai

Infeksi hepatitis A dapat menimbulkan gejala maupun tidak. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar anak di bawah 6 tahun yang mengidap hepatitis A tidak memiliki gejala apa pun. Sedangkan orang dewasa cenderung menunjukkan gejala penyakit kuning.

Infeksi hepatitis A rata-rata berlangsung satu hingga empat minggu, tapi beberapa kasus dapat berlangsung selama berbulan-bulan. Gejala umum infeksi hepatitis A meliputi:

  • Kelelahan;
  • Mual dan muntah;
  • Rasa sakit di sekitar area mengelilingi hati;
  • Perubahan gerakan usus;
  • Kehilangan selera makan;
  • Demam ringan;
  • Urin gelap;
  • Nyeri sendi;
  • Penyakit kuning di mana kulit dan mata seseorang berwarna kekuningan.

Perlu diketahui bahwa tidak ada obat khusus untuk menangani hepatitis. Meski begitu, infeksi ini tidak menimbulkan efek jangka panjang pada pengidapnya. Setelah seseorang pulih dari infeksi, mereka memiliki antibodi terhadap hepatitis A yang memberikan kekebalan seumur hidup terhadap penyakit tersebut. 

Kunci untuk mencegah penularan hepatitis A adalah menghindari aktivitas-aktivitas yang berisiko, seperti kontak langsung dengan pengidap atau mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya. Pastikan untuk mencuci tangan setelah memegang makanan mentah dan setelah menggunakan toilet. 

Baca juga: Perlu Tahu, Fakta Lengkap Mengenai Vaksin Hepatitis A

Langkah pencegahan yang efektif adalah mendapatkan vaksin HAV. Vaksin ini diberikan sebanyak dua dosis suntikan. Dosis kedua diberikan 6 -12 bulan setelah dosis pertama. Kalau ibu punya pertanyaan lain mengenai penyakit ini atau masalah kehamilan lainnya, tanyakan saja kepada dokter Halodoc. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Infections in Pregnancy: Hepatitis A.
Mother To Baby. Diakses pada 2020. Hepatitis A and the Vaccine during Pregnancy.