• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Bahaya Kecanduan Obat Tramadol untuk Tubuh

Ketahui Bahaya Kecanduan Obat Tramadol untuk Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Bahaya Kecanduan Obat Tramadol untuk Tubuh

Halodoc, Jakarta - Dari sekian banyak jenis obat, tramadol adalah salah satu yang cukup sering disalahgunakan. Bahkan, tak jarang juga yang mengalami kecanduan tramadol.

Ya, obat tramadol sering dijadikan sebagai alternatif bagi orang yang ingin merasakan sensasi “teler”, seperti sedang mabuk alkohol. Lantas, apa saja bahaya kecanduan tramadol untuk kesehatan tubuh? Yuk simak pembahasannya lebih lanjut!

Baca juga: Tramadol, Termasuk Narkotika atau Psikotropika?

Ini Bahaya Kecanduan Tramadol yang Perlu Diwaspadai

Meski tujuan awalnya bagus, yaitu untuk meredakan sakit, kecanduan obat bukanlah hal yang baik. Termasuk pada kasus kecanduan tramadol. Orang yang kecanduan tramadol biasanya memiliki keinginan kuat untuk terus mengonsumsi obat tersebut.

Selain dapat menyebabkan kecanduan, penggunaan tramadol juga dapat menyebabkan efek samping berupa mual, muntah, sembelit, pusing, rasa kantuk dan sakit kepala. Bahkan, yang paling parahnya, kecanduan tramadol dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi otak, hingga kematian.

Namun, jika orang yang kecanduan tramadol berhenti mengonsumsi obat tersebut, ada beberapa gejala putus obat yang dapat dialami, seperti:

  • Diare.
  • Berkeringat.
  • Sakit perut.
  • Mual.
  • Nyeri otot.
  • Kegelisahan.
  • Insomnia.
  • Tremor.

Baca juga: Inilah Efek Samping Fatal Penyalahgunaan Tramadol

Lebih Lanjut Mengenai Obat Tramadol

Tramadol merupakan yang dapat digolongkan sebagai narkotika, karena obat ini termasuk dalam kelas obat agonis opioid. Obat ini biasanya diresepkan dokter sebagai analgesik atau pereda nyeri. 

Adapun cara kerjanya adalah dengan mengubah respons otak dalam merasakan sakit. Perlu diketahui bahwa tubuh manusia menghasilkan sejenis opioid yang disebut endorfin. 

Zat tersebut dihasilkan oleh otak, yang berikatan dengan reseptor atau bagian sel yang menerima zat tertentu. Reseptor tersebut kemudian mengurangi sinyal rasa sakit yang dikirim tubuh ke otak. Nah, cara kerja obat tramadol bisa dibilang mirip seperti endorfin.  

Tramadol tidak boleh digunakan sembarangan. Dokter biasanya meresepkan obat ini pada pengidap kanker, pasien yang baru saja menjalani operasi, pengidap nyeri saraf, luka atau sakit akibat kecelakaan, keseleo, patah tulang, dan lain-lain.

Namun, obat ini tidak cocok dikonsumsi oleh semua orang, sehingga penggunaannya harus benar-benar di bawah pengawasan dokter. Belum lagi, obat ini juga dapat menyebabkan efek samping, seperti yang dijelaskan tadi. 

Baca juga: 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Alami Kecanduan Obat

Harus Apa Jika Kecanduan Tramadol?

Tramadol memang terkadang diresepkan dokter sebagai pereda nyeri. Namun, karena obat ini tidak boleh digunakan sembarangan, sebaiknya jangan pernah menggunakannya tanpa anjuran dokter. Bila mengalami nyeri, seperti sakit kepala, gunakan saja aplikasi Halodoc untuk membeli obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen.

Namun, jika kamu atau orang terdekat ada yang mengalami kecanduan tramadol, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Dalam mengatasi kecanduan atau gangguan penggunaan zat apa pun, diperlukan rencana dan tindakan tertentu untuk memperhitungkan komplikasi yang mungkin timbul selama proses pemulihan.

Tentunya, hal tersebut akan sangat sulit dilakukan oleh diri sendiri. Jadi, ada baiknya menghubungi dokter atau mendaftar bantuan program perawatan kecanduan (rehabilitasi) di rumah sakit atau lembaga kesehatan lain yang dapat membantu proses pemulihan, agar aman dan tentunya berhasil.

Selama masa pemulihan, pengidap kecanduan tramadol perlu mempersiapkan diri, jika terjadi hal-hal di kemudian hari. Berikut ini beberapa tips yang bisa membantu:

  • Ketahui dan pahami betul-betul manfaat jika berhasil terbebas dari tramadol. Kemudian, jadikan hal itu sebagai motivasi untuk menjalani rehabilitasi dengan semangat.
  • Siapkan diri untuk menghadapi gejala putus obat. Waspadailah adanya gejala sakau, depresi, atau keinginan bunuh diri. Lalu, hadapilah dengan positif sebagai bagian dari proses pemulihan jangka panjang.
  • Pastikan berada dalam lingkungan yang bisa mendukung untuk terbebas dari kecanduan tramadol. Bila perlu, ikutlah terapi dalam kelompok atau bergabung dengan komunitas orang yang berhasil sembuh dari kecanduan obat.

Itulah penjelasan mengenai bahaya kecanduan tramadol dan tips mengatasi yang mungkin bisa membantu. Perlu diingat, untuk bisa sembuh dari kecanduan tramadol atau obat apa pun membutuhkan niat yang kuat, serta dukungan dari orang terdekat. Jadi, jangan lupa minta dukungan dari orang tersayang, ya.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. Tramadol HCL.
American Addiction Centers. Diakses pada 2021. What You Should Know About Quitting Tramadol.
The Primary Care Companion to The Journal of Clinical Psychiatry. Diakses pada 2021. Tramadol Dependence in a Patient With No Previous Substance History.