• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Beberapa Cara untuk Menangani Osteosarcoma
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Beberapa Cara untuk Menangani Osteosarcoma

Ketahui Beberapa Cara untuk Menangani Osteosarcoma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 22 Oktober 2020
Ketahui Beberapa Cara untuk Menangani Osteosarcoma

Halodoc, Jakarta - Kanker tulang ada banyak jenisnya. Salah satunya adalah osteosarcoma yang terjadi ketika sel-sel tulang yang abnormal terbentuk. Umumnya hal ini terjadi di sekitar tulang yang ukurannya panjang, seperti tulang lengan dan kaki. Sel-sel abnormal itu kemudian membentuk jaringan yang membelah diri dan semakin berkembang di tulang. 

Osteosarcoma sebenarnya merupakan salah satu dari banyaknya jenis kanker tulang, yang terbilang langka. Kanker ini paling sering terjadi pada orang dewasa, mulai usia 10-20 tahun, dan lebih berisiko terjadi pada pria. Lalu, bagaimana cara menangani osteosarcoma?

Baca juga: Ini 3 Jenis Kanker Tulang Primer

Pilihan Pengobatan untuk Menangani Osteosarcoma

Untuk menangani osteosarcoma, dokter akan terlebih dahulu memastikan diagnosis, dengan cara melakukan berbagai pemeriksaan. Kondisi tulang pada kasus osteosarcoma memiliki gambaran yang khas berupa kerusakan pada tulang metafisis, dengan munculnya destruksi tulang dan pembentukan tulang baru. Gambaran tulang ini disebut codman’s triangle dan sunburst appearance.

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan CT scan dan MRI, untuk melihat struktur sel tumor dan perluasannya. Sel tumor rentan menyebar dan berisiko menimbulkan kerusakan otot dan organ lain. Selain itu, dokter juga melakukan pemeriksaan bone scan, angiografi, dan biopsi.

Setelah diagnosis dipastikan, langkah penanganan akan dilakukan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani osteosarcoma adalah:

1.Kemoterapi

Pengobatan dengan kemoterapi bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesempatan hidup pengidap osteosarcoma. Ada dua prinsip kemoterapi yang bisa dilakukan untuk menangani osteosarcoma, yaitu induction chemotherapy dan postoperative chemotherapy.

Keduanya adalah standar tatalaksana yang bertujuan untuk mengecilkan tumor dan mempertahankan struktur tulang. Selain itu, bisa juga diberikan obat-obatan kombinasi pada kemoterapi, seperti doxorubicin dan cisplatin, sebagai terapi.

Baca juga: 4 Penyebab Terjadinya Kanker Tulang pada Anak

2.Operasi

Tindakan operasi dengan limb salvage untuk menangani osteosarcoma bisa memberikan efek positif pada penghancuran sel tumor, serta mempertahankan struktur tulang agar tidak perlu dilakukan amputasi. Selain itu, rekonstruksi tulang diperlukan pada metode tersebut untuk mengembalikan stabilitas tulang dan persendian. 

Kombinasi operasi dan kemoterapi posoperatif bermanfaat untuk mencegah kekambuhan kembali sel tumor, atau setidaknya mencegah penyebarannya ke organ lain. Lebih lanjut, seperti apa penanganan yang dilakukan tergantung pada kondisi masing-masing pengidap.

Oleh karena itu, jika kamu mengalami gejala osteosarcoma, sebaiknya segera download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, agar bisa segera dilakukan pemeriksaan. Pada kebanyakan kasus, gejala awal osteosarcoma adalah rasa nyeri pada beberapa bagian tulang. Nyeri tersebut semakin bertambah seiring berjalannya waktu, dan disertai munculnya benjolan yang lunak dan hangat di dekat persendian.

Baca juga: 4 Jenis Kanker Tulang dan Cara Penyebarannya

Sementara itu, gejala lain yang juga dapat muncul, yaitu:

  • Demam.
  • Rasa nyeri yang bertambah pada malam hari.
  • Sulit mempertahankan keseimbangan.
  • Bengkak di area persendian, sehingga gerakan semakin terbatas.
  • Berkeringat di malam hari.

Apa Penyebab Osteosarcoma?

Sebenarnya, penyebab utama osteosarkoma masih belum diketahui secara jelas. Namun, sejauh ini faktor keluarga menjadi faktor risiko utama dari penyakit ini.

Selain itu, ada juga beberapa faktor risiko lain yang memicu terjadinya osteosarcoma, yaitu:

  • Radiasi. Kanker ini kerap dikaitkan dengan adanya paparan substansi radioaktif dalam jangka waktu yang lama.
  • Infeksi virus. Pemeriksaan kultur dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis osteosarcoma yang disebabkan infeksi virus.
  • Trauma. Meski jarang terjadi, pada kasus trauma akibat patah tulang yang terjadi dapat meningkatkan risiko munculnya osteosarcoma.
  • Tumor suppressor gene. Sel tumor bawaan yang muncul dari hasil genetis, yang berupa protein p53 dan RB dapat memicu terjadinya osteosarcoma.
  • Efek samping obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat-obatan seperti obat kanker alkylate, juga beresiko menimbulkan osteosarcoma.

Untuk mengetahui lebih pasti apa yang jadi penyebab osteosarcoma, sebaiknya bicarakan lebih lanjut pada dokter. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Osteosarcoma.
WebMD. Diakses pada 2020. Osteosarcoma: Symptoms, Causes, Treatment and Prognosis. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Osteosarcoma - Diagnosis and treatment.