• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Bedanya Artritis Gout dengan Osteoarthritis

Ketahui Bedanya Artritis Gout dengan Osteoarthritis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Pernah mendengar penyakit bernama artritis gout atau gout? Kalau masih asing, bagaimana dengan asam urat? Nah, gout atau asam urat adalah penyakit yang menyerang sendi karena kadar asam urat yang terlalu tinggi di dalam darah. Kondisi ini bisa menimbulkan bengkak dan rasa nyeri pada sendi tubuh. 

Ada asam urat, ada pula osteoarthritis yang bisa menyerang sendi akibat kerusakan pada tulang rawan. Kondisi ini bisa menyebabkan sendi-sendi terasa kaku, sakit, dan bengkak. Meski sama-sama menyerang sendi, asam urat dan osteoarthritis tidaklah serupa. 

Lantas, apa sih perbedaan asam urat dan osteoarthritis? 

Baca juga: Wanita Lebih Rentan Terkena Osteoarthritis, Ini 5 Penyebabnya

Kenali Gejala Asam Urat

Asam urat merupakan senyawa alami yang diproduksi tubuh. Senyawa ini terbentuk dari proses penguraian zat purin yang ada dalam makan dan minuman.

Selama kadarnya normal, maka asam urat tak menimbulkan masalah. Namun, lain lagi ceritanya ketika kadarnya meroket, maka beragam keluhan mulai bermunculan. 

Dalam tubuh yang normal, asam urat bisa larut dan keluar lewat urine. Namun, ketika tubuh menghasilkan asam urat berlebih, atau mengalami gangguan dalam membuang kelebihan asam urat, akan muncul berbagai gejala. Contohnya seperti nyeri dan bengkak pada sendi-sendi tubuh. 

Nah, berikut ini gejala asam urat menurut ahli di National Institutes of Health - MedlinePlus dan sumber lainnya:

  • Sendi tampak merah dan terasa hangat, atau lembut dan membengkak.
  • Rentan gerak jadi terbatas, mungkin tidak dapat menggerakkan persendian secara normal.
  • Umumnya, hanya satu atau beberapa sendi yang terpengaruh. Jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki adalah bagian yang sering terdampak. Terkadang, sendi-sendi lainnya bisa bengkak dan nyeri.
  • Demam (tidak selalu).
  • Rasa sakit muncul secara tiba-tiba, sering kali terjadi pada malam hari. Nyerinya sering kali menjadi parah, seperti berdenyut, terasa remuk, atau menyiksa.
  • Ketidaknyamanan yang berkepanjangan. Setelah rasa sakit yang paling parah mereda, mungkin masih terdapat rasa tidak nyaman yang berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun, serangan selanjutnya cenderung bertahan lebih lama dan mempengaruhi lebih banyak sendi.


Baca juga: Begini Cara Mencegah Asam Urat di Usia Muda

Ingat, andaikan dirimu mengalami rasa nyeri yang hebat pada persendian dan tak kunjung membaik, segera temui dokter. Kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc, kapan saja dan di mana saja.

Hati-hati, asam urat yang tidak diobati dapat menyebabkan nyeri semakin parah sehingga menyebabkan kerusakan sendi.

Osteoarthritis Gegara Masalah Tulang Rawan

Osteoarthritis adalah bentuk paling umum dari arthritis atau peradangan sendi. Kondisi ini terjadi ketika tulang rawan yang menjadi bantalan tulang dengan persendian mengalami kerusakan.

Kerusakan ini bisa menyebabkan terjadi gesekan langsung antar tulang. Nah, lama-kelamaan gesekan ini bisa merusak dan menyebabkan peradangan sendi.

Ketika memburuk, tulang taji atau tulang ekstra dapat terbentuk di sekitar sendi. Ligamen dan otot di sekitar sendi bisa menjadi lebih lemah dan kaku. Osteoarthritis bisa menyerang semua sendi, tapi sendi yang sering terdampak adalah jari tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. 

Lantas, apa penyebab osteoarthritis? Faktor “U”, alias usia menjadi faktor utamanya. Meski begitu, ada pula kondisi lainnya yang bisa meningkatkan risiko osteoartritis. Contohnya mengidap rheumatoid arthritis, mengidap obesitas, hingga mengalami cedera pada sendi.  

Baca juga: Lutut Sering Sakit, Hati-Hati Osteoarthritis

Selanjutnya, bagaimana dengan gejala osteoarthritis

  • Timbulnya rasa sakit, sendi tredampak mungkin sakit selama atau setelah bergerak.
  • Kekakuan, kekakuan sendi mungkin paling sering terjadi pada saat bangun. 
  • Kelembutan, sendi mungkin terasa lembut saat ditekan.
  • Kehilangan fleksibilitas, tidak bisa menggerakkan sendi melalui berbagai gerakannya.
  • Taji tulang, munculnya tulang tambahan seperti gumpalan keras. Taji tulang dapat terbentuk di sekitar sendi yang terkena.
  • Pembengkakan, disebabkan oleh peradangan jaringan lunak di sekitar sendi.

Kesimpulannya, penyebab asam urat dan osteoarthritis tidaklah serupa. Keduanya juga memiliki beberapa perbedaan gejala. Contohnya, asam urat umumnya menyerang jempol kaki, lutut, atau pergelangan kaki. Sementara itu, osteoarthritis umumnya menyerang sendi jari tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gout
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020.
Gout
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Osteoarthritis.
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2020.