• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Berbagai Gejala Disleksia pada Anak
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Berbagai Gejala Disleksia pada Anak

Ketahui Berbagai Gejala Disleksia pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 20 Januari 2021
Ketahui Berbagai Gejala Disleksia pada Anak

Halodoc, Jakarta - Pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan usianya memang harus menjadi perhatian khusus oleh orangtua. Ini akan membantu mengidentifikasi lebih dini apabila terjadi gangguan tumbuh kembang pada anak, seperti disleksia. Kondisi tersebut adalah masalah belajar pada sang buah hati yang kerap berakhir pada predikat malas dan bodoh untuk anak.

Padahal, tidak demikian. Disleksia tidak terjadi karena anak yang tidak suka belajar atau kecerdasan yang terbilang kurang, tetapi karena gangguan pada bagian otak yang berperan untuk memproses angka dan kata-kata. Anak dengan kondisi ini mampu mengolah angka dan kata, hanya saja dengan cara yang berbeda.

Mengenali Berbagai Gejala Disleksia pada Anak

Sebagian besar kasus disleksia pada anak terjadi karena sifat bawaan atau genetik. Jadi, orangtua yang mengidap disleksia memiliki risiko lebih besar untuk menurunkan gangguan kesehatan ini pada sang anak. Namun, perlu diingat bahwa disleksia bukanlah penyakit yang mengarah pada keterbelakangan mental, melainkan salah satu bentuk kesulitan belajar yang dialami anak. 

Baca juga: 7 Cara Membantu Proses Penyembuhan Disleksia pada Anak

Sayangnya, kondisi ini sering tidak teridentifikasi hingga anak bertumbuh remaja. Tidak salah, karena disleksia memang sangat sulit dikenali sebelum anak memasuki bangku sekolah. Akan tetapi, ibu tetap bisa memperhatikan berbagai gejala awal yang mengarah pada gangguan tumbuh kembang ini. Berikut ini beberapa di antaranya: 

  • Anak menjadi lebih lambat bicara karena kesulitan mengenali kata-kata.
  • Anak mengalami kesulitan mengucap kata yang panjang karena memiliki perbendaharaan kata yang terbatas.
  • Mengalami kelambatan ketika mempelajari kata-kata baru.
  • Mengalami hambatan ketika membentuk kata.
  • Mengalami kesulitan mempelajari abjad.
  • Kesulitan mengingat atau menyebutkan nama huruf, warna, bentuk, dan angka.

Baca juga: Anak Kesulitan Menghitung, Mungkin Saja Disleksia Matematika

Ketika memasuki usia sekolah, ibu akan lebih mudah mengenali gejala yang terjadi apabila sang buah hati mengalami disleksia. Beberapa tandanya adalah sebagai berikut:

  • Mengalami kesulitan mengeja huruf dengan baik dan benar. 
  • Mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis dengan tangan.
  • Mengalami hambatan ketika menelaah dan memahami apa yang didengarnya. 
  • Mengalami kesulitan untuk menemukan jawaban yang tepat ketika ditanya.
  • Kesulitan mengingat urutan abjad maupun angka.
  • Kesulitan menemukan persamaan dan perbedaan kata atau huruf.
  • Kesulitan mengucapkan kata baru yang baru didengarnya.
  • Lebih lambat dalam menyelesaikan tugas membaca maupun menulis.
  • Tidak suka aktivitas membaca.

Baca juga: Penyebab Disleksia dan Cara Mengatasinya yang Perlu Diketahui

Meski begitu, tidak semua gejala tadi menunjukkan anak mengalami disleksia. Sudah pasti, ibu harus memeriksakan kondisi anak secara langsung. Sekarang, membuat janji di rumah sakit terdekat sudah lebih mudah, lho, bu, karena ada aplikasi Halodoc. Jadi, ibu tidak perlu lagi mengantre ketika sedang berobat. 

Inilah mengapa fase tumbuh kembang anak menjadi waktu yang sangat penting yang harus diperhatikan penuh oleh kedua orangtua. Guna menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan, ada baiknya melakukan tindakan pemeriksaan dan pengecekan secara dini. 

Tidak hanya disleksia, anak pada fase tumbuh kembang juga rentan mengalami sejumlah kondisi medis lainnya, termasuk stunting atau pertumbuhan pendek, kurang gizi, terlambat berdiri, berjalan, hingga anemia karena kurangnya asupan zat besi. Jadi, jangan lengah, ya!



Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2021. Dyslexia.
My Dr. Diakses pada 2021. Dyslexia in Children.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Dyslexia.