• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Disleksia
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Disleksia

Ketahui Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Disleksia

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 28 Juli 2022

“Disleksia disebabkan oleh faktor genetik dalam keluarga. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perawatan sejak dini untuk mengatasi disleksia agar pengidapnya mampu meningkatkan kualitas hidup.”

Ketahui Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi DisleksiaKetahui Berbagai Penyebab dan Cara Mengatasi Disleksia

Halodoc, Jakarta – Disleksia adalah gangguan belajar yang melibatkan kesulitan membaca. Hal ini disebabkan karena adanya gangguan masalah dalam mengidentifikasi suara atau ucapan serta menghubungkan huruf dengan kata.

Namun, biasanya pengidap disleksia memiliki kemampuan akademis yang setara dengan yang lainnya. Yuk, simak lebih banyak mengenai penyebab dan cara mengatasi disleksia agar pengidap disleksia terhindar dari berbagai dampak yang mungkin terjadi dalam hidupnya.

Inilah Penyebab Disleksia

Umumnya, disleksia dapat dikenal saat anak memasuki usia sekolah. Gejala juga akan semakin terlihat saat anak mulai belajar membaca. Biasanya pengidap disleksia mengalami gejala, seperti:

  • Perkembangan membaca dan menulis yang sangat lambat.
  • Kebingungan dalam mengurutkan huruf untuk menjadi satu kata.
  • Memiliki kemampuan mengeja yang buruk.
  • Lebih mudah memahami informasi secara lisan dibandingkan tertulis.
  • Kesulitan dalam membuat perencanaan dan aturan.
  • Sering menghindari aktivitas yang memiliki kegiatan membaca.
  • Kesulitan mendengar huruf yang hampir serupa.

Lalu, apa sih yang menyebabkan seseorang mengalami disleksia? Penyakit ini berkaitan langsung dengan kondisi genetik yang ada di dalam keluarga. Hal ini terjadi akibat adanya gen tertentu yang dapat memengaruhi cara otak dalam proses membaca dan kemampuan bahasa.

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang mengalami disleksia, seperti:

  • Salah satu anggota keluarga inti mengalami disleksia.
  • Mengalami kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah.
  • Paparan alkohol, nikotin, obat-obatan tertentu, dan zat kimia saat berada dalam kandungan sehingga memengaruhi perkembangan otak janin.

Disleksia akan dialami berbeda-beda oleh setiap pengidapnya. Tingkat penyakit bisa dialami dari yang terbilang ringan hingga parah.

Cara Mengatasi Disleksia

Hingga saat ini belum ada cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi disleksia. Namun, melakukan pendeteksian dini dan perawatan yang tepat bisa membantu untuk meningkatkan kualitas hidup pengidap disleksia dan menghindari berbagai komplikasi.

Disleksia bisa dirawat dengan memberikan pendekatan dan teknik belajar yang khusus. Pengidap disleksia juga membutuhkan pembelajaran yang melibatkan pendengaran, penglihatan, hingga sentuhan untuk meningkatkan keterampilan membaca.

Selain itu, orang tua juga perlu untuk mendukung perawatan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pengidap disleksia. Nah, berikut ini hal yang bisa dilakukan untuk pengidap disleksia:

  • Mengajarkan anak untuk mengenali berbagai jenis huruf yang hampir serupa.
  • Bantu anak untuk memahami apa yang sedang ia baca.
  • Membaca dengan nyaring untuk meningkatkan akurasi. 
  • Membaca dengan ekspresi membaca.
  • Berikan anak kesempatan untuk belajar pada waktu-waktu tertentu diluar jam sekolah.

Pengidap disleksia yang tidak mendapatkan perawatan sejak dini kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam proses belajar membaca ditingkat selanjutnya. Risiko mengalami komplikasi akan lebih besar dibandingkan anak-anak yang mendapatkan perawatan sejak dini.

Berikut ini komplikasi yang mungkin dialami pengidap disleksia, seperti:

1. Mengalami Kesulitan Belajar

Kemampuan membaca adalah salah satu dasar yang harus dimiliki anak-anak untuk mempelajari keterampilan lainnya. Jika tidak diatasi sejak dini, anak akan berisiko mengalami kesulitan dalam menerima pembelajaran lainnya dan tertinggal pada bagian akademis. 

Dengan latihan dan dukungan, pengidap disleksia akan memiliki kemampuan untuk meningkatkan keterampilan membaca meskipun perkembangannya lebih lambat.

2. Mengalami Gangguan Sosial

Jika tidak diatasi, disleksia dapat menyebabkan pengidapnya merasa rendah diri, gangguan cemas, hingga menarik diri dari lingkungan dan sosial.

Itulah beberapa dampak yang bisa dialami oleh pengidap disleksia. Untuk itu, pastikan berikan dukungan dan pembelajaran yang tepat pada keluarga dengan kondisi disleksia. 

Tidak ada salahnya untuk melakukan pemeriksaan pada anak sejak dini ketika kamu dan pasangan memiliki kondisi disleksia. Buat janji pemeriksaan di rumah sakit terdekat agar kamu bisa melakukan perawatan sejak dini jika anak mengalami kondisi yang serupa. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Dyslexia.
Web MD. Diakses pada 2022. What is Dyslexia?
NHS. Diakses pada 2022. Dyslexia.