• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Bermacam Kondisi yang Bisa Sebabkan Paraplegia

Ketahui Bermacam Kondisi yang Bisa Sebabkan Paraplegia

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Paraplegia adalah kondisi yang mengacu pada kelumpuhan yang terjadi di bagian bawah tubuh dan umumnya terjadi akibat kecelakaan atau kondisi kronis. Orang dengan paraplegia akan memiliki masalah mobilitas dan mungkin memerlukan kursi roda. Namun, ada pilihan pengobatan jangka panjang untuk membantu mengurangi gejala dan komplikasi pada orang dengan paraplegia.

Kerusakan otak atau sumsum tulang belakang nyatanya juga bisa menyebabkan paraplegia. Beberapa orang juga bisa mengalami paraplegia yang tidak lengkap, yang mana ini adalah kasus ketika kelumpuhan hanya menyerang satu kaki. Ada juga beberapa jenis kelumpuhan lainnya yang dibagi berdasarkan tingkat keparahan, lokasi, atau ketegangan otot. Misalnya, monoplegia (memengaruhi satu area, seperti lengan), hemiplegia, (mempengaruhi satu sisi tubuh, seperti lengan kiri dan kaki kiri), dan tetraplegia (menyerang kedua lengan dan kedua kaki).

Baca juga:  Paraplegia Dapat Menurunkan Libido, Benarkah?

Lantas, Apa Saja Penyebab Paraplegia?

Kebanyakan paraplegia diakibatkan oleh cedera atau trauma pada sumsum tulang belakang. Mengutip Medical News Today, sejak 2015, 38,3 persen cedera tulang belakang disebabkan oleh kecelakaan kendaraan, dan 31,6 persen disebabkan oleh jatuh. Kamu bisa mengalami kerusakan pada sumsum tulang belakang karena suatu kecelakaan, misalnya kecelakaan motor, kecelakaan saat menyelam, olahraga, atau saat jatuh di rumah. 

Orang dengan paraplegia biasanya mengalami cedera pada otak atau sumsum tulang belakang yang mencegah pensinyalan ke tubuh bagian bawah. Hilangnya sinyal menyebabkan kelumpuhan tubuh bagian bawah.

Beberapa kondisi kronis juga dapat menyebabkan paraplegia. Kondisi yang mungkin menyebabkan paraplegia meliputi:

  • Tumor atau lesi pada tulang belakang atau otak.
  • Kondisi neurologis, seperti stroke atau cerebral palsy.
  • Kondisi autoimun, seperti multiple sclerosis.

Baca juga: Mengapa Pengidap Spina Bifida Berisiko Terkena Paraplegia?

Perhatikan Gejala Paraplegia Ini

Ada banyak gejala yang bisa terjadi pada paraplegia. Terkadang, gejala ini akan berubah seiring waktu, atau bahkan dari hari ke hari. Gejala mungkin termasuk:

  • Hilangnya sensasi di tubuh bagian bawah.
  • Mobilitas yang terganggu.
  • Penambahan berat badan.
  • Depresi.
  • Sensasi di tubuh bagian bawah.
  • Sakit kronis.
  • Disfungsi seksual.
  • Kesulitan dengan fungsi kandung kemih dan usus.
  • Infeksi sekunder, seperti luka baring dan masalah kulit.
  • Disrefleksia otonom.

Apakah kamu memiliki salah satu dari gejala di atas usai sembuh dari kecelakaan? Sebaiknya jangan sepelekan kondisi ini. Segera diskusikan dengan dokter di Halodoc mengenai langkah awal pengobatan yang bisa dilakukan. Dokter di Halodoc mungkin akan membantu menjelaskan serangkaian pengobatan yang perlu dilakukan untuk mencegah gejala semakin bertambah parah. 

Baca juga: Kenali Perbedaan antara Quadriplegia dan Paraplegia

Pengobatan Paraplegia

Saat ini tidak ada pengobatan untuk mencegah atau membalikkan paraplegia. Namun, beberapa gejala dan komplikasi yang terjadi dapat diobati. Beberapa orang juga dapat memperoleh kembali kendali sebagian atau penuh atas area yang terkena dampak seiring berjalannya waktu.

Misalnya, dokter mungkin meresepkan terapi fisik atau okupasi untuk membantu mengatasi masalah nyeri dan otot. Terapi fisik juga dapat membantu seseorang mempertahankan kekuatan dan jangkauan geraknya. Perangkat untuk mendukung mobilitas, seperti kursi roda atau skuter mobilitas, biasanya juga diperlukan.

Seorang dokter mungkin juga menyarankan beberapa obat. Misalnya, mengonsumsi obat untuk merilekskan otot dapat membantu meredakan nyeri atau kejang. Minum obat pengencer darah akan mengurangi risiko penggumpalan darah. Dalam beberapa kasus, pembedahan mungkin diperlukan. Pembedahan dapat membantu pembengkakan dan menghilangkan lesi.

Referensi:
Better Health Channel. Diakses pada 2020. Spinal Cord Injury - Paraplegia.
Medical News Today. Diakses pada 2020. Everything you Need to Know About Paraplegia.
Winchester Hospital. Diakses pada 2020. Paraplegia.