• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Cara Kerja Vaksin Covid pada Ibu Hamil

Ketahui Cara Kerja Vaksin Covid pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ketahui Cara Kerja Vaksin Covid pada Ibu Hamil

“Ibu hamil dengan gejala Covid-19 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi parah, komplikasi, bahkan kematian. Oleh karena itu, vaksin Covid pada ibu hamil direkomendasikan. Pemberiannya akan disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing ibu.”

Halodoc, Jakarta – Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) baru-baru ini mengeluarkan rekomendasi vaksin Covid pada ibu hamil. Sejauh ini, ada lima merek vaksin yang bisa disuntikkan pada tubuh ibu hamil. Namun hingga kini, baru dua jenis vaksin saja yang terdapat di Indonesia, yaitu Sinovac dan AstraZeneca. Lantas, bagaimana cara kerja vaksin Covid pada ibu hamil? Apakah tidak membahayakan janin dalam kandungan? 

Baca juga: Belum Bisa Divaksin, Ini Cara Jaga Kesehatan Anak Dibawah 12 Tahun

Cara Kerja Vaksin Covid pada Ibu Hamil

Food and Drug Administration (FDA) menyatakan, vaksin Covid-19 yang saat ini disahkan tidak boleh ditahan untuk diberikan pada ibu hamil. Berkaitan dengan hal tersebut, ibu hamil disarankan untuk membicarakan lebih lanjut dengan dokter guna mempertimbangkan risiko yang bisa saja terjadi. Program vaksin Covid pada ibu hamil menjadi pertimbangan karena mereka berisiko tinggi untuk mengalami kondisi parah, komplikasi, bahkan kematian.

Baik ibu hamil atau tidak, cara kerja vaksin pada masing-masing tubuh tetaplah sama. Caranya dengan menyuntikkan pajanan virus yang sudah dilemahkan, kemudian tubuh akan mengenali virus tersebut. Jika virus kembali masuk ke dalam tubuh, kekebalan tubuh akan memproduksi antibodi, berupa sel B (Immunoglobulin M dan G) untuk menyerang virus, dibarengi dengan sel pertahanan tubuh lain yang akan menghilangkan virus.

Memang belum ada penelitian yang secara khusus mengevaluasi vaksin Covid pada ibu hamil dan menyusui. Meski demikian, beberapa wanita hamil yang secara tidak sengaja terlibat dalam uji coba vaksin menunjukkan bahwa tidak terjadi efek samping pada reproduksi atau perkembangan janin. Kembali lagi, hal tersebut perlu didiskusikan lebih lanjut dengan dokter masing-masing. Berikut ini pedoman vaksin Covid untuk ibu hamil dan menyusui:

  • Jika sedang hamil atau menyusui, diskusikan pilihan vaksinasi dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter masing-masing.
  • Jangan menahan vaksinasi pada ibu hamil jika ia memilih untuk menerimanya. 
  • Lakukan diskusi yang matang agar dapat membantu pengambilan keputusan terkait penggunaan vaksin.
  • Manfaat vaksin bagi ibu hamil lebih besar ketimbang efek samping yang bisa saja muncul.

Bukan hanya ibu hamil saja yang berisiko tinggi terpapar Covid, beberapa golongan orang juga perlu menjadi prioritas dalam mendapatkan vaksin Covid. Beberapa golongan tersebut, seperti petugas kesehatan atau seseorang dengan riwayat penyakit yang dapat menyebabkan kematian.

Baca juga: Mencuci Hidung Bisa Cegah COVID-19, Benarkah?

Beberapa Pertimbangan yang Perlu Dipikirkan

Jika kamu adalah wanita hamil yang ingin menerima vaksin Covid karena kondisi medis tertentu, sebaiknya bicarakan lebih lanjut dengan penyedia layanan kesehatan untuk mengetahui apakah vaksin dapat digunakan di bawah Otorisasi Penggunaan Darurat. Berikut ini beberapa pertimbangan utama pemberian vaksin pada ibu hamil:

  • Seberapa besar kemungkinan ibu hamil terpapar virus.
  • Efek samping pemberian vaksin pada ibu dan janin.
  • Seberapa baik vaksin memberikan perlindungan dalam tubuh.
  • Bagaimana vaksin menularkan antibodi ke janin.

Baca juga: Bagaimana Cara Mengatasi Stres Akibat Bosan di Masa Pandemi?

Itulah penjelasan terkait vaksin pada ibu hamil. Baik divaksinasi atau tidak, pilihan kembali pada diri masing-masing individu. Hal yang terpenting adalah, selalu melakukan pemeriksaan rutin saat hamil guna mencegah terjadinya kondisi yang membahayakan bagi ibu dan janin. Untuk melakukan pemeriksaan, ibu bisa membuat janji langsung dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc, ya.

Referensi:

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI). Diakses pada 2021. Revisi Rekomendasi POGI untuk Bumil dengan Covid-19.

CDC. Diakses pada 2021. COVID-19 Vaccines While Pregnant or Breastfeeding.
Johns Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. The COVID-19 Vaccine and Pregnancy: What You Need to Know.
Mother to Baby. Diakses pada 2021. Is It Safe for Me and My Baby?