• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Cara Mengatasi Atrofi Berdasarkan Jenisnya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Cara Mengatasi Atrofi Berdasarkan Jenisnya

Ketahui Cara Mengatasi Atrofi Berdasarkan Jenisnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 November 2021
Ketahui Cara Mengatasi Atrofi Berdasarkan Jenisnya

“Atrofi adalah kondisi ketika jaringan otot berkurang sehingga tampak lebih kecil dari biasanya. Kondisi ini umumnya terjadi ketika seseorang tidak aktif secara fisik dalam waktu yang sangat lama. Kondisi ini terbagi dalam beberapa jenis dan dapat diatasi sesuai dengan jenis atrofi yang dialami seseorang.”

Halodoc, Jakarta – Atrofi adalah gangguan yang menyebabkan hilangnya jaringan otot. Kondisi otot yang mengalami atrofi tampaknya lebih kecil dari biasanya. Kurangnya aktivitas fisik karena cedera atau penyakit, gizi buruk, genetika, dan kondisi medis tertentu dapat menyebabkan atrofi otot. 

Atrofi otot dapat terjadi setelah lama tidak aktif secara fisik. Jika otot tidak digunakan, tubuh pada akhirnya akan memecahnya untuk menghemat energi. Kondisi ini umumnya terjadi pada mereka yang baru pulih dari cedera atau penyakit tertentu dalam waktu yang cukup lama. 

Lantas, bagaimana sih cara mengatasi atrofi otot? 

Jenis dan Cara Mengatasi Atrofi

Memiliki gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan kelemahan otot. Kelemahan otot inilah yang menyebabkan atrofi otot. Ada beberapa jenis atrofi, cara mengatasinya pun tergantung pada jenisnya.  

  1. Atrofi Otot

Atrofi otot adalah hilangnya atau berkurangnya massa otot. Dengan kata lain otot mengecil, kehilangan massanya, katabolisme otot, dan pelayuan otot. Penyebab atrofi otot adalah kurangnya penggunaan otot atau gangguan sinyal saraf ke otot. 

Hal ini terlihat dalam banyak kondisi, terutama cachexia pada pengidap kanker dan HIV atau AIDS. Cara mengatasi atrofi otot adalah menggunakan otot, yaitu dengan olahraga dan aktif dalam aktivitas normal sehari-hari. 

  1. Atrofi Otot Neurogenik

Ketika saraf ke otot rusak, maka tidak bisa lagi memicu kontraksi otot yang menghasilkan aktivitas otot. Tanpa saraf yang memicu kontraksi otot, tubuh percaya otot tidak lagi dibutuhkan. Dengan atrofi otot neurogenik, otot harus dilatih secara artifisial menggunakan stimulasi listrik fungsional untuk mempertahankan massa otot. 

  1. Disuse Muscle Atrophy

Jika kamu rutin berolahraga, otot akan tumbuh untuk memenuhi kebutuhan. Namun, begitu kamu berhenti menggunakan otot atau tidak aktif secara fisik, tubuh tidak ingin mengeluarkan energi untuk memberinya makan dan mempertahankannya. Jadi tubuh mulai memecahnya dan mendaur ulang. Otot pun berkurang dalam ukuran dan kekuatannya. 

Untuk mengatasi disuse muscle atrophy yaitu dengan menggunakan otot. Pertama dengan aktivitas fisik normal, bangun, bergerak, mengangkat, dan membawa beban. Latihan khusus juga  diperlukan untuk mengembalikan otot dan merangsang otot tumbuh kembali. 

Selama saraf utuh pada otot dan tubuh ternutrisi dengan baik, otot dapat tumbuh kembali. Bahkan seorang binaragawan yang menjalani pembentukan otot secara ekstrem, akan mengalami penyusutan otot ke ukuran normal saat berhenti berolahraga. 

  1. Loss of Muscle in Arthritis

Ketika jenis atrofi otot yang berkembang akibat kurangnya aktivitas fisik dan nyeri sendi, rentang gerak pun jadi terbatas. Bahkan kondisi ini cenderung pada jenis Disuse Muscle Atrophy. Kondisi ini semacam “lingkaran setan”, dimana nyeri artritis menyebabkan penurunan aktivitas fisik yang menyebabkan atrofi otot. 

Beberapa kondisi medis juga dapat menyebabkan atrofi, terutama yang berkaitan dengan radang sendi, seperti:

  • Dermatomiositis.
  • Polimiositis.
  • Terapi kortikosteroid jangka panjang.
  • Imobilisasi jangka panjang.
  • Osteoartritis jangka panjang.
  • Osteoartritis.
  • Artritis reumatoid.

Atrofi adalah kondisi yang membutuhkan perhatian medis. Penting untuk pengidap tetap aktif dan bergerak karena atrofi terjadi sangat cepat. Terutama pada mereka yang harus terbaring di tempat tidur dalam jangka waktu yang lama,  atau anggota tubuh tidak dapat bergerak. 

Jika kamu merasa mengalami kondisi yang mencurigakan atau mirip dengan kondisi atrofi, sebaiknya segera kunjungi dokter agar mendapatkan pemeriksaan. Kamu bisa membuat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Very Well Health. Diakses pada 2021. Muscle Atrophy Types and Causes
Medical News Today. Diakses pada 2021. What to know about muscle atrophy
Web MD. Diakses pada 2021. Types of Spine Curvature Disorders.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Scoliosis.