• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Cara Penanganan Myxoma yang Menyerang Jantung

Ketahui Cara Penanganan Myxoma yang Menyerang Jantung

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Cara Penanganan Myxoma yang Menyerang Jantung
“Tumor bisa terbentuk di mana saja, seperti di jantung yang umumnya disebut myxoma. Tumor jenis ini memang tidak ganas, tetapi ia perlu segera diobati. Sebab jika tumor pecah, ia bisa mengakibatkan kondisi yang fatal karena berisiko menghalangi aliran darah ke otak.”

Halodoc, Jakarta – Myxoma adalah tumor jantung non-kanker. Kondisi ini juga merupakan tumor primer pada jantung yang paling umum. Tumor jantung primer adalah tumor yang berasal dari dalam jantung, bukan dari organ atau jaringan lain. Sekitar 75 persen myxoma terletak di atrium kiri dan biasanya tumbuh dari septum interatrium (dinding yang memisahkan kedua atrium). 

Hingga saat ini penyebab dari myxoma tidak diketahui. Myxoma juga tercatat lebih sering terjadi pada wanita, daripada pria. Sekitar 10 persen dari myxoma dianggap genetik dan ia bisa terjadi pada pasien yang lebih muda.

Baca juga: Waspada, Inilah Penyebab Tumor Jantung 

Cara Penanganan Myxoma

Meskipun myxoma umumnya jinak, tetapi mereka dapat menyebabkan risiko jika tidak diobati. Bagian dari myxoma dapat pecah dan berjalan dalam aliran darah ke bagian lain dari tubuh, seperti otak sehingga ia akan menghalangi aliran darah yang menyebabkan stroke.

Myxoma dapat diangkat melalui intervensi bedah. Operasi jantung terbuka akan dilakukan untuk mengangkat tumor. Septum atrium, atau dinding yang memisahkan bilik kiri dan kanan atas jantung, juga dapat diangkat tergantung pada kedalaman penetrasi tumor. 

Perikardium, yang merupakan membran dua lapis yang menutupi jantung, dapat digunakan untuk memperbaiki septum atrium. Namun jika myxoma meluas ke katup mitral, seseorang mungkin perlu melakukan pengangkatan katup jantung juga. Selain itu, dalam kasus yang jarang terjadi, myxoma dapat muncul kembali jika tumor tidak diangkat sepenuhnya selama operasi.

Myxoma intramuscular juga bisa diangkat melalui eksisi bedah, setelah itu tumor jarang kambuh. Demikian pula bagi mereka yang mengalami myxoma okular akan menjalani pengangkatan total dan kondisi ini jarang kambuh. Sementara itu, myxoma kulit sering terbentuk kembali, bahkan setelah operasi pengangkatan.

Setelah operasi, peluang kondisi jantung untuk kembali normal sangat tinggi. Meski kemungkinan kambuhnya myxoma jarang terjadi, tetapi penting untuk menemui dokter secara teratur untuk memantau kesehatan jantung.

Kamu pun bisa buat janji dengan dokter jantung di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Dengan begini, kamu jadi tak perlu lagi repot antre di rumah sakit. Praktis bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!

Baca juga: 13 Penyakit yang Ditangani Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Faktanya, banyak orang dengan myxoma tidak memiliki gejala apapun. Jika kamu memiliki kerabat yang mengidap penyakit ini, sebaiknya kamu mewaspadai gejalanya. Atau jika kamu baru saja menjalankan pengobatan, kamu juga perlu mewaspadai gejala kekambuhannya. 

Berikut ini adalah beberapa gejala myxoma yang perlu kamu waspadai: 

  • Kesulitan bernafas saat berbaring.
  • Nyeri dada atau sesak.
  • Sesak napas dengan aktivitas.
  • Batuk.
  • Pusing.
  • Pingsan.
  • Jantung berdebar.
  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Penyakit seperti flu.
  • Gejala mirip stroke.

Terkadang, partikel kecil dapat terlepas dari myxoma dan menyebabkan gejala. Gejala juga bisa bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi myxoma.

Baca juga: Tumor Pembuluh Darah Arteri Bisa Sebabkan Amputasi

Fakta Penting tentang Myxoma

Myxoma adalah tumor jinak langka yang muncul dari jaringan ikat. Sebetulnya, myxoma juga dapat terjadi pada otot rangka, mata, atau kulit. Meskipun tidak ada penyebab yang jelas untuk kondisi ini, tetapi hal ini diduga merupakan hasil dari kombinasi faktor risiko lingkungan dan genetik.

Myxomas yang terjadi di tempat lain di tubuh umumnya menyebabkan gejala yang kurang parah. Diagnosis myxoma biasanya memerlukan penilaian tanda dan gejala klinis, studi pencitraan, dan, terkadang, biopsi. Operasi pengangkatan myxoma biasanya bersifat kuratif, dan ia jarang mengakibatkan kekambuhan. 

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg

Referensi:

Columbia Heart Surgery. Diakses pada 2021. Heart Tumors (Cardiac Tumors).
Osmosis. Diakses pada 2021. Myxoma: What Is It, Causes, Diagnosis, Treatment, and More.
St Vincent’s Heart Health. Diakses pada 2021. Myxomas.