• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Ciri-Ciri HIV yang Bisa Terlihat dari Kondisi Kulit

Ketahui Ciri-Ciri HIV yang Bisa Terlihat dari Kondisi Kulit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Ciri-Ciri HIV yang Bisa Terlihat dari Kondisi Kulit

Halodoc, Jakarta - HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus penyebab AIDS (acquired immune deficiency syndrome). Virus ini melemahkan kemampuan seseorang untuk melawan infeksi dan kanker. Pengidap HIV dikatakan mengidap AIDS jika virus membuat tubuh sangat sakit dan memunculkan infeksi atau kanker tertentu. 

Karena HIV melemahkan sistem imun, makan pengidap AIDS sangat mungkin mengalami gangguan kesehatan, termasuk yang ada pada kulit. Penyakit kulit tertentu kemungkinan gejala pertama seseorang terinfeksi HIV. Lantas, seperti apa kondisi kulit pada pengidap HIV?

Baca juga: Ketahui Bahaya Infeksi Kulit karena Tato

Kondisi Kulit yang Terjadi pada Pengidap HIV

Banyak orang dengan HIV dapat memiliki kondisi kulit tertentu terutama sarkoma kaposi. Kondisi kulit disebabkan oleh kuman yang memanfaatkan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Berikut ini beberapa kondisi kulit dan ciri-cirinya yang umum berkaitan pada pengidap HIV, yaitu:

  • Moluskum Kontagiosum

Kondisi ini merupakan infeksi virus kulit yang sangat menular yang dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak kulit dengan kulit, berbagai barang pribadi, atau hanya dengan menyentuh benda yang sama. Moluskum kontagiosum menyebabkan benjolan berwarna merah mudah atau berwarna daging pada kulit. Pada orang dengan HIV, dapat muncul 100 lebih benjolan. 

  • Virus Herpes

Beberapa jenis virus herpes ditemukan pada pengidap HIV. Virus herpes simpleks menyebabkan munculnya luka di area genital atau mulut. Infeksi virus herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Hal ini juga menyebabkan herpes zoster, ruam melepuh yang menyakitkan di satu sisi tubuh. 

Baca Juga: Pityriasis Rosea, Enggak Menular tapi Gatal Minta Ampun

  • Sarkoma Kaposi

Ini adalah jenis kanker yang awalnya terjadi di sel yang melapisi getah bening atau pembuluh darah. Sarkoma kaposi menyebabkan lesi gelap pada kulit, yang tampak seperti bercak atau nodul berwarna coklat, ungu, atau merah. Kondisi kulit ini juga menyebabkan kulit membengkak. 

Kemunculan lesi juga memengaruhi organ, termasuk paru-paru, hati, dan bagian saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan gejala yang berpotensi mengancam jiwa dan masalah pernapasan. 

  • Leukoplakia

Leukoplakia adalah infeksi virus yang menyerang mulut. Kondisi kulit ini dapat menyebabkan lesi putih tebal di lidah yang terlibat berbulu. Kondisi ini umum dialami pengidap AIDS yang memiliki sistem imun yang sangat lemah.

  • Sariawan

Kandidiasis rongga mulut, juga dikenal sebagai sariawan, adalah infeksi jamur yang menyebabkan terbentuknya lapisan putih tebal di lidah atau pipi bagian dalam. Sariawan dapat ditangani dengan obat antijamur dan obat kumur. Penyakit ini umum dialami pengidap HIV/AIDS dan sulit diobati, karena infeksi cenderung kambuh.

Baca juga: Tanpa Gejala Khusus, Ketahui Tanda Awal Penularan HIV

  • Fotodermatitis

Kondisi kulit ini bereaksi terhadap paparan sinar matahari dengan berubah warna menjadi lebih gelap. Jika pengidap HIV mengonsumsi obat untuk meningkatkan kekebalan, maka sangat mungkin mengalami reaksi ini sebagai efek samping. Melindungi kulit dari sinar matahari, merupakan strategi yang digunakan untuk mengurangi fotodermatitis. 

  • Prurigo Nodularis

Kondisi kulit ini menyebabkan benjolan yang terasa gatal dan berkerak di kulit. Gatal bisa menjadi intens dan parah. Prurigo nodularis umum terjadi dengan sistem imun yang sangat lemah. Pengobatan dengan steroid topikal dan obat antiretroviral dapat digunakan untuk mengobati kondisi kulit ini. 

Jika seseorang mengidap HIV dan mengalami satu atau lebih kondisi kulit, sebaiknya segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc. Setelah diagnosis tahap awal dilakukan, pengobatan pun harus dilakukan segera untuk menghindari gejala yang lebih parah. Jika dokter meresepkan obat, kamu bisa beli obat melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2021. Rashes and Skin Conditions Associated with HIV and AIDS: Symptoms and More

Hopkins Medicine. Diakses pada 2021. HIV/AIDS and Skin Conditions