• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Dampak Minuman Soda Setelah Berolahraga

Ketahui Dampak Minuman Soda Setelah Berolahraga

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Menenggak minuman soda yang dingin setelah berolahraga memang terasa sangat menyegarkan. Namun, menurut penelitian terbaru, minum-minuman soda setelah berolahraga dapat memberi dampak pada kesehatan lho, antara lain menyebabkan dehidrasi lebih lanjut dan mengganggu fungsi ginjal. Yuk, simak penjelasannya lebih lanjut di sini. 

Baca juga: 6 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Setelah Berolahraga

Sebelum mempelajari lebih lanjut tentang dampak minuman soda pada olahraga, penting untuk mengetahui perbedaan antara minuman soda, minuman ringan, dan minuman berkarbonasi.

Bedanya Minuman Soda, Minuman Berkarbonasi, dan Minuman Ringan

Minuman berkarbonasi adalah minuman dengan kandungan karbon dioksida yang memberikan gelembung dengan sensasi menggigit ketika di dalam mulut. Kebanyakan minuman soda adalah minuman berkarbonasi, tetapi ada juga air yang berkarbonasi seperti mineral sparkling water. Mineral sparkling water biasanya tidak memiliki tambahan gula atau sirup dan tidak jauh berbeda dari minum air biasa.

Sedangkan minuman soda dan minuman ringan, mencakup minuman yang mengandung karbonasi dengan tambahan gula, pewarna, atau sirup. Beberapa minuman ringan mengandung banyak tambahan lainnya, seperti kafein atau pengawet. Biasanya, minuman ringan mengandung gula dan kalori yang tinggi yang mungkin terasa lebih mengenyangkan daripada minum air biasa. Tidak seperti minum air biasa atau air putih bersoda, minum-minuman ringan yang mengandung gula setelah berolahraga dapat memberikan lebih banyak dampak negatif pada kesehatan.

Dampak Minuman Soda pada Ginjal

Minuman ringan bersoda sudah diketahui banyak orang dapat menyebabkan obesitas dan diabetes. Namun, sebuah studi baru-baru ini menambahkan daftar risiko kesehatan baru akibat mengonsumsi minuman tersebut.

Para peneliti dari Universitas di Buffalo di New York baru-baru ini menemukan dampak minuman ringan terhadap kesehatan ginjal ketika dikonsumsi selama dan setelah aktivitas fisik. Temuan mereka tersebut telah dipublikasikan di American Journal of Physiology – Regulatory, Integrative, and Comparative Physiology.

Jadi, ketika kamu berolahraga di lingkungan yang panas, darah yang mengalir melalui ginjal akan berkurang untuk membantu mengatur tekanan darah dan menghemat air. Kondisi ini adalah respons normal dan tidak berbahaya. Namun, dalam pengaturan klinis, aliran darah ke ginjal yang menurun sangat drastis dapat menyebabkan cedera ginjal akut, karena pasokan oksigen ke jaringan juga mengalami penurunan.

Studi tersebut menunjukkan bahwa olahraga, khususnya yang dilakukan saat suhu udara tinggi, dapat meningkatkan risiko terjadinya cedera ginjal akut. Pada saat yang sama, penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi minuman soda berfruktosa tinggi dapat meningkatkan risiko cedera ginjal akut pada tikus yang mengalami dehidrasi.

Setelah latihan yang intens, banyak orang sering minum minuman soda. Begitu juga dengan orang-orang yang melakukan pekerjaan fisik di lingkungan yang panas, mereka juga punya kebiasaan minum-minuman soda. Namun, melalui dua penemuan tersebut, para penulis penelitian ingin mengungkapkan bahwa perilaku tersebut dapat menimbulkan konsekuensi negatif bagi kesehatan ginjal.

Baca juga: Bahaya, Ini Akibatnya Jika Minum Soda Setiap Hari

Penelitian Mengenai Dampak Soda

Untuk menyelidiki lebih lanjut dampak soda pada kesehatan ginjal, para peneliti merekrut 12 orang dewasa yang sehat dan bugar secara fisik dengan usia rata-rata 24 tahun. Semua peserta diminta untuk melakukan lari di treadmill selama 30 menit, setelah itu melakukan pekerjaan yang dirancang dengan meniru pekerjaan fisik di lokasi pertanian selama 15 menit.

Setelah 45 menit melakukan aktivitas fisik yang intensif, para peserta diberikan waktu istirahat selama 15 menit. Tim peneliti memberi setiap peserta dua pilihan minuman, yaitu 16 ons minuman beraroma sitrus, yang mengandung kafein dan fruktosa tinggi, dan air putih. Mereka lalu mengulangi siklus 1 jam tersebut sebanyak 4 kali.

Setidaknya 1 minggu kemudian, para peserta kembali dan melakukan rutinitas 4 jam tersebut sekali lagi. Kali ini, mereka yang minum-minuman soda di percobaan pertama mendapatkan air putih dan sebaliknya.

Para peneliti juga mengukur berbagai parameter, seperti detak jantung, suhu inti tubuh, berat badan, dan tekanan darah sebelum, sesudahnya, dan 24 jam setelah sesi selesai. Para peneliti juga memeriksa adanya peningkatan kadar kreatinin dalam darah dan laju filtrasi glomerulus yang berkurang, di mana keduanya merupakan penanda untuk cedera ginjal akut. 

Hasilnya, seperti yang sudah diperkirakan, para peserta yang belakangan mengonsumsi minuman soda, keduanya memiliki dua kondisi penanda cedera ginjal akut tersebut. Selain itu, peserta dalam percobaan minuman soda juga terbukti mengalami dehidrasi ringan dan memiliki kadar vasopressin yang lebih tinggi, yaitu hormon antidiuretik yang meningkatkan tekanan darah.

Para peneliti pun menyimpulkan bahwa mengonsumsi minuman soda selama dan setelah berolahraga dalam udara panas tidak merehidrasi tubuh. Jadi, meskipun terasa menyegarkan, nyatanya minum minuman soda untuk merehidrasi tubuh setelah berolahraga di cuaca panas mungkin tidak efektif.

Namun, penelitian tersebut hanya melibatkan sedikit peserta, sehingga perlu direplikasi dengan kelompok yang lebih besar.

Baca juga: Kebanyakan Konsumsi Minuman Manis Sebabkan Gagal Ginjal Kronis

Mengingat minum-minuman soda setelah berolahraga dapat berdampak pada kesehatan ginjal, kamu dianjurkan untuk menghentikan atau mengurangi kebiasaan tersebut. Bila kamu ingin berdiskusi seputar kesehatan, gunakan saja aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, untuk bertanya apa saja seputar kesehatan kapan dan di mana saja tanpa harus ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. Drinking soda after exercise could damage kidneys.
Livestrong. Diakses pada 2020. The Effects of Carbonated Drinks on Exercising.