• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Fakta Gagal Jantung Penyebab Maradona Meninggal Dunia

Ketahui Fakta Gagal Jantung Penyebab Maradona Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Siapa yang tidak tahu Maradona, legenda sepakbola yang berasal dari Argentina ini namanya telah melegenda ke seluruh dunia. Namun, belum lama ini ia dikabarkan meninggal dunia pada usia 60 tahun yang disebabkan oleh gagal jantung. Memang di masa pensiunnya mantan pemain sepakbola profesional tersebut kerap mengonsumsi narkoba yang berdampak buruk pada kesehatannya.

Gagal jantung yang terjadi dapat menyebabkan organ vital tersebut tidak mampu memompa darah sehingga membuatnya berhenti. Padahal, seluruh tubuh sangat membutuhkan darah untuk tetap dapat berfungsi dengan normal. Maka dari itu, kamu harus mengetahui segala hal terkait gagal jantung agar dapat terhindar dari penyakit yang terbilang mematikan tersebut. Berikut ulasan lengkapnya!

Baca juga: Apa Itu Gagal Jantung Kongestif?

Segala Hal yang Harus Diketahui Terkait Gagal Jantung

Menurut hasil otopsi awal dari kematian Diego Maradona, disebutkan jika mantan pemain sepakbola yang mendapat julukan "Tangan Tuhan" tersebut meninggal saat tidur setelah mengalami gagal jantung. Masalah tersebut bahkan sudah menyebabkan terjadinya edema paru, yaitu gangguan yang menimbulkan penumpukan cairan pada jaringan paru-paru dan ruang udara.

Saat otopsi dilakukan, pada tubuh Maradona terdeteksi mengalami kardiomiopati dilatasi, yaitu kondisi yang menyebabkan otot jantung menjadi sangat lemah dan membesar. Jika gangguan tersebut terus dibiarkan, jantung tidak dapat memompa cukup darah ke seluruh tubuh. Sehingga, seseorang yang mengalaminya mengalami kematian mungkin saja akibat jantung melemah dan akhirnya berhenti berdetak.

Gagal jantung dapat terjadi akibat otot jantung yang tidak memompa darah dengan normal. Beberapa kondisi tertentu, seperti penyempitan arteri di jantung atau tekanan darah tinggi, secara bertahap dapat membuat jantung terlalu lemah atau kaku untuk melakukan fungsinya secara efisien. Maka dari itu, kamu harus tahu cara mencegah gangguan tersebut untuk terjadi. Salah satu caranya adalah dengan mengetahui gejala apa saja yang dapat menyebabkannya.

Baca juga: Apa Penyebab Terjadinya Gagal Jantung?

Gejala Gagal Jantung

Seseorang dapat mengalami gagal jantung yang berlangsung terus-menerus (kronis) atau terjadi secara tiba-tiba (akut). Beberapa gejala yang dapat timbul saat seseorang mengidap gagal jantung, antara lain:

  • Sesak napas saat memaksakan diri melakukan sesuatu atau saat berbaring.
  • Mengalami kelelahan dan kelemahan.
  • Pembengkakan pada tungkai, pergelangan kaki, dan kaki.
  • Detak jantung yang cepat atau tidak teratur.
  • Berkurangnya kemampuan untuk berolahraga.
  • Batuk terus-menerus serta mengeluarkan dahak berwarna putih atau merah jambu.
  • Lebih sering buang air kecil di malam hari.
  • Pembengkakan pada perut.
  • Sesak napas yang parah secara tiba-tiba dan mengalami batuk lendir berbusa berwarna merah muda.
  • Nyeri pada dada apabila disebabkan oleh serangan jantung.

Nah, setelah kamu mengetahui gejala apa saja yang timbul jika seseorang mengidap gagal jantung, penanganan segera dapat dilakukan agar gangguan tersebut tidak menyebabkan masalah yang berbahaya. Dengan begitu, risiko kematian juga dapat diminimalkan.

Baca juga: 5 Tanda dan Gejala Gagal Jantung Kongestif

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait gangguan yang berhubungan dengan jantung ini, dokter dari Halodoc siap memberikan jawaban dengan tepat. Caranya mudah, cukup dengan download aplikasi Halodoc dan dapatkan kemudahan terkait akses kesehatan hanya menggunakan gadget kesayanganmu dari mana saja dan kapan saja!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Heart failure.
AS. Diakses pada 2020. How did Maradona die: cause of death of the Argentinean legend.