• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Fakta Lengkap Mengenai Vaksin Hepatitis A
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Fakta Lengkap Mengenai Vaksin Hepatitis A

Ketahui Fakta Lengkap Mengenai Vaksin Hepatitis A

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 23 Juni 2022

“Hepatitis A adalah salah satu jenis hepatitis yang patut diwaspadai karena mampu merusak organ hati. Salah satu langkah pencegahan hepatitis A yang paling utama adalah mendapatkan vaksinasi hepatitis A.”

Ketahui Fakta Lengkap Mengenai Vaksin Hepatitis A

Halodoc, Jakarta –  Hepatitis A merupakan infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis tipe A (HAV). Virus ini mudah menular dari orang ke orang. HAV paling sering ditularkan melalui makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi oleh tinja orang yang mengidap hepatitis A. 

Jenis hepatitis ini termasuk salah satu  yang perlu kamu waspadai. Pasalnya, infeksi hati ini bisa menimbulkan komplikasi berupa kerusakan organ hati akut yang bisa berujung pada kematian. Nah, salah satu cara terampuh untuk mencegah kondisi ini adalah dengan mendapatkan vaksin hepatitis A.

Waspadai Gejalanya Terlebih Dahulu

Penyakit hepatitis A sendiri biasanya tidak menimbulkan gejala pada anak-anak. Namun, beberapa gejala baru akan muncul ketika anak yang terinfeksi HAV sudah beranjak dewasa, seperti:

  • Sakit perut parah dan diare.
  • Mual, muntah, lemas, demam, napsu makan berkurang, dan nyeri sendi.
  • Penyakit kuning yang ditandai dengan gejala berupa warna kulit dan mata berubah menjadi kuning, urine berwarna gelap, dan feses berwarna pucat, seperti tanah liat.

Pentingnya Mendapatkan Vaksin Hepatitis A

Vaksin ini wajib diberikan sejak dini untuk mencegah kerusakan hati. Terdapat tiga pilihan jenis vaksin hepatitis A yang bisa kamu dapatkan, yaitu vaksin kombinasi hepatitis A dan B, vaksin kombinasi hepatitis A dan tifus (demam tifoid), dan hanya vaksin hepatitis A saja. 

Namun di Indonesia, jenis vaksin yang paling umum tersedia dan sering digunakan adalah vaksin yang hanya untuk hepatitis A dan vaksin kombinasi hepatitis A dan B. Kamu juga bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan dokter mengenai vaksin jenis apa yang paling tepat untuk kamu.

Siapa Saja yang Perlu Mendapat Vaksin Hepatitis A?

Vaksin hepatitis A diberikan sebanyak dua kali suntikan dengan rentang waktu 6–12 bulan. Berikut kelompok orang yang dianjurkan untuk melakukan vaksinasi ini:

1. Anak Balita

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menetapkan vaksin hepatitis A sebagai imunisasi dasar yang wajib diberikan pada anak-anak. Vaksin ini dianjurkan untuk diberikan setelah anak berusia 2 tahun dalam 2 dosis. Dosis pertama diberikan setelah anak berusia 2 tahun, dan dosis kedua diberikan 6–12 bulan setelah dosis pertama diberikan.

2. Wisatawan yang Akan Mengunjungi Negara Tertentu

Bagi kamu wisatawan yang ingin bepergian ke negara dengan kasus hepatitis A yang tinggi, maka vaksin ini juga sangat penting untuk kamu dapatkan. Sebaiknya, kamu mendapatkan dosis pertama vaksin secepat mungkin sebelum melakukan perjalanan. Sebagai perlindungan tambahan, orang dewasa yang mengidap gangguan imunitas atau penyakit hati kronis juga bisa mendapatkan suntikan imunoglobulin.

3. Orang yang Mudah Terkena Hepatitis A

Selain itu, kelompok orang lainnya yang juga dianggap perlu diberikan suntikan vaksin ini adalah mereka yang rentan terkena infeksi HAV, antara lain pengidap penyakit hati kronis, pria yang berhubungan intim dengan sesama jenis, dan pengguna obat terlarang. Orang yang mengidap penyakit yang bisa menurunkan sistem kekebalan tubuh dan sistem darah juga memerlukan vaksin ini.

Adapun beberapa pekerjaan tertentu juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini, misalnya penjaga atau perawat hewan yang terkena infeksi HAV, ilmuwan yang bekerja di laboratorium yang meneliti hepatitis A, para tenaga medis, dan mereka yang harus bekerja di area yang kurang higienis.

Kelompok Individu yang Perlu Menghindari Vaksin Hepatitis A

Meski vaksin ini berguna untuk melindungi diri dari infeksi HAV, namun ada beberapa orang dengan kondisi tertentu yang tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini atau harus menundanya. Berikut kelompok orang yang tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin hepatitis A:

  • Mereka yang menunjukkan reaksi alergi berat (mengancam jiwa) saat diberikan dosis vaksin hepatitis A yang pertama. Kelompok orang ini, sebaiknya tidak melanjutkan pemberian vaksin dosis yang kedua.
  • Mereka yang memiliki alergi berat (mengancam jiwa) terhadap komponen vaksin. Beritahu dokter bila kamu memiliki alergi parah, misalnya terhadap lateks. Perlu diketahui bahwa semua vaksin hepatitis A berisi tawas dan beberapa berisi 2-phenoxyethanol.
  • Orang yang sedang sakit parah pada hari suntik vaksin dijadwalkan mungkin harus menunda vaksinasi sampai sembuh. Tapi, orang yang sakit ringan mungkin masih bisa mendapatkan vaksin.
  • Ibu hamil sangat tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini. Pasalnya, vaksin ini mungkin bisa membahayakan kondisi janin. Jadi, beritahu tentang kondisi kehamilan kamu sebelum melakukan vaksin hepatitis A.

Itulah fakta yang perlu kamu tahu tentang vaksin hepatitis A. Cegah kondisi ini dengan menjaga kebersihan diri, konsumsi makanan sehat dan higienis, serta tak lupa konsumsi vitamin untuk jaga daya tahan tubuh. Segera cek kebutuhan vitamin dan suplemen di toko kesehatan Halodoc sekarang juga. Jangan tunggu sakit untuk minum vitamin, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
National Health Services. Diakses pada 2022. Hepatitis A.
Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2022. Hepatitis A VIS.
Kids Health. Diakses pada 2022. Your Child’s Immunizations: Hepatitis A Vaccine (HepA).