Ketahui Fakta tentang Buta Warna

mengetahui buta warna

Halodoc, Jakarta – Buta warna (color vision deficiency/ CVD) adalah kurangnya sensitivitas mata terhadap persepsi warna tertentu, seperti warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna tersebut. Buta warna sebenarnya termasuk kasus yang jarang ditemui. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita. Buta warna bisa terjadi pada usia berapapun. Untuk lebih lengkapnya, berikut ini informasi tentang buta warna yang perlu diketahui.

Baca juga: Mengapa Mata Mengalami Buta Warna?

1. Gejala Buta Warna

  • Hanya melihat beberapa warna, atau disebut dengan buta warna sebagian. Pengidap buta warna tidak mampu membedakan beberapa warna (seperti merah dan hijau), tetapi bisa membedakan warna biru dan kuning dengan mudah.
  • Orang-orang bisa melihat ribuan warna pada satu objek, sementara pengidap buta warna hanya bisa melihat beberapa gradasi warna.
  • Hanya melihat warna hitam, putih, dan abu-abu (kasus ini jarang terjadi).
  • Mengalami masalah penglihatan namun tidak menyadarinya.

2. Tipe-Tipe Buta Warna

Buta warna sendiri memiliki berbagai tipe. Sebagian besar pengidap buta warna kesulitan membedakan gradasi warna merah, kuning, dan hijau. Misalnya, warna oranye dan cokelat. Tipe ini  disebut dengan buta warna merah-hijau. Tipe ini kesulitan membedakan antara warna merah dengan warna hitam dan berbagai gradasi warna ungu. Kebanyakan pengidap tipe ini adalah pria.

Baca juga: 5 Cara Tes Buta Warna yang Akurat

Sementara tipe buta warna yang paling jarang terjadi adalah buta warna tipe biru-kuning, yakni pengidap tidak bisa membedakan warna biru, hijau, dan kuning. Seorang pengidap buta warna ini biasanya melihat warna-warna tersebut lebih kusam dibanding orang-orang yang penglihatannya normal.

3. Diagnosis dan Perawatan Buta Warna

Untuk mengetahui buta warna, ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi buta warna, di antaranya:

  • Tes ishihara. Ini adalah tes buta warna paling umum. Namun, tes ini hanya bisa mendeteksi kondisi buta warna merah-hijau. Ketika melakukan tes, pengidap diminta mengenali angka yang samar-samar tertera di dalam sebuah gambar yang terbentuk dari titik-titik berwarna.
  • Tes penyusunan. Tes ini dilakukan dengan menyusun objek berwarna dalam susunan gradasi yang berbeda-beda. Pengidap buta warna harus menyusun benda berwarna berdasarkan gradasi warna yang dilihatnya.

4.  Penanganan Buta Warna

Biasanya buta warna disebabkan oleh kelainan genetik yang berasal dari orangtua. Hingga saat ini, belum ada pengobatan atau prosedur medis yang membuat buta warna bisa sembuh total. Tapi, kamu tidak perlu khawatir karena buta warna sebenarnya tidak membahayakan. Bahkan, banyak orang yang buta warna mampu beradaptasi dengan kondisinya dan menunjukkan produktivitas kerja yang sama dengan orang-orang yang penglihatannya normal.

Saat ini juga sudah tersedia alat bantu lihat berupa kacamata atau lensa kontak khusus yang membantu pengidap buta warna merah-hijau. Meski begitu, alat ini tidak membuat pengidap buta warna sembuh total. Alat bantu ini hanya membuat warna yang tadinya kurang terlihat jelas menjadi lebih jelas.

Kalau kamu mengalami gejala buta warna yang dijelaskan di atas, kamu bisa berbicara dengan dokter Halodoc. Melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa memilih sendiri dokter yang ingin kamu ajak bicara. Kamu juga bisa menghubungi dokter kapan saja dan dimana saja melalui pilihan komunikasi Chat, dan Voice/Video Call di fitur Contact Doctor. Yuk, download aplikasi  Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.