• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Faktor Risiko Ibu yang Hamil Janin Besar

Ketahui Faktor Risiko Ibu yang Hamil Janin Besar

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
 Ketahui Faktor Risiko Ibu yang Hamil Janin Besar

Halodoc, Jakarta –  Tahukah ibu kalau rata-rata bayi yang baru lahir memiliki berat sekitar 3,2 kg sampai 3,4 kg. Bayi dianggap melebihi berat normal ketika dilahirkan di berat 4 kg atau di atasnya. Kondisi kehamilan janin besar ini disebut makrosomia. 

Ibu yang hamil janin besar bisa mengalami faktor risiko kesehatan salah satunya dikarenakan persalinan yang lebih sulit. Persalinan sulit karena janin besar dapat memicu komplikasi termasuk cacat lahir, masalah genetik, dan masalah pertumbuhan.

Baca juga: Perkembangan Janin Usia 32 Minggu

Penyebab Hamil Janin Besar

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan hamil janin besar. Beberapa di antaranya adalah:

1. Memiliki gula darah tinggi. Jika bumil mengidap diabetes sebelumnya atau mengembangkan diabetes gestasional saat hamil, ada kemungkinan janin di dalam kandungan akan mengalami obesitas.

2. Pernah mengandung anak dengan obesitas. Jika sebelumnya bumil pernah mengandung anak yang obesitas, maka peluang untuk terjadi hal sama akan lebih besar. 

3. Obesitas sebelum hamil. Bumil lebih mungkin memiliki janin besar jika kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil.

4. Berat badan bertambah berlebihan selama kehamilan. Apa yang bumil makan selama kehamilan dan berapa banyak penambahan berat badan dapat memengaruhi berat janin dalam kandungan. 

5. Melewati tanggal jatuh tempo kelahiran. Bayi terus bertambah berat dan tumbuh saat mereka berada di dalam rahim. Jadi, semakin lama kehamilan berlanjut setelah 40 minggu, janin dalam kandungan akan semakin besar.

6. Memiliki riwayat keluarga dengan bayi besar. Terkadang janin besar adalah itu genetik. Jika ibu atau ayah punya riwayat kelahiran anak besar, bisa menurunkan gen tersebut ke anak.

7. Kehamilan di atas 35 tahun. Bumil lebih mungkin memiliki janin besar di atas usia 35 tahun.

8. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat olahan. Penelitian telah menunjukkan bahwa makan makanan berkarbohidrat glikemik tinggi dapat menyebabkan pertumbuhan janin yang berlebihan, penambahan berat badan ibu, dan kemungkinan berkembangnya makrosomia.

Baca juga: Waspada, Ini Kelainan dalam Kehamilan

Risiko dan Pencegahan Hamil Janin Besar

Nah, jika ibu mengalami kondisi tersebut, besar kemungkinan kesehatan ibu dan janin berada dalam kondisi yang berisiko. Janin besar dapat menyulitkan jalannya kelahiran, yang bisa jadi membuat bayi tersangkut saat hendak dilahirkan. 

Karena janin terlalu besar, dokter mungkin perlu menggunakan alat persalinan seperti forsep atau ekstraktor vakum yang dapat menyebabkan cedera pada kepala bayi. Cedera lain termasuk distosia bahu, cedera pleksus brakialis, patah tulang selangka, atau lengan patah.

Bayi yang lebih besar dari rata-rata cenderung memiliki gula darah rendah setelah lahir. Tidak hanya itu, kehamilan dengan janin besar dapat mendatangkan masalah pernapasan, dan bisa tinggal lebih lama di rumah sakit untuk dipantau kesehatannya. 

Pun, anak yang semasa dalam kandungan sudah mengalami obesitas, besar kemungkinan akan mengalami obesitas di masa pertumbuhannya kelak. Kemudian, walaupun jarang terjadi, ada kemungkinan risiko kematian menyertai ibu yang hamil dengan janin besar. Selengkapnya mengenai faktor risiko ibu yang hamil dengan janin besar dapat ditanyakan langsung melalui Halodoc. Butuh buat janji ke rumah sakit dengan dokter? Bisa juga di Halodoc!

Baca juga: Ini 5 Penyebab Keguguran dan Cara Menghindarinya

Mengetahui penyebab dan risiko ibu yang hamil janin besar adalah sangat penting untuk menjaga kesehatan untuk mencegah gangguan selama kehamilan dan persalinan. Berolahraga selama kehamilan dan mengonsumsi makanan rendah glikemik dapat menurunkan risiko makrosomia.

Jika bumil mengidap diabetes sebelum kehamilan atau jika mengembangkan diabetes gestasional, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut. Mengontrol kadar gula darah adalah cara terbaik untuk mencegah komplikasi.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. How Macrosomia Affects Pregnancy.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Fetal macrosomia.
Very Well Family. Diakses pada 2021. Macrosomia: Being Pregnant With a Large Baby.