Fungsi Otot Jantung pada Tubuh Manusia yang Wajib Diketahui

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   04 Desember 2023

“Jantung menjadi salah satu organ vital pada tubuh manusia dengan peran utama memompa darah untuk semua sel dan jaringan tubuh. Otot jantung menjadi bagian jantung yang membantu melancarkan proses sirkulasi darah pada tubuh.”

Fungsi Otot Jantung pada Tubuh Manusia yang Wajib DiketahuiFungsi Otot Jantung pada Tubuh Manusia yang Wajib Diketahui

DAFTAR ISI

  1. Fungsi Otot Jantung
  2. Pengaruh Olahraga Terhadap Jaringan Otot Jantung
  3. Jenis Penyakit Otot Jantung
  4. Cara Menjaga Kesehatan Otot Jantung

Halodoc, Jakarta – Jaringan otot jantung adalah salah satu dari tiga jenis otot pada tubuh selain otot rangka dan otot polos. Bagian ini menjadi satu-satunya jenis yang tersusun dari sel miosit pada jantung.

Tugasnya melakukan kontraksi terkoordinasi yang memungkinkan jantung memompa darah melalui sistem peredaran darah tubuh. 

Jaringan otot jantung atau miokardium, adalah jaringan khusus yang membentuk jantung. Berbeda dengan jaringan otot rangka, seperti yang ada pada lengan dan tungkai, bagian tersebut menghasilkan gerakan yang tidak disengaja. Ini artinya otomatis dan kamu tidak bisa mengendalikannya. 

Fungsi Otot Jantung

Otot jantung memiliki fungsi utama sebagai pompa untuk menggerakkan darah ke seluruh tubuh.

Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:

1. Memompa darah

Fungsi utama otot jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Ketika jantung berkontraksi (sistol), ia memompa darah kaya oksigen ke arteri utama, yang kemudian akan mengalir ke berbagai organ dan jaringan tubuh.

Apabila fungsi ini terganggu, jantung bisa melemah dan menimbulkan berbagai gejala.

Menurut dr. M. Alfi Auliya, M.K.M, dari kanal Youtube Halodoc, jantung lemah ditandai dengan sesak napas, pembengkakan di pergelangan kaki, irama jantung tidak teratur hingga batuk berkepanjangan. 

2. Mempertahankan peredaran darah

Otot jantung memastikan bahwa darah terus beredar melalui tubuh secara terus-menerus.

Proses ini sangat penting karena menyediakan oksigen dan nutrisi ke sel-sel tubuh dan mengangkut produk limbah dan karbon dioksida dari sel-sel kembali ke jantung untuk disaring.

3. Menjaga tekanan darah

Fungsi selanjutnya adalah menjaga tekanan darah tubuh. Selama kontraksi jantung, darah dipompa ke arteri utama, dan tekanan darah meningkat (tekanan sistolik). 

Selama relaksasi, tekanan darah turun (tekanan diastolik). Pemeliharaan tekanan darah yang tepat sangat penting untuk kesehatan umum.

4. Menyediakan oksigen ke otot jantung

Otot jantung memiliki suplai darah khusus, yang disebut arteri koroner, yang menyediakan oksigen dan nutrisi ke otot jantung itu sendiri. Hal ini penting untuk menjaga agar jantung dapat terus berkontraksi dengan kuat.

5. Koordinasi 

Otot jantung  berkontraksi dan berelaksasi dengan cara yang sangat terkoordinasi. Ini memastikan bahwa atrium (ruang atas jantung) mengisi dengan darah sebelum ventrikel (ruang bawah jantung) berkontraksi, sehingga darah dapat dipompa dengan efisiensi maksimal.

6. Mengatur laju jantung

Bagian ini juga berfungsi sebagai alat pengatur laju jantung. Ini dikendalikan oleh impuls listrik yang diproduksi oleh simpul sinoatrial (SA) di atrium.

Laju jantung dapat meningkat atau melambat sesuai dengan kebutuhan tubuh.

7. Mengatur aliran darah

Fungsi lainnya yaitu mengatur aliran darah ke berbagai bagian tubuh sesuai dengan kebutuhan.

Misalnya, selama aktivitas fisik, jantung akan memompa lebih banyak darah ke otot yang sedang digunakan.

Pengaruh Olahraga Terhadap Jaringan Otot Jantung

Olahraga bisa memperkuat otot jantung. Selain itu, aktivitas fisik ini juga membantu mengurangi risiko terkena kardiomiopati dan membuat jantung bekerja lebih efisien. 

Orang dewasa setidaknya membutuhkan 150 menit olahraga dengan intensitas sedang per minggu.

Guna mencapai tujuan ini, cobalah untuk berolahraga sekitar 30 menit lima hari seminggu. Salah satu jenis olahraga yang bermanfaat adalah kardio.

Olahraga ini secara teratur membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi detak jantung, dan membuat pompa jantung lebih efektif. 

Jenis olahraga kardio yang umum termasuk berjalan, berlari, bersepeda, dan berenang. Namun, pengidap penyakit jantung sebaiknya tidak melakukan olahraga tanpa anjuran dokter.Baca artikel Tips Berolahraga untuk Pengidap Penyakit Jantung agar bisa mendapatkan manfaatnya dengan optimal.

Jenis Penyakit Otot Jantung

Penyakit pada otot jantung yang sering terjadi.

Oleh karena memiliki fungsi penting dalam kerja jantung, maka wajar adanya jika masalah pada otot jantung akan menyebabkan efek negatif terhadap peredaran darah pada tubuh. 

Kardiomiopati adalah salah satu kondisi gangguan otot jantung. Masalah kesehatan ini terjadi karena penurunan pada otot jantung, sehingga tidak bisa mengalirkan darah secara optimal ke semua bagian tubuh.

Terdapat empat jenis kardiomiopati, yaitu:

1. Kardiomiopati dilatasi

Kardiomiopati dilatasi adalah jenis masalah yang paling umum terjadi. Gangguan ini terjadi saat otot jantung meregang dan mengalami pembesaran, sehingga serat otot menjadi lebih tipis dan tidak bisa berkontraksi dengan optimal.

Gangguan kesehatan ini bisa menurun dari orang tua kepada anak alias bersifat genetik. Namun, bisa pula terjadi karena beberapa hal berikut ini.

  • Penyakit jantung.
  • Hipertensi yang tidak terkendali.
  • Masalah katup jantung.
  • Mengonsumsi alkohol dan penyalahgunaan kokain dalam jangka panjang.
  • Mengidap infeksi, termasuk HIV dan hepatitis. 

2. Kardiomiopati hipertrofik

Kardiomiopati hipertrofik terjadi karena penebalan otot secara abnormal, terutama pada ventrikel (bilik) bagian kiri.

Penebalan ini mengakibatkan otot tidak bisa memompa darah secara normal.

Kardiomiopati hipertrofik adalah kelainan kesehatan genetik yang umum terjadi pada keluarga.

Selain itu, masalah kesehatan ini juga dapat berkembang pada usia berapa pun dan dapat memburuk seiring berjalannya waktu.

3. Kardiomiopati restriktif

Selanjutnya, kardiomiopati restriktif yang lebih kerap terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini muncul karena otot jantung yang kaku, sehingga tidak bisa mengembang dengan sempurna.

Kondisi ini akan membuat aliran darah yang menuju organ jantung mengalami penurunan, bahkan bukan tidak mungkin akan berhenti.

Penyebab munculnya kardiomiopati restriktif belum bisa dipastikan. Namun, masalah kesehatan ini dapat bisa menjadi bagian dari kondisi medis lain yang memengaruhi organ jantung.

Misalnya, hemokromatosis (menumpuknya zat besi dalam tubuh) dan penyakit jaringan ikat.

4. Aritmogenik displasia ventrikel kanan (arrhythmogenic right ventricular dysplasia)

Kelainan ini terbilang sangat jarang terjadi. Masalah kesehatan ini muncul karena pergantian otot pada bilik jantung bagian kanan dengan jaringan parut.

Pergantian ini mengakibatkan dinding pada ruang jantung menjadi lebih tipis dan renggang. 

Akibatnya, irama jantung menjadi tidak teratur dan tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dengan baik. Sampai sekarang, belum pasti pula apa yang menjadi penyebab kardiomiopati.

 Namun, ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengidap penyakit ini, antara lain:

  • Mengidap kelainan genetik.
  • Ada anggota keluarga dengan kondisi kelainan jantung.
  • Kegemukan.
  • Defisiensi mineral dan vitamin.
  • Mengalami komplikasi kehamilan. 
  • Mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah yang berlebihan.
  • Efek samping dari pengobatan untuk penyakit tertentu, misalnya kemoterapi.
  • Penyalahgunaan narkoba.

Meski begitu, pastikan kamu segera melakukan pemeriksaan jika mengalami gejala yang tidak biasa. 

Sebab, kardiomiopati yang tidak segera mendapat penanganan bisa memicu komplikasi serius.

Cara Menjaga Kesehatan Otot Jantung

Pada beberapa kondisi, tidak ada cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah penyakit kardiomiopati, terutama apabila kondisi ini terjadi karena kelainan genetik. 

Hanya, kamu bisa menurunkan risiko munculnya gejala dan berbagai kondisi kelainan jantung lain dengan penerapan pola hidup sehat, berupa:

  • Batasi asupan alkohol dan kafein.
  • Rutin berolahraga.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Tidak merokok.
  • Jaga berat badan tetap ideal dengan pola makan sehat.
  • Cukup istirahat.
  • Cek kesehatan secara rutin, terlebih jika mempunyai riwayat medis yang bisa menjadi pemicu kardiomiopati, seperti diabetes, kolesterol, dan darah tinggi. 

Dengan membiasakan pola hidup dan makan yang sehat, tentu kamu bisa menurunkan risiko terkena berbagai masalah kesehatan, tak terkecuali otot jantung dan penyakit jantung lainnya.

Jangan ragu untuk bertanya pada dokter ahli di Halodoc✔️ terkait menjaga kesehatan otot jantung agar terhindar dari risiko kesehatan yang berbahaya.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2023. How Is Cardiac Muscle Tissue Different from Other Muscle Tissues?
Medical News Today. Diakses pada 2023. What to know about cardiac muscle tissue.
WebMD. Diakses pada 2023. Heart Disease and Dilated Cardiomyopathy.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan