Ketahui Gejala Anak yang Terkena Sporotrichosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Gejala Anak yang Terkena Sporotrichosis

Halodoc, Jakarta – Penyakit kulit sering ditandai dengan munculnya bintil-bintil, salah satunya terdapat pada sporotrichosis. Ini merupakan jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur langka. Sporotrichosis dapat terjadi pada manusia dan hewan, serta dapat ditemukan pada tanaman tertentu dan tanah di lingkungan sekitar.

Baca Juga: 6 Tips Sederhana Mengobati Gigitan Serangga

Infeksi jamur ini sering memengaruhi orang yang bekerja atau sering beraktivitas yang berkaitan dengan perkebunan. Petani, penjual bunga, tukang kebun, tukang kayu dan orang-orang yang sering bersentuhan langsung dengan tanaman rentan mengalami infeksi jamur sporotrichosis. Meskipun jarang mengancam jiwa, tetapi infeksi jamur sporotrichosis tetap berpeluang menyebabkan komplikasi serius.

Gejala Infeksi Jamur Sporotrichosis

Pada tahap awal, gejala sporotrichosis ditandai munculnya benjolan keras (bintil) pada kulit. Bintil umumnya berwarna merah muda keungu-unguan. Bintil tidak menimbulkan sakit meski teksturnya sedikit lunak jika disentuh. Seiring waktu, bintil dapat berkembang menjadi luka terbuka (bisul) yang dapat mengalirkan cairan bening. Jika tidak diobati, bintil dan bisul bisa berkembang menjadi kronis dan dapat tidak berubah selama bertahun-tahun.

Pada sekitar 60% kasus, benjolan menyebar di sepanjang kelenjar getah bening. Kemudian, bintil dan bisul baru menyebar dalam barisan di lengan atau kaki yang terinfeksi. Ini juga bisa bertahan selama bertahun-tahun. Pada kasus yang jarang, infeksi menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti tulang, sendi, paru-paru, dan otak. Kasus ini rentan menyerang individu dengan sistem kekebalan yang lemah.  

Baca Juga: Ketahui Bahaya Infeksi Kulit karena Tato

Apabila Si Kecil mengalami tanda-tanda di atas, sebaiknya ibu segera membawanya ke dokter agar lekas diobati. Pasalnya, bintil berisiko menyebar ke daerah lain. Ini karena, sistem kekebalan tubuh anak-anak cenderung belum terbentuk sempurna. Kini ibu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan melalui aplikasi.

Perawatan Medis untuk Mengobati Sporotrichosis

Pengobatan sporotrichosis tergantung pada daerah tubuh mana yang terinfeksi. Berikut ini perawatan medis yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Infeksi pada kulit. Infeksi sporotrichosis pada area ini masih mudah diobati dengan larutan kalium iodida jenuh. Obat ini diberikan tiga kali sehari selama 3-6 bulan sampai semua bintil hilang. Infeksi kulit dapat diobati dengan itraconazole (Sporanox) selama enam bulan.

  • Infeksi pada tulang dan sendi. Infeksi ini jauh lebih sulit diobati dan jarang merespons kalium iodida. Itraconazole (Sporanox) sering digunakan sebagai obat awal selama beberapa bulan atau bahkan hingga satu tahun. Amfoterisin dapat digunakan, tetapi hanya dapat diberikan melalui infus. Amfoterisin cenderung memberikan lebih banyak efek samping dan mungkin perlu diberikan selama berbulan-bulan. Pembedahan terkadang diperlukan untuk mengangkat tulang yang terinfeksi.

  • Infeksi di paru-paru. Infeksi paru-paru diobati dengan kalium iodida, itraconazole (Sporanox), dan amfoterisin dengan berbagai tingkat keberhasilan. Terkadang, area paru yang terinfeksi harus diangkat.

  • Infeksi di otak. Meningitis sporotrichosis sebenarnya kasus yang jarang terjadi, sehingga informasi mengenai pengobatan masih belum tersedia. Amphotericin plus 5-fluorocytosine umumnya direkomendasikan, tetapi itraconazole (Sporanox) juga dapat dicoba.

Baca Juga: 4 Penyakit Kulit yang Biasa Muncul di Kaki

Itulah informasi terkait sporotrichosis yang wajib ibu ketahui. Sebagai langkah pencegahannya, ibu perlu menghindarkan Si Kecil dari tanaman atau tempat-tempat yang mengindikasikan tumbuhnya jamur. Selalu kenakan Si Kecil dengan pakaian tertutup, seperti lengan panjang, celana panjang, kaos kaki dan sepatu untuk mencegah risiko paparan.

Referensi:
Healthline (Diakses pada 2019). Sporotrichosis.
Web MD (Diakses pada 2019). Sporotrichosis.