Ketahui Gejala Perdarahan Subkonjungtiva pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ketahui Gejala Perdarahan Subkonjungtiva pada Anak

Halodoc, Jakarta – Mata masuk dalam kelompok organ tubuh yang sangat vital, sebab memiliki fungsi yang sangat penting. Maka dari itu, gangguan yang terjadi pada indera penglihatan ini bisa sangat mengganggu dan sebaiknya dihindari. Apalagi gangguan berupa perdarahan subkonjungtiva. Apa itu? 

Mendengar namanya mungkin membuat siapapun bergidik ngeri dan membayangkan perdarahan terjadi pada mata. Nyatanya, kondisi ini umum terjadi dan bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Perdarahan subkonjungtiva bisa muncul secara tiba-tiba pada usia berapa saja. Umumnya, kondisi ini hanya menyerang salah satu mata dan jarang terjadi di kedua mata. Lantas, apa saja gejala yang sering muncul saat perdarahan subkonjungtiva menyerang mata anak? 

Baca juga: Kenali Gejala dari Perdarahan Subkonjungtiva

Mengenal Perdarahan Subkonjungtiva dan Gejalanya 

Perdarahan subkonjungtiva adalah gangguan yang terjadi pada konjungtiva, yaitu selaput transparan tipis dan lembap yang menutupi sklera alias bagian putih mata dan kelopak mata. Bagian ini merupakan lapisan pelindung terluar bola mata dan mengandung banyak pembuluh darah. Sayangnya, pembuluh darah pada bagian ini agak rapuh dan dindingnya mudah pecah atau rusak. Hal itu yang kemudian menyebabkan terjadinya perdarahan subkonjungtiva, yaitu perdarahan di bawah konjungtiva. 

Dalam keadaan normal, pembuluh darah dan saraf di konjungtiva tidak terlihat secara jelas. Namun saat terjadi peradangan pada mata, pembuluh bisa saja terlihat. Kondisi ini terjadi secara mendadak dan bisa menyerang siapa saja termasuk anak-anak. Bahkan, penyebab pasti terjadinya perdarahan pun sering tidak diketahui. Kendati begitu, ada beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan hal ini. 

Perdarahan subkonjungtiva bisa saja terjadi karena terlalu keras atau memaksa saat bersin, batuk, mengejan, dan muntah. Penyakit ini pun bisa terjadi karena tekanan darah terlalu tinggi, kebiasaan menggosok mata, serta iritasi penggunaan lensa kontak. Perdarahan subkonjungtiva juga bisa terjadi karena infeksi mata parah, trauma di kepala atau mata, serta efek samping setelah melakukan operasi mata atau kelopak mata. 

Baca juga: Begini Pemeriksaan untuk Deteksi Perdarahan Subkonjungtiva

Penyakit ini sering ditandai dengan gejala yang khas, yaitu munculnya perdarahan pada salah satu atau kedua mata. Perdarahan subkonjungtiva juga bisa ditandai dengan bagian putih di mata tertutupi oleh darah. Kondisi ini biasanya akan membaik dan menghilang dengan sendirinya. Kabar baiknya, penyakit ini bukan merupakan jenis perdarahan yang serius dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, bukan berarti boleh diabaikan begitu saja. 

Sebab pada beberapa kasus, perdarahan yang terjadi pada mata bisa menjadi tanda serta gejala infeksi serius yang terkait dengan tubuh atau kornea. Terkadang, perdarahan ini juga bisa terkait dengan cedera mata traumatis. Namun, tidak semua perdarahan pasti merupakan tanda penyakit. Maka dari itu, segera lakukan pemeriksaan saat mengalami gejala menyerupai penyakit ini. 

Proses penyembuhan kondisi ini tergantung pada tingkat keparahan perdarahan yang terjadi, serta kondisi tubuh pengidapnya. Perdarahan subkonjungtiva mungkin akan sembuh dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala tak kunjung sembuh dan mulai memengaruhi penglihatan, mengalami tekanan darah tinggi, gangguan perdarahan, serta mengalami cedera trauma pada mata.  

Baca juga: Ketahui Pengobatan Rumahan untuk Atasi Perdarahan Subkonjungtiva

Atau kamu bisa menyampaikan dan bertanya seputar keluhan awal terkait penyakit ini kepada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Web MD (Diakses pada 2019). Subconjunctival Hemorrhage (Bleeding in Eye)
All About Vision (Diakses pada 2019). Subconjunctival hemorrhage (blood in eye): Causes and treatment
Halodoc (Diakses pada 2019). Perdarahan Subkonjungtiva