• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Hal yang Dapat Menyebabkan Infeksi Ginjal

Ketahui Hal yang Dapat Menyebabkan Infeksi Ginjal

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Ketahui Hal yang Dapat Menyebabkan Infeksi Ginjal

Halodoc, Jakarta - Infeksi ginjal merupakan salah satu jenis infeksi saluran kemih (ISK) yang biasanya dimulai di uretra atau kandung kemih, dan kemudian menyebar ke salah satu atau kedua ginjal. Jika seseorang mengalami kondisi ini, ia harus segera mendapatkan penanganan medis. 

Jika tidak segera diobati dengan tepat, infeksi ginjal dapat merusak ginjal secara permanen. Selain itu, bakteri juga dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang dapat mengancam jiwa. Sebagian besar infeksi ginjal disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke ginjal melalui saluran kemih. 

Hal yang Dapat Menyebabkan Infeksi Ginjal

Bakteri yang menyebabkan terjadinya infeksi ginjal umumnya adalah Escherichia coli (E. coli). Bakteri ini ditemukan di usus dan dapat memasuki saluran kemih melalui uretra. Uretra merupakan tabung yang mengeluarkan urine dari tubuh. Bakteri berkembang biak dan menyebar dari uretra ke kandung kemih dan ginjal.

Baca Juga: Terlalu Sering Minum Soda Sebabkan Gangguan Ginjal?

Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang sangat mungkin mengalami infeksi ginjal, di antaranya:

  • Perempuan lebih berisiko dibandingkan pria terkena infeksi ginjal, karena uretra pada perempuan lebih pendek dibandingkan pria. Sehingga ini memudahkan bakteri untuk mencapai saluran kemih. 
  • Infeksi saluran kemih (ISK). Sekitar 1 dari 30 ISK menyebabkan infeksi ginjal. 
  • Kehamilan. Saluran kemih saat kehamilan terjadi dan mungkin akan memudahkan bakteri untuk sampai ke ginjal. 
  • Sistem kekebalan tubuh lemah. Ini termasuk orang-orang dengan diabetes, HIV/AIDS, dan mereka yang menggunakan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. 
  • Kerusakan pada sumsum tulang belakang atau kerusakan saraf pada kandung kemih. 
  • Terjadi masalah saat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya, atau dikenal dengan sebutan retensi urine. Gangguan ini juga dapat terjadi pada orang dengan spina bifida atau multiple sclerosis.
  • Penggunaan kateter untuk mengalirkan urine. 
  • Terjadi ketika urine kembali ke satu atau kedua ginjal, alih-alih keluar satu satu arah. Ini disebut juga sebagai refluks, dan sering dialami oleh anak-anak. 
  • Terdapat masalah dengan bentuk saluran kemih. 
  • Pernah melakukan pemeriksaan kandung kemih dengan alat yang disebut cystoscope. 

Pengobatan untuk Atasi Infeksi Ginjal

Apabila infeksi ginjal yang dialami masih dalam kadar ringan, maka pengobatan pertama yang dapat dilakukan yaitu dengan antibiotik oral. Jika kamu bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai pengobatan infeksi ginjal, mungkin dokter akan meresepkan pil antibiotik. Namun, perlu kamu ketahui bahwa jenis obat antibiotik dapat berubah begitu hasil tes urine diketahui masalah yang lebih spesifik untuk infeksi bakteri. 

Baca Juga: Susah Buang Air Kecil, Waspada Batu Ginjal

Biasanya kamu perlu minum antibiotik selama dua minggu atau lebih. Dokter mungkin perlu meresepkan kultur urine setelah perawatan untuk memastikan infeksi telah hilang dan tidak muncul kembali. Apabila perlu kamu mungkin juga mendapatkan antibiotik lain. 

Untuk infeksi yang lebih serius, kemungkinan kamu perlu dirawat inap di rumah sakit untuk mendapatkan antibiotik intravena dan cairan intravena. Terkadang tindakan pembedahan juga diperlukan untuk memperbaiki penyumbatan atau masalah lainnya di saluran kemih. Ini akan membantu mencegah infeksi ginjal yang baru. 

Setelah mendapatkan pengobatan dengan antibiotik, kamu akan merasa lebih baik beberapa hari setelahnya. Pastikan untuk menyelesaikan pengobatan antibiotik yang diresepkan dokter, sehingga infeksi tidak terjadi lagi. 

Baca Juga: Urine Berdarah? Hati-Hati Hematuria

Perlu kamu ketahui juga riwayat ISK dapat meningkatkan risiko infeksi ginjal di kemudian hari. Untuk itu, kamu harus selalu menjaga asupan cairan tubuh dengan rutin minum air 6-8 gelas per harinya. Dengan melakukannya juga, bakteri di saluran kemih akan menghilang.


Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Everything You Should Know About Kidney Infection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Kidney infection.