Ketahui Hal yang Menyebabkan Kista Epidermoid

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
ketahui-hal-yang-menyebabkan-kista-epidermoid-halodoc

Halodoc, Jakarta – Munculnya benjolan di dalam tubuh tidak selalu berarti kanker, tetapi ada juga pertumbuhan yang bersifat non-kanker, yaitu kista. Kista bisa tumbuh di mana saja pada tubuh, salah satunya di bawah permukaan kulit atau yang disebut juga kista epidermoid. Kista ini paling sering muncul di wajah, leher, kepala, punggung, dan area kelamin. Yuk, ketahui hal-hal apa saja yang menjadi penyebab kista epidermoid di sini.

Kista epidermoid atau yang kadang disebut juga kista sebasea merupakan benjolan kecil berisi cairan yang tumbuh di bawah kulit. Benjolan tersebut biasanya berwarna kuning atau kecokelatan dengan ukuran 0,5–3 sentimeter.

Kista epidermoid pada dasarnya tidak berbahaya dan jarang menimbulkan masalah kesehatan. Hanya saja, keberadaan kista ini dapat mengganggu penampilan bila muncul di wajah dan berukuran besar. Selain itu, kista juga bisa terasa nyeri saat pecah atau terjadi infeksi.

Baca juga: Ini 8 Jenis Kista yang Perlu Diketahui

Penyebab Kista Epidermoid

Kista epidermoid biasanya disebabkan oleh penumpukan keratin. Zat ini adalah jenis protein yang terbentuk secara alami di sel-sel kulit. Adanya gangguan pada kulit atau folikel rambut bisa menyebabkan protein tersebut terperangkap di bawah kulit. Kondisi inilah yang menyebabkan kista epidermoid muncul. Berbagai hal yang memicu kista epidermoid bertumbuh, antara lain:

  • Trauma kulit. 

  • Infeksi HPV

  • Jerawat.

  • Paparan berlebihan terhadap sinar matahari.

Kista epidermoid bisa terjadi pada siapa saja, tetapi orang yang sudah melewati masa puber dan yang memiliki kulit berjerawat lebih berisiko mengalami penyakit tersebut.

Baca juga: Pentingnya Penggunaan Sunblock untuk Cegah Milia

Waspadai Gejalanya

Gejala kista epidermoid yang utama adalah munculnya benjolan di bawah kulit pada bagian tubuh tertentu, misalnya pada pergelangan tangan. Benjolan kista epidermoid memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut:

  • Ukuran benjolan bervariasi, mulai dari yang sebesar kelereng hingga sebesar bola pingpong.

  • Benjolan biasanya muncul di daerah wajah, leher, dan tubuh bagian atas.

  • Terdapat komedo hitam di puncak benjolan.

  • Bila mengalami peradangan atau infeksi, area di sekitar kista bisa memerah dan membengkak.

  • Bila pecah, kista dapat mengeluarkan cairan kental berwarna kuning yang berbau tidak sedap.

Pengobatan untuk Kista Epidermoid

Kebanyakan kista epidermoid bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan. Karena itu, dokter biasanya hanya akan membuat catatan tentang kondisi kista epidermoid yang kamu alami dan memantaunya setiap kali pemeriksaan untuk memastikan bahwa kista tidak berubah. Namun, bila kista membuat pengidap merasa tidak nyaman atau mengganggu penampilan, dokter dapat melakukan beberapa metode pengobatan berikut:

  • Memberikan suntikan obat untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.

  • Membuat sayatan kecil pada kista untuk mengeluarkan cairan di dalamnya.

  • Terapi laser untuk mengecilkan kista.

  • Operasi kecil untuk mengangkat kista seluruhnya.

Baca juga: 5 Tindakan Medis yang Bisa Dilakukan untuk Hilangkan Kista

Kondisi yang Memerlukan Penanganan Dokter

Walaupun kista epidermoid bersifat non-kanker dan jarang menyebabkan masalah kesehatan serius, tetapi kamu tetap perlu memeriksakan diri bila ada benjolan yang muncul di tubuh. 

Kamu juga dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter bila kista epidermoid:

  • Mengganggu penampilan.

  • Membesar dengan cepat.

  • Tumbuh di jari tangan atau jari kaki.

  • Pecah, terasa nyeri, ataupun terinfeksi.

Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatanmu sekeluarga.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Epidermoid Cysts.