Ketahui Hubungan Antigen dan Antibodi untuk Deteksi Virus

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   05 November 2020
Ketahui Hubungan Antigen dan Antibodi untuk Deteksi VirusKetahui Hubungan Antigen dan Antibodi untuk Deteksi Virus

Halodoc, Jakarta - Supaya bisa mendeteksi adanya infeksi virus corona di dalam tubuh, Indonesia menggunakan tiga jenis pemeriksaan, yaitu rapid test antibodi, swab antigen atau rapid test antigen, dan metode PCR. Dari ketiga metode pemeriksaan tersebut, rapid test antibodi dan swab antigen masih menjadi metode yang banyak dipilih masyarakat. 

Tidak heran, selain karena harganya yang terbilang murah, baik rapid test antibodi maupun antigen akan memberikan hasil dalam waktu yang relatif singkat. Ya, memang benar jika PCR menjadi metode pemeriksaan virus corona yang dibanderol dengan harga paling mahal di antara ketiganya. 

Rapid test antibodi dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dari ujung jari atau bagian pembuluh darah yang kemudian diteteskan pada alat khusus. Sayangnya, metode ini terbilang memiliki tingkat akurasi yang rendah, hanya sekitar 18 persen untuk mendeteksi keberadaan virus corona meski harganya terbilang murah.

Baca juga: Golongan Darah A Rentan Terserang Virus Corona, Apa Benar?

Sementara itu, rapid test antigen dilakukan dengan mengambil sampel berupa lendir dari tenggorokan maupun hidung melalui alat yang menyerupai cotton bud dengan tangkai yang lebih panjang. Proses yang dikenal dengan swab ini kemudian akan menjalani tahapan pemeriksaan berikutnya di laboratorium. 

Metode PCR memiliki tingkat akurasi deteksi virus corona sebesar 80 hingga 90 persen, sedangkan swab antigen sedikit di bawahnya. Rapid test antigen akan memakan waktu antara 15 hingga 60 menit untuk menunjukkan hasilnya, sementara itu PCR membutuhkan waktu setidaknya satu hari setelahnya. Namun, karena banyaknya jumlah sampel yang harus diteliti, kini PCR bisa memakan waktu hingga satu minggu.

Hubungan Antigen dan Antibodi dalam Mendeteksi Virus

Lalu, apa kaitan antara antigen dan antibodi dalam tubuh? Ternyata, sebelum antibodi melawan virus yang menginfeksi tubuh, antigen akan hadir terlebih dahulu guna mempelajari virus tersebut. Antigen sendiri merupakan zat yang bisa merangsang munculnya sistem imunitas guna membentuk antibodi untuk melawan virus. 

Baca juga: Tes Risiko Terinfeksi Virus Corona atau COVID-19

Sistem imunitas akan menganggap antigen sebagai benda asing yang bisa membahayakan kesehatan tubuh. Biasanya, antigen berasal dari luar tubuh, bisa dari makanan, minuman, polusi, kotoran, dan debu. Namun, antigen juga bisa muncul dari dalam tubuh, seperti sel kanker. 

Saat masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan akan merilis zat yang berperan untuk menghancurkan antigen tersebut, yang selanjutnya dikenal dengan antibodi. Sederhananya, antibodi merupakan bagian dari imunitas yang berperan sebagai pelindung sekaligus penghalang tubuh dari paparan virus, bakteri, maupun kuman yang menyebabkan penyakit. 

Nah, jumlah antibodi yang dibuat oleh kekebalan tubuh akan sama dengan jumlah antigen yang masuk ke dalam tubuh. Antibodi ini akan memiliki wujud yang serupa dengan antigen yang diperangi, sehingga antibodi bisa melekat pada antigen dan melawannya. Dengan demikian, antigen tidak akan berkembang dan mengakibatkan terjadinya infeksi pada tubuh. 

Baca juga: AC Dapat Tingkatkan Risiko Virus Corona, Benarkah?

Meski begitu, pada kondisi khusus, antigen pun bisa menyebabkan terjadinya reaksi alergi dan gangguan kesehatan yang ada kaitannya dengan alergi, termasuk asma dan eksim. Oleh karena itu, kamu harus selalu melakukan perlindungan tubuh agar tidak terinfeksi virus, seperti rajin mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengenakan masker. 

Jika membutuhkan informasi lain seputar antigen dan antibodi serta pemeriksaan covid-19, kamu bisa tanya langsung dengan dokter di aplikasi Halodoc, atau langsung membuat janji untuk melakukan rapid test antibodi, swab antigen, maupun PCR. 



Referensi: 
Primaya Hospital. Diakses pada 2020. Apa Bedanya Rapid Test Antibodi dan Swab Antigen?
Patient. Diakses pada 2020. Antibody and Antigen Test.
Merck Manual Consumer Version. Diakses pada 2020. Overview of the Immune System.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan