• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Hubungan Bau Vagina dengan Kesehatan

Ketahui Hubungan Bau Vagina dengan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Bau vagina bisa berubah dari waktu ke waktu. Ketika kamu dalam keadaan fit sekalipun, aroma vagina bisa saja berubah menjadi lebih kuat atau menyengat. Namun, saat vagina memiliki bau yang terus-menerus menyengat, kondisi tersebut bisa dikatakan tidak normal.

Sebenarnya aroma khas vagina yang sehat paling tepat digambarkan sebagai "musky" atau "meaty". Siklus menstruasi dapat menyebabkan sedikit bau "logam" selama beberapa hari. Selain itu, hubungan seksual juga dapat mengubah bau vagina secara sementara. Adakah hubungan bau vagina dengan kesehatan? Informasi selengkapnya bisa dibaca di sini!

Baca juga: Adakah Cara Alami Mengatasi Keputihan?

Macam-macam Bau Vagina dan Kaitannya dengan Kesehatan

Perlu diketahui, vagina dapat membersihkan dirinya sendiri secara alami. Ia dengan sendirinya akan menjaga PH sehat serta menjauhkan bakteri yang tidak sehat. Namun, jika kamu melihat perbedaan yang mencolok pada bau vaginamu, bisa jadi itu menandakan gangguan kesehatan. Bau yang kuat, gatal dan iritasi, serta keluarnya cairan yang tidak biasa adalah tanda-tanda kamu mengalami infeksi atau gangguan. Simak di sini, macam-macam bau vagina:

1. Fermentasi

Dalam keadaan normal pun vagina bisa berbau tajam atau menyengat. Terkadang vagina memang berbau seperti fermentasi. Memang bakteri yang bekerja dalam makanan berfermentasi sama dengan bakteri yang ada pada vagina yaitu Lactobacilli. Jangan panik, itu menandakan vaginamu sehat.

2. Tembaga

Jika vagina berbau tembaga ini juga bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan dan jarang menjadi tanda kondisi yang serius. Biasanya penyebab bau vagina beraroma tembaga karena darah menstruasi. Selama menstruasi, darah dan jaringan keluar dari lapisan rahim dan mengalir melalui saluran vagina. Ini memicu aroma seperti tembaga pada area vagina.

Seks juga biasanya memicu aroma tembaga. Pendarahan ringan setelah berhubungan seks bisa menjadi hal yang umum. Ini biasanya karena vagina kering atau seks yang kuat atau terlalu bersemangat sehingga menyebabkan luka atau goresan kecil. 

3. Manis

Terkadang vagina bisa beraroma manis seperti tebu. Kamu juga tidak perlu khawatir akan hal ini, karena ini aroma yang normal. Aroma manis ini disebabkan oleh bakteri. PH vagina adalah ekosistem di mana perubahan bakteri adalah sesuatu yang wajar.

Baca juga: Munculnya Flek Bisa Menjadi Awal Gejala Vaginitis

4. Beraroma “Kimiawi”

Penyebab bau kimiawi pada vagina bisa dikarenakan air seni. Urine mengandung produk sampingan dari amonia yang disebut urea. Penumpukan urine di pakaian dalam atau di sekitar vulva bisa memicu bau kimiawi. Perlu diingat, urine berbau amonia yang kuat merupakan tanda dehidrasi. Bakteri vaginosis juga bisa menjadi penyebab bau kimiawi pada vagina.

Bakteri vaginosis adalah infeksi yang sangat umum terjadi pada vagina. Gejala-gejalanya meliputi bau busuk atau amis, keputihan berwarna abu-abu, putih, atau hijau, vagina yang terasa gatal, serta sensasi terbakar saat buang air kecil.

5. Bau Menyengat 

Penyebab bau tak sedap pada vagina yang ditandakan dengan aroma menyengat bisa dikarenakan stres emosional. Tubuh mengandung dua jenis kelenjar keringat, apokrin dan ekrin. Kelenjar ekrin menghasilkan keringat untuk mendinginkan tubuh dan kelenjar apokrin merespons emosi. Kelenjar apokrin ini berada pada ketiak dan selangkangan.

Saat stres atau cemas, kelenjar apokrin menghasilkan cairan seperti susu. Cairan ini sendiri tidak berbau. Namun, ketika cairan ini mengenai banyaknya bakteri vagina di vulva, ini bisa menghasilkan aroma yang menyengat.

Baca juga: 3 Faktor yang Tingkatkan Risiko Vaginosis Bakterialis

Perubahan aroma vagina tidak perlu dikhawatirkan jika tidak ada gejala lain yang mengiringi seperti gatal-gatal, sensasi terbakar, atau keputihan yang berwarna. Punya pertanyaan lain seputar kesehatan organ reproduksi, tanyakan saja langsung ke dokter di Halodoc. Tanpa perlu repot, kamu bisa berbincang dengan dokter kapan dan di mana saja. Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Molasses to Pennies: All the Smells a Healthy Vagina Can Be.
Healthline. Diakses pada 2021. 7 Tips When Dealing with Vaginal Odor.