Ketahui Jenis Encephalomalacia yang Dapat Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Jenis Encephalomalacia yang Dapat Terjadi

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mendengar penyakit encephalomalacia? Penyakit ini adalah kerusakan otak serius yang mengakibatkan pelunakan atau hilangnya jaringan otak. Penyebab encephalomalacia sering dikaitkan dengan peradangan atau perdarahan akibat kondisi infark serebral, iskemia serebral, trauma kranioserebral, atau cedera lainnya.

Baca Juga: Belum Ada Obatnya, Waspada Encephalomalacia

Pelunakan dapat terlihat di area lokal atau meluas, tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Kondisi ini memengaruhi hampir semua bagian otak, bahkan merusak jaringan lobus frontal, oksipital, parietal, dan temporal. Akibatnya, pengidap encephalomalacia dapat mengalami penurunan fungsi motorik dan sensorik.

Gejala Encephalomalacia

Gejala encephalomalacia berbeda-beda tergantung pada area otak yang terkena. Hal ini menyebabkan penurunan fungsi di satu sisi tubuh atau mungkin hilangnya rasa sakit dan indra peraba. Namun, tanda-tanda awal encephalomalacia muncul umumnya sama dengan gejala kerusakan otak lainnya. Gejala-gejalanya dapat meliputi:

  • Sakit kepala parah;

  • Vertigo;

  • Kehilangan memori dan perubahan suasana hati apabila lobus frontal terpengaruh;

  • Kurangnya koordinasi tubuh;

  • Gangguan penglihatan permanen atau sementara;

  • Rasa kantuk yang ekstrem.

Gejala ini sering muncul dengan cara yang unik tergantung pada tingkat keparahan dan kerusakan. Kasus-kasus ekstrim dari encephalomalacia bahkan berpotensi menyebabkan koma terminal, tergantung pada area pelunakan otak. Kalau kamu punya pertanyaan lain tentang kondisi ini, diskusi saja dengan dokter Halodoc. Ayo, pakai Halodoc sekarang!

Jenis-Jenis Encephalomalacia

Kondisi encephalomalacia terbagi atas dua jenis berdasarkan bagian otak yang mengalami kerusakan. Keduanya mempengaruhi fungsi tubuh yang berbeda. Berikut ini jenis encephalomalacia yang perlu diketahui:

Baca Juga: Apa yang Meningkatkan Risiko Terjadinya Encephalomalacia?

  1. Polioencephalomalacia

Polioencephalomalacia, dengan nama lain cerebrocortical necrosis (CCN) termasuk jenis penyakit neurologis  yang disebabkan oleh gangguan produksi tiamin. Tiamin atau vitamin B1 adalah bahan kimia yang berperan penting dalam metabolisme glukosa. Jika seseorang menjadi kekurangan tiamin, efek sampingnya adalah aktivitas neurologis yang terhambat.

Polioencephalomalacia berpotensi mengakibatkan kerusakan pada substansia abu-abu pada sistem saraf pusat, di mana sebagian besar pemrosesan informasi terjadi. Akibatnya, fungsi-fungsi penting seperti bicara, kontrol otot, memori, dan persepsi sensori dapat terpengaruh.

  1. Leukoencephalomalacia

Leukoencephalomalacia adalah jenis encephalomalacia yang memengaruhi white matter otak. White matter bertanggung jawab untuk memastikan komunikasi antara berbagai bagian otak dengan jaringan otak abu-abu. White matter bekerja untuk mempertahankan tindakan tubuh yang tidak disengaja, seperti pernapasan, detak jantung, pengaturan suhu tubuh, dan tekanan darah. Perkembangan leukoencephalomalacia dapat menyebabkan gangguan fungsi-fungsi tersebut.

Tiga Tahapan Kerusakan Otak Encephalomalacia

Selain dibedakan atas letak terjadinya, encephalomalacia memiliki tiga jenis lain berdasarkan tingkat kerusakan otak, yaitu:

  • Pelunakan merah. Pelunakan merah sering terlihat pada kasus stroke hemoragik dan terjadi di daerah ketika jaringan otak menjadi merah karena munculnya perdarahan di area tersebut.

  • Pelunakan putih. Terjadi karena kurangnya suplai darah ke daerah otak yang terkena, sehingga tampak putih pucat atau kekuningan. Kondisi ini umumnya menandai  kerusakan iskemik yang mengindikasikan kematian sel-sel otak.

  • Pelunakan kuning. Umumnya terlihat pada korban trauma, penampakan jaringan otak yang tampak kuning menandakan terbentuknya plak di pembuluh arteri otak.

Baca Juga: Mengidap Encephalomalacia, Bisakah Disembuhkan?

Itulah informasi terkait encephalomalacia yang perlu kamu ketahui. Mencegah kondisi ini sama dengan mencegah penyakit yang bisa memicunya. Selalu lakukan gaya hidup sehat dengan konsumsi makanan bernutrisi, rutin berolahraga dan mengelola stres.

Referensi:
Bel Marra Health (2019). Encephalomalacia: Definition, causes, types, symptoms, and treatment.
Harcourt Heart (2019). How Serious Is Encephalomalacia, and How Is It Treated?.