Ketahui Jenis-Jenis Pemeriksaan Radiologi Diagnostik

Ketahui Jenis-Jenis Pemeriksaan Radiologi Diagnostik

Halodoc, Jakarta - Demi meningkatkan akurasi atau validasi dari diagnosis yang diberikan, dokter biasanya menyarankan kamu untuk melakukan pemeriksaan spesifik, salah satunya adalah radiologi. Pemeriksaan medis ini ditujukan untuk mengetahui kondisi di dalam tubuh kamu dengan lebih jelas dan detail. Teknologi yang digunakan adalah teknologi pencitraan, dengan gelombang mekanik maupun elektromagnetik. 

Pemeriksaan kesehatan dengan radiologi membantu untuk memudahkan diagnosis dari beberapa penyakit, terutama yang berkaitan dengan jantung, tumor, kanker, stroke, masalah pada tulang dan sendi, masalah yang berkaitan dengan ginjal dan fungsi hati, masalah yang terjadi pada saluran reproduksi maupun saluran cerna, pembuluh darah, hingga masalah tiroid dan kelenjar getah bening. 

Di dalam pelaksanaannya, pemeriksaan menggunakan radiologi terbagi menjadi radiologi diagnostik. Jenis radiologi ini membantu memudahkan dokter dan petugas medis untuk melihat apa yang terjadi di dalam tubuh kamu. Lalu, apa saja jenis pemeriksaannya?

Baca juga: Apa Saja Penyebab Stroke? Ini 8 Jawabannya

  • USG

USG dilakukan dengan memanfaatkan gelombang suara yang memiliki frekuensi tinggi dan ditujukan langsung ke bagian tubuh yang mau diperiksa. Gelombang suara tersebut selanjutnya terpantul ketika bersentuhan dengan benda padat. Melalui alat yang disebut dengan probe, pantulan diubah menjadi gambar dengan kualitas 2D atau 3D. pemeriksaan USG ini biasanya berlangsung antara 20 hingga 40 menit. 

  • MRI

Jenis radiologi diagnostik berikutnya adalah pemeriksaan MRI. Pemeriksaan medis ini bertujuan untuk mengetahui kondisi di bagian dalam tubuh. Pemeriksaan ini dilakukan dengan bantuan mesin dengan medan magnet yang sangat kuat agar bisa menciptakan gambar bagian dalam tubuh kamu. Oleh karena teknologinya yang berbeda, pemeriksaan medis MRI bisa menghabiskan lebih dari satu jam. 

Baca juga: Ketahui Lebih Jauh Fakta Mengenai Tes USG

  • Fluoroskopi

Pemeriksaan fluoroskopi dilakukan dengan memanfaatkan sinar-X supaya gambar bagian dalam tubuh bisa terbentuk. Format tampilan hasil pencitraannya digambarkan dalam bentuk video. Pemeriksaan ini digunakan untuk akurasi diagnosis atau membantu dokter menjalankan beberapa prosedur pengobatan, salah satunya adalah kateterisasi jantung. Jangka waktu prosedur ini berbeda untuk setiap bagian tubuh. 

  • Rontgen

Hampir sama dengan fluoroskopi, rontgen dilakukan dengan memanfaatkan gelombang sinar-X. Perbedaannya adalah hasil citraan yang diciptakan. Jika fluoroskopi memberikan hasil dalam bentuk format video, rontgen memberikan hasil berupa gambar 2D. Lama pelaksanaannya tidak jauh beda dengan fluoroskopi, bergantung pada bagian tubuh yang diperiksa. 

  • CT Scan

Selanjutnya adalah CT Scan, pemeriksaan medis yang bertujuan untuk menampilkan kondisi di dalam tubuh seseorang dengan lebih jelas dan akurat. Prosedur ini menggunakan mesin pemancar dengan sinar-X dan sistem komputer yang dirancang khusus, sehingga gambar yang muncul juga lebih jelas. 

Baca juga: Penggunaan Zat Kontras Saat Fluoroskopi, Apa Risikonya?

  • Prosedur Kedokteran Nuklir

Jenis radiologi diagnostik ini pasti masih asing di telinga kamu. Prosedur kedokteran nuklir dilakukan dengan memanfaatkan kamera gamma yang disematkan pada mesin pemindai. Sebelum prosedur dilakukan, tubuh disuntikkan dengan cairan radioaktif, sehingga mesin bisa menangkap gambar yang muncul. 

Itu tadi beberapa jenis radiologi diagnostik yang perlu kamu tahu. Masing-masing prosedur memiliki keunggulan dan fungsi, jadi kamu tentu harus bertanya dahulu pada dokter, prosedur mana yang lebih dianjurkan. Sekarang, membuat janji dengan dokter sangat mudah, karena rumah sakitnya bisa kamu pilih sendiri. Ingin tahu caranya? Simak di sini!