• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ketahui Jenis Obat yang Umum Digunakan untuk Kanker Serviks

Ketahui Jenis Obat yang Umum Digunakan untuk Kanker Serviks

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Jenis Obat yang Umum Digunakan untuk Kanker Serviks

Halodoc, Jakarta - Kanker serviks adalah salah satu jenis kanker yang paling ditakuti wanita. Jenis kanker ini terjadi pada sel-sel leher rahim, yakni bagian bawah rahim yang terhubung ke vagina. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari berbagai jenis human papillomavirus (HPV) atau infeksi menular seksual. 

Saat seseorang pernah terpapar HPV, sistem kekebalan tubuh biasanya mencegah virus melakukan kerusakan. Namun, pada sebagian kecil orang, virus ini bisa bertahan selama bertahun-tahun dan kemudian berkontribusi pada proses yang menyebabkan beberapa sel serviks menjadi sel kanker. 

Baca juga: 3 Fakta Tentang Kanker Serviks

Obat untuk Atasi Kanker Serviks

Untuk mengatasi kanker serviks, metode perawatan yang menggunakan obat ada tiga jenis, antara lain:

Kemoterapi

Obat-obatan yang masuk dalam rangkaian kemoterapi ini akan bekerja dengan cara membunuh sel kanker. Obat ini dapat diberikan melalui pembuluh darah atau diambil dalam bentuk pil, dan terkadang kedua metode digunakan. 

Untuk kanker serviks stadium lanjut lokal, kemoterapi dosis rendah sering dikombinasikan juga dengan terapi radiasi, karena kemoterapi dapat meningkatkan efek radiasi. Dosis kemoterapi yang lebih tinggi juga mungkin direkomendasikan untuk membantu mengendalikan gejala kanker yang sangat lanjut.

Terapi yang Ditargetkan

Ini adalah perawatan obat yang ditargetkan fokus pada kelemahan spesifik yang ada di dalam sel kanker. Dengan menghalangi kelemahan ini, perawatan obat yang ditargetkan dapat menyebabkan sel kanker mati. Terapi obat yang ditargetkan biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi dan ini mungkin menjadi pilihan untuk kanker serviks stadium lanjut.

Imunoterapi

Imunoterapi adalah pengobatan obat yang membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Sistem kekebalan tubuh yang melawan penyakit mungkin tidak menyerang kanker karena sel kanker memproduksi protein yang membuatnya tidak terdeteksi oleh sel sistem kekebalan. Imunoterapi bekerja dengan mengganggu proses itu. Untuk kanker serviks, imunoterapi dapat dipertimbangkan ketika kanker sudah lanjut dan perawatan lain tidak berhasil.

Baca juga: Pengaruh Kontrasepsi IUD Terhadap Kanker Serviks

Pengobatan Lain untuk Kanker Serviks

Tak hanya kemoterapi, ada beberapa jenis pengobatan lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker serviks. Namun pada dasarnya, pengobatan untuk kanker serviks akan tergantung pada beberapa faktor, seperti stadium kanker, masalah kesehatan lain yang mungkin dimiliki dan preferensi. Berikut beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan:

Operasi

Kanker serviks stadium awal biasanya diobati dengan pembedahan. Operasi mana yang terbaik akan bergantung pada ukuran kanker, stadiumnya, dan apakah kamu ingin mempertimbangkan untuk hamil di masa depan. Pilihannya mungkin termasuk:

  • Pemotongan Kanker. Untuk kanker serviks yang sangat kecil, kanker dapat diangkat seluruhnya dengan biopsi kerucut. Prosedur ini melibatkan pemotongan sepotong jaringan serviks berbentuk kerucut, tetapi membiarkan sisa serviks tetap utuh. Pilihan ini memungkinkan kamu tetap bisa hamil di masa depan.
  • Pengangkatan Leher Rahim (Trachelectomy). Kanker serviks stadium awal dapat diobati dengan prosedur trakelektomi radikal, yang mengangkat serviks dan beberapa jaringan di sekitarnya. Rahim tetap ada setelah prosedur ini, sehingga dimungkinkan untuk hamil.
  • Pengangkatan Leher Rahim dan Rahim (Histerektomi). Sebagian besar kanker serviks stadium awal diobati dengan operasi histerektomi radikal, yang melibatkan pengangkatan serviks, rahim, bagian vagina, dan kelenjar getah bening di dekatnya. Histerektomi dapat menyembuhkan kanker serviks stadium awal dan mencegah kekambuhan. Namun, pengangkatan rahim membuat wanita tidak mungkin untuk hamil.
  • Histerektomi Invasif Minimal. Pembedahan ini melibatkan pembuatan beberapa sayatan kecil di perut daripada satu sayatan besar, dapat menjadi pilihan untuk kanker serviks stadium awal. Orang yang menjalani operasi invasif minimal cenderung pulih lebih cepat dan menghabiskan lebih sedikit waktu di rumah sakit. Namun, beberapa penelitian telah menemukan histerektomi invasif minimal mungkin kurang efektif daripada histerektomi tradisional. 

Radiasi

Terapi radiasi menggunakan sinar energi bertenaga tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel kanker. Terapi radiasi sering dikombinasikan dengan kemoterapi sebagai pengobatan utama untuk kanker serviks stadium lanjut lokal. Ini juga dapat digunakan setelah operasi jika ada peningkatan risiko kanker akan kembali. Terapi radiasi dapat diberikan dengan cara:

  • Secara eksternal, dengan mengarahkan pancaran radiasi ke area tubuh yang terkena (terapi radiasi sinar eksternal).
  • Secara internal, dengan menempatkan alat yang diisi dengan bahan radioaktif di dalam vagina, biasanya hanya beberapa menit (brachytherapy).
  • Baik secara eksternal maupun internal.

Jika kamu belum mulai menopause, terapi radiasi dapat menyebabkan menopause. 

Baca juga: 8 Ciri-ciri Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

Selama pengobatan kanker serviks, kondisi kesehatan pasti akan menurun. Oleh karena itu, pastikan juga untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi dan juga suplemen tambahan yang disarankan dokter. Untungnya kini kamu bisa beli suplemen dan obat di Halodoc. Dengan layanan antar, kamu jadi tak perlu repot keluar rumah untuk beli obat. Praktis bukan? Tunggu apa lagi, yuk gunakan aplikasi Halodoc untuk beli obat!

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Cervical Cancer.
Healthline. Diakses pada 2021. Cervical Cancer.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Cervical Cancer.